PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
13. RESEPSIONIS YANG MALANG


__ADS_3

Saat matahari meninggi langit, violetta dan para anak kecil tiba di sebuah toko. Di atas pintu tertera sebuah nama..


"ASOSIASI PERDAGANGAN" salah seorang anak kecil membaca restplang toko yang cukup megah.


"iya akhirnya kita sampai" jawab Violetta dengan senyum ramah.


"Sela...." ujar resepsionis menyambut tamu tapi perkataannya belum di selesaikan karena melihat siapa yang datang.


"aih... hust hust hust pergi kalian dari sini, kami tidak menerima pengemis" usir nya karena menilai penampilan dari para pengunjung.


"wei siapa kamu, berani sekali mengusir kami" Violetta tersinggung dengan sikap yang ditunjukkan oleh resepsionis.


"Hei kamu itu ngaca dulu kalo mau masuk sini, coba lihat penampilan lusuh kalian itu" ejek si resepsionis.


banyak mata yang semula acuh, beralih memperhatikan mereka karena ucapan dari sang resepsionis.


"ada apa ini ?"


"uh apa sih ?"


kasak kusuk terdengar dari para pengunjung yang ada di sana.


Violetta kali ini benar-benar tersulut emosi, tampak telapak tangannya mulai memutih.


"pengawal usir mereka, berani sekali mereka mengotori tempat ini" sang resepsionis memanggil pengawal tak menyadari akan perubahan dari telapak tangan Violetta.


sesaat kemudian dua orang pengawal yang bertugas sebagai penjaga di toko itu pun sampai dan bersamaan dengan itu juga tubuh dari sang resepsionis terpental jauh keluar toko.


"a-apa?"


"siapa itu?"


"siapa yang berani melukai karyawan dagang"


"kenapa tuh orang"


Lagi dan lagi kasak kusuk terdengar.


"Berani sekali karyawan baru buat keributan di toko ini" orang yang tadi meninju sang resepsionis bergumam kesal.


sedangkan semua yang ada disana cuma bisa melongo karena terkejut.


"Tu-tuan uhukkk" sang resepsionis memuntahkan seteguk darah.


"Mulai hari ini kamu saya pecat dan mulai hari ini kamu saya blacklist" pria yang di panggil tuan berucap tegas.


"apa.. kenapa tuan, apa salah saya?" sang resepsionis tidak terima


dua penjaga yang baru saja sampai tadi cuma diam membisu, sedangkan violetta tampak mulai mengembalikan ketenangannya.


"kamu fikir kamu siapa berani sekali mengusir ponakkan saya hah ?


dan apa kamu tidak tahu jargon dari asosiasi perdangan ?


kami tidak pernah memandang siapa selama mereka memiliki etika baik untuk berbelanja di sini,


kecuali...

__ADS_1


kecuali lantai elit, karena disana memang di khusus kan untuk para saudagar" ci mei mei berucap dari lantai atas.


mendengar itu tak ayal semua yang ada di sana terkejut, ternyata orang yang baru saja di hina oleh mantan karyawan itu adalah ponakan dari pemilik toko ini.


dan mereka juga tersentuh akan ucapan untuk tidak membedakan siapa itu pengunjung yang datang kecuali lantai yang berada paling atas.


"a aku di di pecat... aku di pecat, semua usahaku untuk bisa bekerja di asosiasi di hancurkan oleh para sampah ini" gumamnya pelan bahkan terdengar seolah berbisik.


Karena emosi telah menutupi akal sehat, pilihan akhirnya adalah...


"MATI KALIAN BAJINGAN" teriak nya sembari berniat menyerang salah satu dari kawanan bocah yang ada di dekatnya.


Beruntung violetta menyadari itu, dia lalu melepaskan panah dengan cepat bahkan pendekar ahli pun akan sulit untuk melihat gerakannya.


"wushhhhh


JLEBBBB"


"AHHHHHHHHHH" Teriak nya histeris saat busur panah yang di lepas oleh violetta menembus telapak tangannya.


penderitanya tak hanya sampai disitu, setelah melepas panah vio langsung melesat maju melepaskan pukulan ke arah dada lalu ke perut setelah itu ke dagu hingga menyebabkan lawan terjengkang kebelakang dan sebelum tubuh itu terhempas ke lantai Violetta melepaskan tendangan yang sangat keras hingga tubuh yang tak berdaya itu pun terlempar jauh menghantam dinding bangunan yang ada di luar bangunan asosiasi.


