
Pupus harapan untuk merayakan hari kemerdekaan, karena nyatanya dosen kulkas itu masih berdiri di kampus. Namun, beruntungnya hari ini sang dosen kulkas tidak menuntut banyak dari para mahasiswanya. Bahkan tidak memberikan hukuman kepada beberapa mahasiswa yang terlambat hadir ke dalam kelasnya. Entah apa yang telah merasuki dosen kulkas itu sehingga sikapnya sedikit mencair. Mungkin selama satu minggu ini dia sedang berlibur ke gurun pasir sehingga hatinya telah mencair.
Baru saja Nada dan dua orang sahabatnya ingin melangkahkan kaki keluar dari dalam kelas, tiba-tiba sang dosen memanggil namanya.
"Nada Irama, kemarilah!" Nada yang dipanggil langsung menoleh.
"Iya, Pak," sahutnya.
"Nad, kamu enggak lagi bikin salah lagi kan sama dosen kulkas itu?" bisik Kila dengan pelan.
Kepala Nada menggeleng dengan pelan. "Enggak. Memangnya kenapa?"
"Nada Irama!" ulang Shaka.
Nada yang tidak ingin membuat sebuah keributan pun langsung menghampiri dosen kulkasnya dan berpesan kepada dua orang sahabatnya untuk jalan lebih dahulu.
"Nad, hati-hati!" pesan Arsyila saat Nada sudah berjalan ke meja sang Dosen.
"Ada apa, Pak?" tanya Nada setelah sampai di hadapan Shaka.
Shaka masih terdiam, tetapi matanya melirik dua orang yang berada diambang pintu. Menyadari akan sebuah isyarat yang diberikan oleh Shaka, Nada pun langsung memberikan isyarat kepada dua orang sahabatnya untuk pergi.
"Mereka sudah pergi. Ada apa, Pak?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin menyuruhmu untuk membawa tugas-tugas ini ke ruanganku dan temani aku makan siang," ujar Shaka.
"Sekarang, Pak?"
"Enggak! Tahun depan." Shaka pun langsung terlalu meninggalkan Nada begitu saja.
Nada hanya bisa menautkan kedua alisnya saat Shaka sudah berlalu. Dan saat melihat Shaka hampir tenggelam dibalik pintu Nada pun langsung berteriak, "Tunggu, Pak!"
*
*
__ADS_1
Tak ada yang istimewa dari pernikahannya bersama dosennya sendiri. Boro-boro mau diperhatikan, yang ada malah harus selalu memperhatikan.
Shaka mungkin akan terlihat dingin dan tegas saat dia sedang mengajar, tapi tidak berlaku saat dia sedang berada di rumah. Sikap dinginnya akan sedikit mencair, terlebih jika hanya berdua dengan Nada. Sifat gandanya akan muncul begitu saja. Rasa narsis yang sejak dulu sudah tumbuh di dalam hatinya, tetapi gengsi untuk mengakuinya.
Siang ini Nada terpaksa harus menunggu Shaka hingga selesai mengajar, karena Shaka ingin pulang bersama dengan Nada. Karena merasa jenuh Nada pun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Namun, sebelum itu Nada telah mengirimkan pesan kepada Shaka jika saat ini dia akan ke perpustakaan.
Tak ada yang berbeda seperti menikah, karena sampai saat ini Nada masih tersegel dengan aman. Bahkan saat tidur keduanya lebih memilih untuk memeluk guling dari pada memeluk pasangannya.
Meskipun saat ini Nada sedang berada di perpustakaan, bukan berarti dia membaca buku yang tersedia, melainkan membaca sebuah novel online dari aplikasi Noveltoon. Sebuah novel dari teh ijo yang berjudul Jodohku Kembali Pulang. Novel yang menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Eliza harus kehilangan suaminya saat kecelakaan sebuah pesawat terbang. Cukup lama Eliza terpuruk dalam kesedihannya dan pada saat dia sudah mulai bangkit tiba-tiba hatinya kembali tersayat ketika melihat orang yang mirip dengan suaminya menggandeng seorang wanita yang tengah hamil. ( Kalian wajib baca ya! )
Larut dengan novel yang telah dibacanya, Nada tidak menyadari jika saat ini ada seseorang yang duduk di depannya. Seorang pria yang tidak asing baginya karena sudah pernah bertemu beberapa kali. Siapa lagi jika bukan Ucup, pria culun yang tak lepas dari kacamata tebalnya.
"Astaghfirullahaladzim ... " Nada tersentak karena sangat terkejut dengan Ucup yang muncul dengan tiba-tiba.
"Haii... " Ucup melambaikan tangannya untuk menyapa Nada. "Kamu kenapa? Kok kayaknya liat hantu, sih?" Ucap celingukan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ingin rasanya Nada menjawab atas pertanyaan Ucup jika Ucap lah hantunya karena muncul dengan tiba-tiba terlebih penampilan yang membuatnya harus mengelus dada.
"Haii .... kamu gak papa kan?" Ucup melambaikan tangannya lagi tepat di depan wajah Nada.
"Sejak kamu mengusap air matamu lalu tertawa pelan. Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan?"
