PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
11. PENGECUT


__ADS_3

Gerbang kota pagi ini begitu meriah, selain orang-orang yang sedang mengantri,


juga ada sebuah insiden kecil, yaitu aksi ugal-ugalan dari seorang remaja dengan cara menunggangi kuda.


"TIDAKKKKKKKK...." Teriak histeris seorang bumil ketika melihat seekor kuda nyaris menabraknya.


si penunggang bukan minta maaf dan mengakui kesalahan, malah tampak lebih emosi dari pada pasutri yang nyaris menjadi korban.


Semula jaka tidak perduli dan bersikap acuh dengan kejadian itu, demi menghindari jadi pusat perhatian yang tidak penting.


tapi melihat tingkah sang penunggang yang semakin menjadi-jadi dan tidak adanya petugas yang bertindak.


mau tak mau dia pun turun tangan.


"Sialan, pada makan gaji buta ni orang" desah jaka.


"BUAKHHHHHHHHH"


"BOOOOOOM"


Tubuh si penunggang terhempas cukup jauh dari tempatnya berada.


Melihat itu para prajurit bergegas untuk bertindak,


tapi bukan mengadili si penunggang, mereka justru bergegas untuk menyelamatkan.


"Hahhh ?" jaka terperangah.


Parahnya prajurit yang lain justru mengepung jaka.


"jangan bergerak"


teriak salah satu prajurit yang mengelilingi jaka sambil mengacungkan senjata.


para prajurit kerajaan itu berbaris rapi dengan posisi siap siaga.


Namun,


Orang-orang yang melihat disekitar malah merasa aneh, sebab remaja yang sedang di kepung itu malah santai dan nyengir kuda tampak kebingungan.


"Aduh... darah muda kasian kau" bisik-bisik orang di sekitar berkomentar dengan nasip malang yang menimpa jaka.


"mampus dia pasti"


"iya pasti"


"salah sendiri asal mukul"


"yah... dia datang dari luar gak tau dia siapa yang barusan dia pukul"


.... begitulah para komentator dadakan mengawasi dari pinggir panggung memberi komentar.


"wuuuuung DARRRRRRR" Sesuatu terjun bebas entah datang dari mana dan juga apa itu.


Debu-debu bertebaran menutup pemandangan.


dan beberapa saat kemudia debu-debu itu menghilang dan menilai dari seragam yang di kenakan, jelas orang tersebut berpangkat yang cukup tinggi.

__ADS_1


"SIAPA YANG BERANI BUAT KEKACAUAN DISINI ?" pria itu berteriak.


jaka masih terlihat santai, dengan kedua tangan bersilang di depan dada dan mata berbinar dia melihat sosok yang datang.


karena tidak ada yang menjawab, pria itu kembali berteriak dan kali ini ia sambil mengeluarkan tenaga dalam bermaksud untuk mengintimidasi sekitar.


"SIAPA YANG MELAKUKAN INI ?" ujar pria itu dengan emosi yang meluap.


"Gak usah teriak, aku disini" jaka santai sambil melepaskan aura membuat lelaki itu menjadi tambah garang.


"BAJINGAN... KU HABISI KAU" kembali pria itu berteriak marah usai melirik sang penunggang yang sudah di gotong oleh para penjaga.


"BOOOM"


Sebuah hentakan kaki dan pria itu pun melesat menghampiri jaka.


Dia mengalirkan seluruh tenaga dalam ke lengan kanan, bermaksud memukul jaka dengan tinjuan.


namun sayang kehebohan yang dia buat tak seperti yang di harafkan,


yah memang realita tak selalu sejalan dengan ekspektasi.


jaka melompat keluar dari kepungan menghampiri lawan dan dengan sebuah tendangan.


"BOOOOM"


debu kembali bertebaran dan tak lama kemudian sosok tadi tampak dalam posisi mengenaskan.


tubuhnya tergeletak di sebuah kawah yang lumayan besar.


anak kecil pun bisa menebak jika kawah itu terbentuk berkat dari hantaman yang sangat keras.


"Dahsyat"


"Ngeri" ...para komentator kembali memberikan penilaian.


"Sialan dia ternyata ahli" kasak kusuk para penonton melihat di tepi.


"Maju kalian semua" Mendapat tantangan dari seorang pendekar yang usianya lebih muda membuat dada bergemuruh, tapi melihat kemampuan yang sudah dia tunjukkan justru menahan mereka untuk bergerak.


