
"duaarrr.. ceetiiarrrr. ceeetiiarr duuoor!"
bunyi petir dan gemuruh di iringi hujan yang deras, yang seakan akan marah, menggelegar di telinga,
hujan yang tak mau berhenti semakin deras membuat hati Rick Warren bimbang, seakan tidak percaya dia nekat melakukannya.
"tokk tokk tookk,"
"No nonaa, Nadiiaa..?"
dengan gemetar takut, Rick Warren memberanikan diri,
"siapaa..?"
dijawab dengan nada kerass , Nadia mulai berjalan mendekati pintu, berlahan membuka pintu, Nadia terkejut.
"hahh, kamu ngapain hujan hujan kayak gini datang kemari? tunggu aku akan ambilkan handuk untuk mu!"
dengab gemetar Rick Warren di depan pintu Nadia, dengan cepat Nadia mengambil handuk, saat di suruh masuk, Rick Warren seakan tak tahan lagi seketika Rick Warren mundur satu langkah keluar.
Ternyata yang mengangu Rick Warren adalah bau bawang putih yang di sembunyikan Joseon tahun lalu, Nadia kebingungan.
"ada apa Rick?" berjalan mendekati Rick.
"ayo masukk, di luar dingin !" saat Nadia ingin memakaikannya Rick Warren menhentikan tangannya
"tolong lenyap kan bau ini, !" dengan tatapan serius Rick Warren berkata.
Nadia hanya melongok, karna tidak tau yang Rick Warren maksud,
Rick Warren menunjuk ke atas pintu sambil tangan satunya menutup hidungnya,
Nadia lalu tersenyum, mengerti apa yang Rick Warren maksud, mengambil bawang putihnya, Nadia tidak merasa takut, penjaga yang tahun lalu Nadia lihat adalah dia,
"ha ha ha ha Rick Rick , aku kira apa kamu takut kayak ginian, untuk masak juga bisa kan !" dengan nada mengejek.
"emang harusnya kaya gitu kan dan aku gak suka baunya!". Rick Warren menunduk malu, Rick Warren teringat, dia datang ke rumah ini untuk memberitahu sebenarnya, entah apa yang dia pikirkan, Rick Warren gemetar.
Nadia yang melihat nya terheran heran.
"kok kamu gemetaran sih, ? kamu sakit ya, masukkk dan duduki sofa,"
Rick Warren mulai melangkah kakinya untuk masuk di rumah Nadia, dengan badan basah kuyup Rick Warren berdiri di depan sofa,
"ini pakailah dan gantilah biar pakaian mu yang basah aku keringkan!" ujar Nadia.
Nadia memberi pakaian ke pada Rick Warren, pergi menganti di kamar mandi, setelah itu Rick Warren dengan tubuh bersih dengan di selimuti Rick Warren memandangi Nadia yang sedang mengeringkan pakaiannya.
Dia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak enak rasanya, hatinya bimbang tapi demi tuan yang dia hormat dia rela menanggung semuanya.
Rick Warren berdiri lalu duduk lagi menunggu Nadia selesai menyelesaikan pekerjaannya,
Nadia berjalan kearahnya sambil membawa secangkir kopi hangat yang di letakkan di depannya, seketika Nadia duduk di sampingnya, Nadia bertanya pada Rick Warren.
"apa yang terjadi? ada apa jauh jauh kemari?" dengan rasa penasaran,
"no..nonaa,, maaf menggangu, tapi aku harus katakan semuanya padamu!" dengan gugup Rick Warren mengatakannya.
dengan penasaran Nadia menjawab dengan cepat,
"apa ..? apa..? katakan lah ."
Rick Warren menenangkan dirinya sambil menghirup udara dan menghembuskannya,
Rick Warren menceritakan semua yang terjadi sedetil detilnya.
dengan serentak Nadia berdiri, melongok.
"kenapa mereka bertengkar, bukan kah Joseon itu teman ku masa kecil! kenapa bisa melawan vampir seperti Rayhan?"
dengan lantang Nadia berbicara dan merasa cemas,
Rick Warren berdiri terengah engah menyangkal tidak terima jika tuannya di salahkan.
"tiidakk nona tidakk. teman mu itu adalah... emmm !"
