
Hampir satu Minggu Nada tidak pernah lagi menghabiskan waktunya bersama sahabatnya. Dan saat ini adalah hari weekend dimana kuliah mereka libur. Menurut rencana yang telah dibuat, hari ini dua sahabatnya mengajak Nada untuk ke sebuah Cafe dimana band Reiner sedang manggung. Sungguh berita yang sangat bagus, tetapi Nada teringat kembali pada pesan suaminya jika akhir pekan ini mereka ada acara untuk pulang ke Surabaya. Dengan berat hati, Nada tidak bisa bergabung untuk meramaikan band Reiner saat mengisi acara.
Tubuh Nada terlihat sangat lemas hampir tak berdaya setelah menerima pesan dari sahabatnya. Mau bagaimana lagi, saat ini Nada harus terbang ke Surabaya demi mertua tercinta.
"Kenapa lemes? Kurang aqua?" Shaka tiba-tiba mengejutkan Nada dari belakang.
"Pak, kita batalin napa ke Surabaya-nya. Kita ganti hari gitu!" pinta Nada sambil merengek.
"Kenapa? Kamu ada acara? Acara apa? Sama Ucup?" todong Shaka dengan berbagai pertanyaan.
"Bukan, Pak. Tapi ini masalah cewek, Pak. Kila dan Syila ngajak aku main ke cafe," ujar Nada dengan apa adanya.
"Aku pikir akan ada acara lain, ternyata cuma ngeluyur ke Cafe. Kamu pikir tiket pesawat bisa di cancel? Gak bisa Nad! Semua persiapan udah didepan mata. Gak bisa kamu cancel gitu aja! Udah sana cepatan siap-siap!"
*
*
Hampir 2 jam berada di dalam pesawat, kini akhirnya Nada dan juga Shaka telah sampai Bandara Juanda. Kedatangan pasangan suami istri itu telah ditunggu oleh orang tua Shaka. Mereka sudah tidak sabar menyambut anak dan menantunya, terlebih sang ibu yang ingin segera memamerkan Nada pada teman-teman arisannya. Kali Maryam tidak akan diejek kapan Shaka menikah, karena saat ini Shaka, anaknya sudah menikah. Hanya tinggal satu permasalahan yaitu pertanyaan kapan punya momongan.
__ADS_1
Dan untuk menjawab pertanyaan keramat itu Maryam sudah menyiapkan jawabannya. Jelas saja masih diproses.
"Assalamualaikum," sapa Nada setelah bertemu dengan mertuanya yang telah menjemputnya.
"Waalaikumsalam." Kedua orang tua Shaka menjawab pertanyaan Nada.
"Shaka udah besar dan tau jalan pulang. Mengapa harus dijemput sih!" gerutu Shaka dengan rasa tidak terima karena tidak bisa nempel dengan Nada.
"Terserah Ibu dong! Kalau kamu enggak mau di jemput, ya udah kamu naik taksi aja sendiri, tapi Nada sama kami," ujar ibunya.
Helaan nafas panjang terdengar begitu berat. Bagaimana bisa sang ibu membawa Nada, sementara Nada itu adalah istrinya.
"Nah, udah sampai. Bapak sama Shaka bawa koper masuk, ya! Ibu sama Nada duluan!" titah sang ibu pemilik tahta tertinggi di rumah itu.
Kedua pria hanya mengiyakan saja apa yang diperintahkan oleh Ibu ratu mereka, karena jika ada satu kata yang terbantahkan makan siap-siap akan mendengarkan ustadzah berdakwah hingga sepanjang jalur rel kereta api. Panjang tanpa berujung.
Baru saja masuk, lagi-lagi Nada diterkejutkan dengan Ucup dengan penampilan Yusuf yang sedang duduk di sofa dan bercengkerama dengan keluarga besarnya.
"Assalamualaikum," seru ibu Sakha..
__ADS_1
"Walaikumsalam." Semua mata tertuju pada suara salam dan sosok yang berada di samping ibu negara.
Yusuf yang semula melihat kearah Nada langsung membuang pandangannya, ketika menyadari kedatangan Shaka dibelakang Nada.
"Masyaallah, penganten udah sampai. Sini duduk sini!" seru Wanita yang mempunyai wajah hampir mirip dengan ibu mertua Nada. Ya, dia adalah Maryani, ibu dari Yusuf.
Nada pun segera mengalami satu persatu orang yang telah menunggu kedatangannya. Semua keluarga Shaka menyambut kedatangan Nada dengan rasa bahagia, termasuk sang nenek yang masih sehat walafiat, meskipun harus berada di atas kursi roda.
"Kalian pasti capek. Sana istirahat dulu di kamar!" kata neneknya.
"Enggak kok, Nek. Nada enggak capek." Nada menolak karena merasa tidak enak jika harus beristirahat di kamar sementara semua anggota keluarga telah berbondong-bondong untuk menyambut kedatangannya.
"Oh iya, di Jakarta kamu pasti kenal sama anak Bulek kan? Ini dia namanya Yusuf. Pria paling tampan, tapi pemalu. Coba dong Nad, kamu kenalin Yusuf sama teman kamu, kali aja ada yang berminat dengan Yusuf," ucap ibunya Yusuf. Namun, seketika ucapan ibunya langsung dibantah oleh Yusuf.
"Ibu, apaan sih? Yusuf sudah punya calon sendiri!"
"Halah bohong! Kamu pikir ibu gak tahu kalau kamu itu masih jomblo," balas ibunya.
"Oh ... jadi Yusuf masih jomblo ya? Nada punya stok teman banyak, kalau mau Yusuf tinggal pilih aja, tapi jangan pakai topeng, Bulek." kata Nada sambil mengejek.
__ADS_1
...~BERSAMBUNG~...