"BOOOOM


Uhukkk"


darah segar mengucur di sela bibir.


"ku beri tahu kamu anak haram, aku cuma bisa memberikan kelonggaran untuk mu itu satu kali.


karena kamu telah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ku berikan,


akhir darimu..." Violetta yang sedang geram akhirnya meluapkan emosi yang sedari tadi dia tahan.


sebuah busur panah melesat tepat menembus dada.


"...ADALAH MATI"


"Aih... angkat mayat nya dan bereskan" ko shi long memberi perintah ke petugas keamanan.


"Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya para pengunjung sekalian, semua akan kami bereskan dan silahkan anda semua melanjutkan keperluan kalian.


sebagai permintaan maaf kami yang tulus atas gangguan yang baru saja terjadi, kami akan beri kalian semua discon sebesar 10% all parian.


sekali lagi saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya" sambut ci mei mei yang kini memunculkan wajahnya dari balik tirai jendela ruangan pribadi nya.


"kamu tidak apa-apa kan ?" Violetta berbasa basi ke anak kecil yang menggigil.


"hufff" ia menghela nafas berat melihat hal itu,


"kalian semua ayo ikut aku" ajak ci mei mei kepada rombongan menuju ke lantai paling atas dimana itu adalah ruangan khusus.


setelah sampai di dalam ruangan, mereka pun mulai bermanjakan diri.


"jadi kalian ini korban penculikan lalu di bebaskan oleh beberapa orang dan orang-orang yang membebaskan kalian lalu terlibat perkelahian dengan kami begitu ?" langit bertanya usai menyesap teh hangat


"i-iya kak" jawab salah satu anak kecil

__ADS_1


"oalah...kok gitu!" Violetta mengeluarkan pertanyaan yang tidak perlu di jawab.


"Hahaha sepertinya terjadi kesalah fahaman di sini" ko shi long terbahak-bahak


"hihihi iya sepertinya" ci mei mei membenarkan.


di saat mereka sedang terlibat perbincangan seru, terdengar ketukan di pintu.


"siapa ?" ci mei mei bertanya.


"saya nyonya" jawabnya.


"masuk" ko shi long memberi izin pengawal kepercayaan nya itu.


"ada apa ?" tanya ci mei mei saat pria itu sudah di dalam ruangan.


"Kabar buruk tuan, sepertinya den jaka sedang terlibat perseteruan di gerbang kota"


"Aduh anak ini" desah langit, Violetta, ci mei mei dan ko shi long bersamaan.


"coba jelaskan" pinta ko shi long


pengawalnya itu pun segera menceritakan semua yang dia lihat tentang kekacauan yang sudah di buat oleh jaka di gerbang kota.


"Tuh kan apa kataku, dia mah orang nya gak bisa di lepas" kesal Violetta menghentakkan kakinya kelantai dengan kasar.


"Ayo kita ke gerbang" ajak langit sambil berdiri.


"ayo" Violetta pun ikut berdiri karena khawatir.


Sebelum pergi Langit berpesan,


"paman dan bibi kalian tidak perlu ikut. disini saja".


"ya sudah kalau begitu, tapi kalian harus hati-hati" pesan ci mei mei khawatir.


Langit memberi wejangan itu bukan karena apa, dia sadar kalau asosiasi turun tangan masalah ini bisa jadi besar.


karena pengaruh yang di miliki asosiasi dimana mereka memiliki cabang hampir di seluruh kota besar.


cukup di sayangkan kalau mereka harus menutup salah satu lokasi tempat mereka berbisnis ini karena sudah bersinggungan dengan pasukan kerajaan.


tapi tentu saja karena ini menyangkut masalah dari salah satu orang yang tinggal di desa tersembunyi kabut racun, dimana tempat ko shilong dan ci mei mei tinggal sebenarnya.


mereka pun tidak akan tinggal diam.


"haia....Berani sekali mereka macam-macam" geram ko shi long.


"shi lee.." panggil shi long


"iya tuan" shi lee menjawab


"pilih orang-orang kita yang handal, bantu mereka di gerbang kota dan ingat ini misi rahasia jangan ada yang tahu kalau kalian dari asosiasi"


"Siap tuan, saya undur diri"


"iya dan hati-hati, kembali lah dengan keadaan sehat wal afiat, tanpa kurang sedikit pun" ko shilong memberi amanat kepada bawahannya sebelum pergi.

__ADS_1


..."BERSAMBUNG"...


__ADS_2