Nadia penasaran dengan serius Nadia bertanya,
"apaa apaa..!!! Rick katakan yang detil jangan setengah-setengah!!, apa mungkin Joseon itu juga vampir?" dengan serius Nadia bertanya,
Rick Warren menunduk dan memandani Nadia.
"nonaa Nadiaa ,, kuharap kamu bisa menerima, sebenarnyaaaa Joseon itu"
sambil melihat mata Nadia yang berkaca kaca, berpikir ("apa aku haruss,!").
Rick Warren menghembuskan nafas lagi,
"ada apa rick, katakan, ?"
dengan tegas Rick Warren menghentakkan giginya dan berkata,
__ADS_1
"serigala!"
Nadia bingung dan tersenyum Nadia kira itu hanya pecanda,
"ha ha ha kamu lucu sekali Rick siapa yang serigala aneh aneh saja kamu terlalu menghayal,''
" bukan nona , aku berkata benar ,Joseon adalah manusia serigala "
Nadia tidak mudah percaya.
" *gak mungkin, kamu bohongkan.,Joseon itu teman ku dari kecil, dia rela pindah dari Singapura ke sini untuk menemaniku"
" aku benar benar tidak berbohong, jika nona tidak percaya ikut aku..!!"
dengan menahan air mata Nadia mengikuti Rick Warren,
Hujan telah berakhir, jalan yang masih basah karna hujan, dingin dan tanaman yang baru di basah i hujan menemani mereka berjalan menelusuri jalan kota,
Nadia menunggu di halte busway sedangkan Rick Warren mengambil mobil untuk melihat apa yang terjadi.
Nadia menunggu begitu lama, beberapa saat kemudian Rick Warren datang dengan mobil mewahnya berhenti persis di depan halte busway.
Nadia mulai berjalan menghampiri dan masuk ke mobil Rick Warren,
mereka melaju cepat, dengan kecepatan tinggi Rick Warren menyupir dengan lihay, seperti sudah ahli dalam mengemudikan mobilnya,
melewati jembatan setelah itu Rick Warren membelok kan mobilnya di jalan kecil, sepertinya tidak mudah karna jalan nya bertanah dan berbatu, sampai lah di tengah hutan.
Terlihat seperti cahaya dari api unggun, Rick Warren melihat Nadia. Nadia sepertinya takut tapi Nadia harus menyakinkan bahwa semua itu salah Nadia membuktikan sendiri.
Nadia turun dari mobil begitu juga Rick Warren, dengan tiba tiba Rick Warren sudah ada di belakang Nadia membuat Nadia kaget,
"kamu ngapain tiba tiba di belakangku!"
Rick Warren dengan waspada melindungi Nadia,
"nona, kamu harus mengintip dulu baru kamu memisahkan meraka yang berantem, pakai ini, ini membuat kamu berbau vampir, bukan kah serigala itu tajam penciumannya!"
Rick Warren dengan hati hati menoleh ke segala arah memastikan tidak terjadi apa apa,
"kenapa haruss.."
Rick Warren memotong pertanyaan Nadia.
"sudah ikuti saja , jika kamu mau kebenaran!"
Nadia menunduk mengambil dan memakainya. setelah itu dengan pelan pelan mereka berdua mengintip ke arah api menyalah, dan di sana terlihat banyak orang yang berkerumunan , di samping tengah api unggun ada Rayhan dan serigala, tapi serigala itu besar tidak seperti umumnya,
Sedangkan Rayhan terlihat bekas cakaran di badan dan punggungnya, terlihat pakaiannya yang sodek .
sudah berhari hari mereka berkelahi sepertinya mereka merasa lelah,
Nadia mengamati serigala itu, Rick Warren menatap Nadia dan melihat lagi ke arah serigala dan berkata.
"lihat terus serigala itu yang kelelahan dan terluka,!"
Nadia melihat, berlahan serigala itu berubah menjadi manusia itu adalah Joseon yang terluka tanpa pakaian apapun, dari balik belakang Joseon ada seseorang yang memakaikan selimut,
dengan kagetnya Nadia, kenapa sampai begini, Nadia syok, menangis menjadi jadi sampai tangan kanan nya memukul i dadanya, seakan tidak percaya yang Nadia lihat,
"tidakk,, hiks hiks hiks diaaa hiks hiks."
