
Setelah melihat bagaimana istrinya berjalan, Shaka pun berpikir ulang untuk pulang hari ini. Dia merasa tidak tega saat melihat Nada berjalan seperti babek. Entah bagaimana rasanya, karena saat ditanya tidak sakit. Nada hanya mengatakan seperti ada yang mengganjal di tengah-tengah area sensitifnya. Dalam hati yang terdalam Shaka merasa menyesal karena telah nyangkul dengan sangat berg4irah sehingga melupakan jika itu adalah bab pembukaan. Seharusnya Shaka tidak nyangkul berlebihan, karena akan membuat istri kesusahan saat ingin berjalan. Dan pada akhirnya Nada tidak berani untuk keluar kamar karena merasa malu.
"Kalau Pak Shaka mau pulang sekarang, pulang aja! Aku besok aja bareng sama Yusuf!" ujar Nada yang tidak ingin patuh pada suaminya. Untuk apa patuh jika dirinya menjadi korban keganasan kuda liar yang tanpa kenal lelah.
"Ya udah, kita tunda saja sampai besok. Kalau masih sakit, kami beristirahat saja nggak usah keluar. Atau butuh dikompres agar menghilangkan rasa sakitnya?" Shaka mencetuskan ide.
"Pak Shaka pikir demam, pakai di kompres segala? Semua ini karena keganasan Pak Shaka. Coba mainnya pelan-pelan dan gak rakus, pasti gak akan kayak gini! Kan aku jadi malu untuk keluar, Pak!"
Shaka menahan tawanya. Tidak bisa dipungkiri jika tadi malam dia bener-bener liar layaknya kuda liar. Keganasannya mampu melupakan jika itu adalah permainan pertama untuk Nada.
"Iya minta aku minta maaf. Lain kali gak diulangi kayak gitu lagi. Lain kali pasti akan lebih hati-hati dan pelan."
"Terlambat!" ketus Nada.
*
*
__ADS_1
Semua anggota merasa heran karena ketidakhadiran Nada saat melakukan sarapan pagi. Hampir semua anggota keluarga menanyakan mengapa Nada tidak ikut sarapan seperti biasanya. Dan Shaka hanya menjawab jika saat ini Nada sedang tidak enak badan.
Ingin terkejut, tetapi semua anggota keluarga hampir tahu apa yang telah terjadi tadi malam, karena suara Shaka yang menggema hingga membuat anggota keluarga lainnya ngelus dada.
"Makanya jangan langsung gas. Mentang-mentang udah bisa di unboxing, langsung di hajar terus," sindir ibunya.
Shaka langsung menelan kasar salivanya. Entah apa maksud dari ucapan ibunya, tetapi pikiran Shaka mengharap ada apa yang telah dilakukan yang tadi malam. Dalam hati dia bertanya-tanya apakah sang ibu sedang memimpin dirinya?
"Mbak, jangan gitu! Shaka kan jadi malu!" timpal ibunya Yusuf.
"Ya sudah gak papa. Ibu tahu apa yang sedang dirasakan oleh Nada, karena dulu Ibu juga seperti itu. Kamu sama bapakmu itu sama-sama gak peka. Harus dipaksa dulu baru mau unboxing. Udah jelas disuguhi barang halal, masih juga dianggurin!" kesal ibunya pada sang anak. Hanya satu-satunya anak yang bisa diharapkan untuk memberikan cucu, tapi proses aja nunggu di pancing. Untuk saja Ibunya tidak kehabisan akal untuk memancing agar Nada segera di unboxing.
"Bu!" tegur bapaknya Shaka. "Gak usah dibahas. Ada Ucup yang masih polos!"
"Eh .. jangan salah ya! Meskipun Ucup alias Yusuf belum menikah, tapi dia tidak sepolos yang kita pikirkan! Kalian akan terkejut jika tahu bagaimana sosok Yusuf yang kalian nilai alim ini." potong ibunya Yusuf.
"Ibu!" tegur Yusuf "Buka aib anak sendiri itu dosa. Mau ibu nanggung dosanya Yusuf. Kan itu udah berlalu. Jangan diungkit-ungkit lagi!"
__ADS_1
Shaka merasa penasaran dengan masa lalu Yusuf sehingga ibunya sendiri mengatakan jika Yusuf bukanlah orang yang polos. Apakah itu artinya Yusuf pernah melakukan hubungan terlarang sebelum halal.
"Cup, kamu udah main gituan? Astaghfirullahaladzim, Ucup! Aku gak nyangka ternyata kamu udah gak perjaka lagi," komentar Shaka.
Seketika Yusuf dan ibunya langsung menampik apa yang diucapkan oleh Shaka.
"Tidak!" ucap keduanya secara bersamaan.
"Jangan sembarangan nuduh anak Bulik gak perjaka, ya! Anak Bulik masih perjaka, hanya saja bibirnya yang sudah tidak perjaka lagi!"
"Ibu! sentak Yusuf yang kian merasa malu.
...~BERSAMBUNG~...
guys mampir juga ya kalau novel baru author yang berjudul Kisah Kita Belum Usai ( kisah ini menceritakan tentang Asha wanita single parent dan anaknya yang bernama Bunga.)
__ADS_1