"Si-sialan"


"Ba-bajingan"


sumpah serapah terdengar dari para penjaga, namun tidak ada yang berani menyerang maju barang selangkah pun.


"Aih... apa ini dasar kalian pengecut" decak jaka kesal karena provokasi yang dia lontarkan tak cukup untuk membuat lawan maju menyerang meski terlihat jika mereka berang.


Disaat yang sama di dua tempat berbeda,


Kabar tentang kehebohan yang terjadi di gerbang kota ternyata luman menyita perhatian.


Karena nya kabar itu pun segera di sampaikan kepada dua orang itu oleh anak buah mereka masing masing.


"APA ?" mereka sama sama terkejut,


Tapi reaksi yang di tunjukkan berbeda.

__ADS_1


saat mendengar laporan tadi yang satu bertanya "Siapa yang menyebabkan kekacauan ?"


Sedangkan yang lain bertanya "Apa yang menjadi penyebab kekacauan ?"


dan tentu saja sebagai anak buah, mereka pun menjawab nya dengan se akurat mungkin.


sebuah kilatan mata tampak dari keduanya.


Kembali ke gerbang kota,


Disaat jaka sedang bertarung dengan para pasukan yang semula mengepungnya banyak pasang mata menonton dan memperhatikan dari tepi panggung pertarungan.


diantara para penonton ternyata juga ada artur bersama ketiga rekannya.


Dia cuma melihat dan terus memperhatikan dengan wajah begitu ceria.


"Ahaaa haa haaaa Bisa-bisanya orang ini membuat masalah" komentar artur


"lalu bagaimana dengan kita pang...eh ketua ?" camelia bertanya, gugup nyaris dia membongkar identitas.


"hemzzz..." artur cuma melirik sebentar lalu kembali melihat keributan yang di buat oleh jaka.


"Menurutmu?" artur bertanya tanpa menoleh lagi.


"Baiknya kita tidak usah ikut campur ketua" usul argus.


"saya juga sama" jhonson mengemukakan pendapatnya juga.


"kita perhatikan dulu untuk sementara, tapi kalau bagus kita juga harus ikut untuk memeriahkan pesta. hahaaaa"


ketiga pengawal artur hanya saling pandang mendengar ucapan artur barusan.


satu persatu para penjaga itu di lumpuhkan oleh jaka tanpa kesulitan.


"aih... dasar kalian ini, kerja cuma makan gaji buta" desah jaka sambil melempar salah satu penjaga yang tersisa ke tumpukan penjaga yang sudah dia kalahkan.


"Ada lagi ?" jaka bertanya santai.


"si-siapa ka-kamu ?" Tanya salah satu penjaga yang tergeletak di tumpukan kawanannya setengah sadar.


jaka seolah terkejut, lalu dengan sebuah senyum dia menjawab pertanyaan "aha... aku lupa memperkenalkan diri"


"uhukk uhukkk perkenalkan nama saya jaka satria, saya seorang pangeran pengembara dan baru-baru ini saya dapat julukan baru yaitu pendekar singa perak. ohoo hooo" jawab jaka dengan nada sombong dan bergaya ala mc di sebuah sirkus.


"uhhhhh...." artur dan jonson saling pandang mendengar jawaban jaka.


keduanya menggeleng pelan, lalu terbahak-bahak, mengingat julukan yang terakhir adalah jhonson yang membuatnya dan mereka tidak mentangka kalau itu akan menjadi jargon dari banyolan seorang pendekar sengklek yang ada di sana.


mendengar ada yang tergelak tawa saat jaka usai memperkenalkan diri, otomatis itu akan menyita perhatian.


tak luput juga jaka untuk mencari sumber tawa dan jaka terkejut dengan wajah berseri saat melihat sumber tawa.


"yohooooo.... hai kalian apa kabar ?" lambai jaka ke arah rombongan artur.


karena tak menyangka kalau mereka akan menjadi sumber perhatian, artur beserta kawanannya langsung buru-buru pergi meninggalkan lokasi tanpa menoleh.


"Aih... dasar mereka ini, benar-benar pemalu" Desah jaka saat melihat kawanan artur meninggalkan lokasi.

__ADS_1


... "BERSAMBUNG"...


__ADS_2