
Baru saja duduk di mejanya, dua orang sahabat langsung datang menghampiri Nada. Tentu saja keduanya ingin menanyakan mengapa akhir-akhir ini Nada sering menghilang tanpa kabar. Bahkan sering tidak masuk kuliah. Padahal biasanya Nada paling rajin datang ke kampus, meskipun pada akhirnya dia harus bolos.
"Jawab dengan jujur, kamu kemarin ke mana? Dan mengapa ponsel kamu tidak bisa dihubungi. Apakah kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari kami?" todong Kila.
"Apaan sih? Aku baru datang udah diintrogasi. aja!" gerutu Nada.
"Tapi kamu emang harus introgasi karena akhir-akhir ini kamu sangat mencurigakan," lanjut Kila lagi.
"Aku kemarin gak enak badan, jadi aku libur." Nada berdusta.
"Halah ... alasan aja! Terus kenapa hape kamu gak aktif? Chat aku juga gak kamu balas dari tiga hari yang lalu!" protes Kila lagi.
Seketika Nada barumenyadari jika saat ponselnya tertinggal di mobil Shaka.
"Kenapa diam aja? Mana hape kamu!" Kila menyodorkan tangannya untuk meminta ponsel milik Nada.
Dengan tawa pelan, Nada pun menjawab, "Hapeku ketinggalan di rumah."
__ADS_1
Bola mata Kila langsung memulai dengan lebar. Bisa-bisanya nggak ada ke kampus tidak membawa ponsel. Itu tidak mungkin!
Karena tidak percaya dengan ucapan Nada, Kila memutuskan untuk menggeledah milik Nada. Dan ... akhirnya Kilaharus menelan rasa kecewanya karena tidak menemukan ponsel milik Nada di dalam tasnya.
"Jadi kamu serius gak bawa hape? Kok bisa sih? Aneh banget! Biasanya kan kamu gak bisa jauh dari hape!" gerutu Kila dengan rasa kecewanya.
"Sudahlah, Kil. Mungkin Nada tadi lagi buru-buru, makanya dia melupakan hapenya," tegur Arsyila.
"Syil, kamu kok malah belain Nada, sih? Kita itu lagi mau mengungkap sebuah rahasia yang sedang disembunyikan oleh Nada. Jangan dibela napa?" Kila merasa tidak terima karena Arsyila membela Nada.
"Aku gak belain Nada, Kil. Tapi, siapa tahu kan emang Nada lagi buru-buru terus gak inget sama hapenya. Coba kalau kamu di posisi Nada, gimana coba?"
Maaf Nad, bukan aku tidak percaya pada kamu. Tapi aku hanya ingin memastikan apa yang sedang kamu sembunyikan dariku
Tak berapa lama, sang dosen yang tak asing bagi para mahasiswanya telah masuk ke dalam ruangan. Entah angin apa yang berhembus sehingga pagi ini sang dosen menyapa para mahasiswanya sedang senyum yang mengembang luas di bibirnya.
"Selamat pagi semuanya. Alhamdulillah kita masih bisa berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat wal afiat. Bagaimana apakah sudah siap untuk presentasi pagi ini?"
__ADS_1
Mendadak kepala Nada loading untuk sejenak. Bagaimana bisa dia melupakan akan tugas presentasi untuk pagi ini. Dilihat ke kanan dan kiri semua teman-temannya merasa tenang dan tak satupun yang memprotes ucapan dosennya.
Tamatlah riwayatku! Kenapa aku bisa sampai melupakan tugas keramat itu, sih? Duh ... aku harus bagaimana?
Nada terlihat gusar karena dia sama sekali tidak membuat tugas yang diberikan oleh Shaka. Bagaimana bisa mengerjakan tugas, jika waktu liburnya digunakan untuk keluar kota untuk menemui keluarganya.
Sesekali Nada melirik kearah sang dosen yang tengah tersenyum tipis sedang melihatnya.
Apakah pak Shaka memang sengaja ingin menghukumku karena kejadian tadi pagi? Awas aja kalau aku sampai di kasih hukuman! gerutu Nada dalam hati.
"Satu lagi ... saya tidak menerima satupun alasan dari kalian yang tidak mengerjakan tugas ini. Bagi yang tidak mengerjakan silahkan tinggalkan kelas ini! Pintu keluar sangat dibuka dengan lebar!"
Kika dan Arsyila langsung menoleh kearah Nada.
"Nad, kamu udah ngerjain tugasnya kan?" bisik Kila. Namun, Nada hanya nyengir kuda.
"Astaga Nada ... jangan bilang kamu gak ngerjain tugasnya," sambung Arsyila.
__ADS_1
"Iya. Aku lupa."