Mendengar pertanyaan dari Ucup, Nada merasa sangat malu. Bagaimana bisa hal sekonyol itu bisa dilihat oleh orang lain. Semua ini karena Daddy Alan dan Daddy Keanu dalam Novel teh ijo yang baru saja dibacanya tadi.
"Memangnya apa yang sedang kamu tonton di hape kamu. Jangan bilang kamu sedang menonton film dewasa ya? Sebab itu kamu memilih untuk menyendiri di sini?" tebak Ucup.
"Sembarangan!" sentak Nada. "Enak aja nuduh orang nonton film kayak gituan. Jangan-jangan kamu sering nonton film kayak gitu disini ya? Wah ... parah!" lanjut Nada lagi.
"Enggak ... aku enggak pernah kok lihat Film kayak gituan. Tapi kebanyakan orang yang menyendiri di sini itu sedang nonton yang kayak gitu."
"Tapi ya gak semua orang bisa kamu samakan, Ucup .... ! Nih aku lagi baca novel Suamiku Diambil Orang karya teh ijo. Ceritanya seru tau!" Nada menyodorkan ponselnya kepada Ucup dan memperlihatkan apa yang sedang dibacanya.
Ucup yang melihat novel itu langsung membulatkan matanya dengan lebar. "Jadi kamu suka baca novelnya teh ijo ? Sama aku juga. Tapi belum baca novel terbarunya, karena masih baca novel yang judulnya Kau Khianati Aku, Kunikahi Kakakmu, meskipun receh tetapi novelnya menghibur," komentar Ucup.
"Tapi kamu itu laki-laki, Cup. Masa suka baca novel online, sih?" Nada terheran.
__ADS_1
"Lah, emangnya kalau laki-laki nggak boleh baca Novel? Banyak kok laki-laki yang hobi baca novel online. Tapi ya genrenya beda-beda. Kalau aku sih suka yang santai," jelas Ucup.
Bertemu dengan orang satu frekuensi membuat Nada merasa sangat nyambung saat mengobrol dengan Ucup. Cukup lama keduanya saling bertukar pikiran tentang novel-novel yang mereka baca di aplikasi Noveltoon. Bahkan Ucup juga mempunyai niatan untuk menjadi seorang author di aplikasi tersebut. Namun, sampai sekarang Ucup masih ragu dengan kemampuan yang dimilikinya. Dia sadar tidak mudah untuk menjadi seorang author, apalagi baru netes dan tidak punya pengalaman apa-apa.
"Kalau kamu memang hobi menulis, kenapa kamu harus takut? Tinggal niatmu saja. Semua Author juga memulainya dari nol. Jikapun saat ini mereka terkenal mungkin karena itu sudah rezeki mereka dan yang pasti adalah keberuntungan. Karena tidak semua orang akan mempunyai keberuntungan yang baik,"
"Jika aku menjadi Author, apakah kamu akan mendukungku?" tanya Ucup.
"Tentu saja, kamu sekarang kan temanku."
Mendengar kata teman, bibir Ucup langsung tersungging lebar. Tidak sia-sia selama ini Ucup mencari tahu tentang Nada. Dan akhirnya ... hari ini kata teman keluar dari bibir Nada.
"Jadi sekarang kita teman?" Ucup meyakinkan lagi.
"Iya. Kenapa? Kamu nggak mau berteman sama aku?"
"Enggak ... enggak! Bukan gitu. Aku senang banget kalau kamu mau berteman denganku."
Sepasang mata telah memperhatikan dua orang yang sejak asyik sendiri. Hampir 15 menit sepasang mata itu terus mengintai. Namun lama kelamaan dadanya terasa panas seperti sedang terpanggang. Dan sepasang kaki pun akhirnya melangkah untuk menghampiri dua orang tengah asyik membaca novel online.
"Hhmmm." Suara deheman membuat dua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara.
Bola mata Nada hampir terlepas saat melihat sosok yang lagi-lagi menemukan dirinya sedang bersama dengan Ucup. Bahkan rasanya sangat sulit untuk menelan ludahnya sendiri.
"Pak Shaka." Dua kata yang keluar begitu saja dari mulut Nada.
"Oh, jadi sekarang perpustakaan itu jadi tempat pacaran ya? Bagus .... besok akan saya angkat kalian berdua sebagai duta pacaran!" kata Shaka dengan dada yang terasa panas.
"Bu—bukan seperti itu Pak. Saya dan Nada tidak pacaran. Kami hanya teman saja. Saya dan Nada sedang bertukar bacaan tentang novel online kok, Pak." jelas Ucup dengan gugup.
Mata Shaka langsung menatap ke arah Nada dengan tatapan menusuk. "Kamu tahu jika sedang berdua dengan seorang laki-laki yang ketiganya adalah setan?" tanya Shaka dengan serius.
Kepala Nada hanya mengangguk dengan pelan seraya memberanikan diri untuk balas ucapan Shaka. "Iya tau, Pak. Jadi setannya Bapak, dong. Kan bapak yang ketiga."
"Nadaaaaaaa!"
__ADS_1
...~BERSAMBUNG~...