Pak Dosen Itu Suamiku

Pak Dosen Itu Suamiku
BAB 17 : Ditangkap Bu Dewi


__ADS_3

Baru saja keluar dari ruangan Shaka, Nada harus kembali masuk ke ruangan Bu Dewi, salah seorang dosen yang menyimpan perasaan pada Shaka. Sudah hampir setiap hari Bu Dewi memperhatikan Nada yang masuk ke dalam ruangan Shaka dengan bekal makan siang. Sudah bisa dimatikan jika keduanya sedang melakukan launch bersama. Dan kali ini Bu Dewi sengaja mengintai Nada, sebelum pada akhirnya dia akan menghakimi di ruangannya.


"Bukankah aku sudah mengatakanmu jangan ganjen sama Pak Arsha? Masih aja ngeyel! Kamu ini kuliah untuk cari ilmu, bukan cari masalah!" tegur Bu Dewi karena Nada mencoba untuk merayu dosen pujaan hatinya.


"Tapi saya enggak ngapa-ngapain Bu. Saya cuma disuruh aja sama Pak Shaka untuk makan bersama. Apakah aku salah? Tidak kan? Jika ingin marah, marahi saja pak Shaka. Aku ikhlas, kok!" ujar Nada dengan santai.


"Nada! Saya sedang serius!" tegas Bu Dewi.


"Saya juga duarius, Bu! Pak Shaka itu resek, Bu! Coba ibu jadi saya sebentar saja untuk menggantikan peran saya. Saya bisa menjamin Ibu tidak akan sanggup menghadapi Pak Shaka 24 jam nonstop!" lanjut Nada lagi.


"Untuk apa ibu menghadapi Pak Arsha 24 jam. Memangnya ibu ini istrinya," komentar Bu Dewi.


"Lha itu yang saya rasakan, Bu."

__ADS_1


"Jangan bermimpi kamu! Jangan kepedean kamu!!"


Nada hanya membuang nafas kasarnya. Entah harus bagaimana menghadapi dosen yang mempunyai percaya diri yang tinggi. Bahkan menggapai bulan saja tak mampu. Bisa-bisanya bermimpi untuk memiliki Shaka.


"Bu, sekarang tujuan ibu manggil saya apa, ya? Saya bentar lagi ada kelas. Jangan sampai gara-gara Ibu saya gak bisa masuk kelas ya!"


"Kamu belum boleh keluar sebelum kamu berjanji untuk tidak ganjen- ganjen sama Pak Arsha. Apakah kamu bisa? Jika tidak bisa, ibu tidak akan melepaskanmu!" ancam Bu Dewi.


Sebenarnya Nada tidak ganjen- ganjen dengan dosen kulkas itu, tetapi memang dasarnya dosen itu resek, suka cari masalah.


"Baiklah, Ibu pegangan janji kamu. Awas saja jika kamu masih berani godain pak Arsha lagi!"


Nada bernapas lega ketika sudah bisa terlepas dari tangan Bu Dewi. Namun, sayangnya dia sudah terlambat 10 menit untuk masuk ke dalam kelas yang saat ini diisi oleh Shaka. Entah alasan apa yang harus digunakan oleh Nada agar Dosen kulkas itu memberikan keringanan pada dirinya. Toh semua ini terjadi karena ulah Bu Dewi yang sok kepedean itu.

__ADS_1


Nada meragukan langkahnya ketika hendak masuk ke dalam kelas. Sudah bisa ditebak jika dirinya akan diusir dari dalam kelas. Sejenak Nada berpikir. Daripada dia dipermalukan lagi oleh Shaka, lebih baik dia tidak masuk ke dalam kelas.


"Sudah terlambat. Mending ke nongkrong di kantin aja, deh!" pikir Nada. Namun, saat Nada membalikkan badannya, dia diterkejutkan oleh sosok Shaka yang sudah berdiri tepat di depannya.


"Mau kemana lagi? Masuk sana!" perintahnya.


"Lho, Pak Shaka belum ngajar?"


"Sudah gak usah banyak tanya! Cepet masuk!"


Nada pun patuh dan membuka pintu Kelas. Ternyata kelas benar-benar belum dimulai meskipun semua mahasiswa sudah berkumpul di dalam. Hampir semua mata tertuju kepada Nada baru masuk saja ke dalam kelas. Dan tak lama kemudian disusul oleh dosen mereka.


"Ya ampun ... Nada! Kamu darimana? Hampir saja kamu tidak bisa mengikuti materi hari ini!" bisik Kila yang duduk di samping Nada.

__ADS_1


"Kamu darimana sih, Nad! Jangan bilang kamu —" Arsyila menjeda ucapannya karena sang dosen sudah berdehem.


__ADS_2