Rick Warren merasa kasian dan memeluk Nadia, Nadia menangis sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Nadia menangis,
"nona maaf, tapi tidak ada gunanya menangis, ini lah kenyataannya nona, esok kamu bisa menanyakan kepada dia sendiri jadi ayo nona kita ke sana untuk memisahkan mereka, jika tidak mereka akan berantem kembali! "
Rick Warren menarik tangan Nadia berjalan berlahan mendekat, semakin mendekat dan akhirnya ada di belakang klan vampir, semua yang ada di depan Nadia menoleh dan manusia serigala menatapnya termasuk Joseon juga melihatnya,
Rayhan hanya menoleh sedikit kebelakang dan melihat lagi ke arah Joseon.
Nadia mulai berjalan menghampiri Rayhan. Nadia akan sampai ke belakang Rayhan tapi di hentikan oleh Joseon.
"berhenti Nadiaaa..!!" dengan keras Joseon memeringati Nadia, tapi Nadia terus berjalan tidak mempedulikannya dengan menatap ke arah Joseon, Joseon meneteskan air matanya,
"Nadia, disini bahagia!"
Joseon ingin berlari tapi tak mampu terlalu luka untuk memaksakan diri untuk menahan Nadia,
Joseon hanya pasrah terengah-engah sambil menatap Nadia yang masih berlahan berjalan di belakang Rayhan.
Nadia dengan rasa kecewa menahan tangisnya tapi entah kenapa Nadia hanya mendekati Rayhan saja,
saat tepat di belakang Rayhan, Nadia menegang tangan Rayhan seketika Rayhan menoleh kebelakang.
Di tarik lah tangan Rayhan, Nadia menangis menjadi jadi saat membalikkan badannya sambil menarik tangan Rayhan, berjalan sambil menangis, Rayhan hanya diam mengikuti Nadia. berjalan pergi meninggalkan tempat itu, semua klan vampir mengikuti di belakang Nadia dan Rayhan.
Rayhan menoleh ke arah Joseon dengan senyum tajam berbalik melihat Nadia, pergi meninggalkan tempat itu
Joseon melihat itu meneteskan air matanya, berfikir (" Nadia kenapa kamu memilih si bajingan itu nan, kamu memilih dia yang tidak mengerti kamu sedangkan aku,, akuu adalah teman mu teman kecil mu,"
dengan sedih Joseon bergumam "Nadia kenapa..???" Joseon meneteskan air matanya dengan rasa kecewa dan sakit hati.
__ADS_1
Joseon di kelilingi oleh kaumnya, setelah itu di bawah lah pergi dari tempat itu,
sebaliknya dengan Nadia dan Rayhan, semua klan vampir mengikutinya tak lama tangan Rayhan memberi isyarat untuk pergi membiarkan mereka berdua dan Rick Warren, saat tiba di parkiran mobil Rick Warren seakan tau tugasnya mengambil alih setir mobil, membiarkan Nadia dan Rayhan berdua di belakang.
Tidak ada satu kata pun yang terucap saat itu Nadia selalu diam, merenungi seakan dunia ini telah Joseon yang dia kenal sejak kecil di Singapura ternyata menyembunyikan hal besar darinya, Nadia selalu diam dan diam.
Rayhan yang di sisinya memahaminya sehingga membiarkan Nadia sendiri tak tidak mau menggangunya.
perjalanan menuju kota terasa jauh tidak seperti awal berangkat, matahari mulai muncul berlahan, awan yang mulai cerah menyinari perjalanan Nadia, Nadia selalu membayangkan apa yang dia lihat terus menerus, bayangan itu selalu muncul i kepalanya seakan melekat pada pikirannya.
Nadia melihat ke arah sampingnya yang ada Rayhan di situ, duduk tertidur dengan kaos bekas cakaran dan darah kemana mana, Nadia berkata dalam pikirannya ("kenapa aku memilih dia pergi,?" ) sambil melihat wajah Rayhan dan menoleh lagi ke luar jendela, Rick Warren dan Rayhan mendengar suara hatinya tersenyum.
Tidak terasa sudah sampai di rumah besar.
"rick, aku ingin pulang ke rumah ku sendiri!"
"nona maaf, tapi terlalu bahaya untuk pulang, siapa tahu si bajingan itu datang menemui mu apa kamu tidak takut"
Rick Warren sambil menyetir membelokkan mobilnya ke arah rumah besar itu,
Nadia cuman menghela nafas panjang.
