Pak Dosen Itu Suamiku

Pak Dosen Itu Suamiku
BAB DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi jika salah seorang mahasiswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosennya. Sudah pasti jika mahasiswa itu harus keluar dari kelas yang sedang berjalan dan harus mengerjakan tugasnya dalam waktu yang telah ditentukan. Jik tidak maka hukuman yang terberat adalah berjemur di lapangan. Semua peraturan itu berlaku untuk semua mahasiswa tanpa terkecuali, sekalipun yang melanggar adalah Nada Istrinya sendiri.


Setelah dikeluarkan dari suaminya, Nada langsung menuju ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan dosennya. Ya, meskipun dia tidak yakin bisa mengerjakan tugas itu dalam waktu 30 menit tetapi, Nada berusaha mengerjakan tugas itu semaksimal mungkin agar dia tidak dijemur di lapangan.


Entah dari mana Ucup mengetahui jika saat ini Nada sedang mengerjakan tugas di perpustakaan. Diam-diam Ucup menghampiri meja Nada.


"Sepertinya suamimu itu sangat kejam, ya. Masa tidak ada sedikitpun keringanan untuk istrinya. Padahal masalah ini terjadi karena dia. Coba aja Iya nggak ngajak kamu ke Surabaya, pasti kamu tidak akan lupa jika mempunyai tugas yang harus dikerjakan. Bukan begitu, Mbak Nada?" Suara Ucup mengagetkan Nada yang sedang fokus untuk mengerjakan tugasnya.


Melihat seseorang yang sudah duduk di depannya membuat Nada merasa sangat terkejut terlebih pria itu tak seperti yang dilihat yang tadi pagi. Kini penampilan pria itu sudah berubah menjadi culun.


"Ucup," lirih Nada dengan rasa terkejut. "Kamu ngapain di sini?"


"Aku ingin membantumu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen kulkas itu. Sini biar aku bantu untuk mengerjakannya!" Ucup langsung mengambil kertas yang berada di tangan Nada.


"Kamu tidak usah takut jika merasa ditindas oleh dosen kulkas itu. Kamu cukup mengadu padaku, maka dosen kulkas itu tidak berani untuk bermacam-macam padamu," ucap Ucup.

__ADS_1


"Apa urusannya dengan mengadu padamu Kamu saja tidak bisa berkutik saat ditulis oleh dosen kulkas itu," cibir Nada.


"Ya, setidaknya aku juga bisa mengadu sama budhe Maryam kalau dosen kulkas itu sudah menindasmu, karena saat ini tugasku mengawasi kamu dan dosen kulkas itu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ucup, Nada hanya bisa membuang nafas kasarnya. " Terserah kamu aja deh, Cup! Yang penting kerjain tugas ini jangan sampai ada yang salah!" Nada memasrahkan tugas yang telah diberikan Shaka pada Ucup. Nada yakin jika Ucup bisa mengatasi tugasnya.


Karena saat ini tugasnya sedang dikerjakan oleh Ucup, Nada pun langsung membuka ponselnya untuk membaca novel online yang sudah beberapa hari tak dibacanya. Kali ini melanjutkan kembali untuk membaca novel yang berjudul Kisah Kita Belum Usia. Novel dari author teh ijo. Author favorite Nada.


"Kamu kenapa, Mbak?" tanya Ucup saat melihat Nada hanya senyum-senyum sendiri saat menatap layar ponselnya.


"Oh .. apakah teh ijo punya Karya baru lagi? Aku belum sempat baca."


"Kayaknya belum ada deh. Tapi biasanya awal bulan ada karya baru. Aku gak sabar abis nunggu novel barunya," terang Nada.


Nada dan Ucup adalah orang yang sama-sama memiliki hobi membaca, tidak salah jika keduanya lebih nyambung saat diajak membahas masalah novel, terlebih keduanya adalah fans dari Author teh ijo.

__ADS_1


Hampir satu jam Nada menghabiskan waktu di dalam perpustakaan. Siapa yang menyangka jika dua orang sahabatnya akan menyusul Nada ke perpustakaan. Dan saat melihat Nada sedang duduk bersama dengan Ucup, kedua sahabatnya langsung mendelik dan langsung menghampiri Nada.


"Ya ampun Nada .... kamu ngapain disini sama si cupu ini?" protes Kila yang merasa geli saat melihat Ucup. Bahkan Kila juga bergidik geli saat melihat penampilan Ucup.


"Nada ... kamu kok bisa duduk diisi sama dia sih? Nanti kalau pak Shaka tahu gimana?" celetuk Arsyila.


Nada dan Kila pun langsung menoleh secara bersamaan. "Apa urusannya sama pak Shaka?" tanya Kila dengan heran.


"Kok jadi bawa-bawa dia sih? Gak ada hubungannya, Syila!" Nada mencoba memberi isyarat kepada Arsyila agar sahabatnya tidak berbicara lebih lanjut mengenai hubungannya dengan dosen kulkas itu.


"Aku bukan monster, jadi kalian gak usah takut untuk menatapku!" ujar Ucup yang menyadari jika kedua sahabat Nada merasa geli saat melihatnya.


...**...


...~BERSAMBUNG~...

__ADS_1


__ADS_2