Pak Dosen Itu Suamiku

Pak Dosen Itu Suamiku
BAB 20 : Ramuan Tradisional


__ADS_3

Nada tidak tahu jika hari ini ada sebuah acara di rumah mertuanya. Nada baru mengetahui saat Shaka memberikan sebuah pakaian yang harus dipakai oleh Nada untuk menemani ibunya nanti.


"Kenapa harus pakai baju ini, Pak?" tanya Nada dengan herann.


"Gak tahu. Mungkin ibu mau couplean sama kamu. Udah pakai aja. Palingan cuma satu jam aja. Ibu suka gitu kalau ada arisan di rumah. Suka maksa semua orang untuk memakai pilihannya," jelas Shaka.


"Jadi hari ini Ibu ada arisan di rumah? Lalu apa hubungannya denganku, Pak?"


"Ya enggak tahu. Mungkin kamu mau dipamerkan kepada semua teman-temannya yang kemarin enggak sempat datang, karena sebagian teman ibu rumahnya jauh."


Nada pun hanya membuang kasar napasnya. Dengan berat hati Nada pun mengikuti apa yang diinginkan oleh ibu mertuanya. Ya anggap saja untuk saat ini Nada sedang menjadi menantu yang baik dan nurut.


Memakai baju kebaya rasanya seperti ingin kondang. Padahal hanya arisan biasa. Setelah siap berdandan Nada mendengar jika namanya telah dipanggil oleh ibu mertuanya untuk menanyakan apakah sudah siap atau belum. Dari dalam kamar Nada menjawab jika dirinya sudah siap. Dan tak lama pun pintu kamar terbuka.


"Masyaallah ... cantik luar biasa. Kalau dasarnya sudah cantik dipoles seperti apapun akan tetap cantik juga. Gak sia-sia juga pilihanku," ujar ibu mertuanya dengan sangat bahagia.


Nada hanya tersenyum malu saat mendapatkan pujian yang berlebihan dari sang ibu mertua.


"Ya udah, ayo turun. Di bawah udah ditungguin, mereka semua udah nggak sabar untuk melihat kamu. Nanti jangan grogi ya! Apapun pertanyaan yang diucapkan oleh ibu-ibu nanti, jangan diambil pusing. Mereka memang seperti itu," pesan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Iya, Bu."


*


*


Nada tidak menyangka jika acara arisan yang dikatakan oleh Ibu mertuanya itu layaknya sebuah acara hajatan, dimana semua orang memakai baju kebaya dengan warna yang sama. Jadi tidak heran jika Ibu mertuanya menyuruh Nada untuk memakai baju kebaya ternyata itu adalah baju seragam mereka hari ini.


Nada merasa jantungnya saat ditatap oleh para tamu. Bahkan baru selesai duduk di samping ibu mertuanya telinga Nada sudah mendengar bisik-bisik yang mengomentari dirinya.


Ya Allah sebenarnya ini acara apa, sih? Ada ya acara seperti ini? Ya Allah jauhkan hambamu dari golongan orang-orang yang suka berghibah ini


"Iya ... iya kami percaya kok! Selera Shaka memang tinggal. Dia tahu mana kualitas yang bagus untuk dibuahi. Semoga aja langsung netes ya," ucap salah seorang diantara sekian ibu-ibu yang hadir.


"Pasti langsung netes, lah. Bibit Shaka itu kan top cer," celetuk yang lainnya.


"Kalau gak top cer, nanti aku bisikin rahasianya. Menantuku satu tahun netes satu."


Rasanya tak sanggup untuk mendengarkan ucapan dari teman-teman ibu mertuanya. Rasanya seperti sedang di bully ketika mendapatkan pertanyaan keramat. Padahal belum ada satu bulan Nada menikah dengan Shaka, tapi pertanyaan sudah ngisi apa belum sudah di pernyatakan. Dengan bangga ibu mertuanya mengatakan sedang proses. Yang benar saja sedang proses? Buka segel aja belum, pikir Nada.

__ADS_1


Hampir dua jam lamanya Nada mengikuti serangkaian proses yang dikatakan arisan, tapi lebih tepat disebut dengan saling pamer. Karena semua yang datang akan memamerkan apa yang mereka miliki, termasuk mertuanya yang memamerkan Nada sebagai aset berharga miliknya.


"Nad, kalau capek istirahat aja. Oh iya, Nad, tadi ibu dikasih oleh-oleh sirup dari Arab Saudi dari teman ibu yang lagi pulang dari Umroh. Coba rasain dulu." Sang ibu mertua menyodorkan segelas air yang telah berisi dengan minuman berwarna kuning.


"Sirup?" cicit Nada yang melihat air didalam gelas layaknya kunyit asam yang sering di jual di pasar. "Kok kayak jamu kunyit asam, ya Bu?"


"Nah, itu dia. Ibu juga penasaran kok warnanya sama kayak jamu kunyit asem. Tapi rasanya lain. Cobain dulu deh!"


Dengan patuh Nada pun langsung meminum sirup yang diberikan oleh ibu mertuanya. Bahkan sekalipun sudah berpikir jika itu adalah jamu kunyit asam, tetapi Nada tetap meminumnya.


"Ayo abisin!" titah ibu mertuanya.


Karena merasa tidak enak dengan ibu mertuanya, Nada pun terpaksa menghabiskan minuman yang dikatakan sirup dari Arab, padahal rasanya hampir sama dengan jamu tradisional.


"Nah ... pintar sekali menantu Ibu," puji ibu mertuanya.


Misi pertama telah selesai. Selanjutnya tinggal mencari Shaka untuk minum ramuan ini juga. Anak kalau gak dipaksa gak ada usahanya. Dasar anak muda yang payah!


...~BERSAMBUNG~...

__ADS_1


Nanti part selanjutnya skip aja ya, takutnya puasanya kalian batal 😂😂😂


__ADS_2