Saat sudah ada di depan pintu rumahnya,
tidak ada siapapun di sana. Rick Warren memainkan tangan nya.
"prokk prok prokk prokk!"
mereka seketika datang dengan cepat. angin berhembus sangat cepat.
"swuussss, swuuussss..!"
Rick Warren memainkan tangan mengisyaratkan bahwa mereka harus membantu tuannya untuk masuk kedalam, dan ternyata iya, mereka memapah tuan nya yang lemas di depan Nadia masuk kerumah besar itu,
tinggal Nadia dan Rick Warren.
Rick Warren terheran-heran dan bertanya .
"ada apa nona,? apa ada sesuatu kenapa cuman diam saja? "
Nadia diam dengan wajah pucaknya itu.
di gandeng lah Nadia untuk masuk kedalam, saat ingin masuk Nadia lemas, seketika pingsan karena kelelahan.
Dalam batin Nadia depresi memikirkan dunia yang penuh misteri yang tidak terduga,
Nadia di bawah masuk dan di periksa oleh dokter Disana.
Rayhan yang mengetahui itu, berlari menemui Nadia yang masih pingsan.
"gimana keadaannya?" dengan cemas Rayhan bertanya.
"nona Nadia baik baik saja tapi tuan ada hal aneh yang membuat dia pingsan, dia mengalami depresiasi dan kecemasan luar biasa, jika itu terjadi terus menerus tubuhnya akan terjadi peradangan, hal itu bisa menyebabkan penyakit Kronis, seperti penyakit kardiovaskular, jadi buat dia nyaman dan hibur dia tuan,!"
dokter itu menunduk dengan hormat,
Rayhan terkejut, dalam pikirannya Rayhan bergumam ("sampai seperti itu kamu memikirkan keadaan ini Nan,!")
dokter itu berpamitan dengan Rayhan,
"obat ini harus di minum 3X sehari, jangn sampai telat, dan ini obat penenang jika dia memberontak dan tidak mau di tenangkan tolong kasih ini tuan, saya undur diri dulu tuan, jika ada sesatu tolong hubungi saya"
Dokter itu pun pergi dengan sekejap mata, Semua pembantu keluar dari kamar Nadia membiarkan tuannya waktu untuk berdua dengan Nadia,
matahari sudah terbit, Rayhan masih di samping Nadia memegangi tangan Nadia dengan lembut memandangi sepanjang malam, saat Nadia membuka matanya berlahan, Rayhan menunduk dan pura pura tidur seakan tidak terjadi apa apa,
Nadia membuka matanya dan menyadari jika dia pingsan di depan rumah besar di tengah-tengah kota, Nadia menoleh ke kanan, Nadia melihat Rayhan yang masih tidur dengan tangannya.
Nadia menarik perlahan tangannya, tapi di tangkap lagi oleh Rayhan, Rayhan mulai tegak melihat wajah Nadia, tangan yang tadi di tangkap oleh Rayhan, berlahan di tarik Rayhan di taruh di pipi Rayhan dengan lembut dan Rayhan berkata,
"Nan, aku tidak akan menyakiti mu, aku dari awal sudah jujur pada mu jadi kasih kepercayaan mu pada ku,"
Rayhan berkata dengan sungguh-sungguh,
hati Nadia bergumam,("sepertinya dia berkata dengan tulus, aku harus memberi kesempatan kepadanya").
Nadia tersenyum, Nadia membelai pipi Rayhan, tangannya yang semula berada di pipi Rayhan.
Rayhan membalas senyuman itu dan mencium tangan Nadia, Rayhan berdiri dan memeluk tubuh Nadia dengan sangat lembut, seakan Rayhan tidak percaya yang Rayhan harapkan telah terjadi,
Rayhan melontarkan ucapan manis pada Nadia, dengan senangnya Rayhan ingin bersamanya selama nya,
"Nadiaa,, terimakasih kamu sudah memberiku kesempatan, tapi kamu harus selalu berada di sisi ku, Nan?? maukah kamu menjadi kekasihku?"*
...#########...
......Haloo para pembaca semuanya, ......
tolong dukungannya ya, jangan lupa like, vote dan juga hadiahnya..
klik favorit biar update terbaru bisa muncul.
__ADS_1
...terimakasih...