PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
18. QUEENZA ODDETA ISABEL


__ADS_3

Dini hari yang dingin tubuh jaka mulai merasa kram, dia bangun dari tidur dengan keadaan letih.


sayup-sayup mata nya melihat wanita yang tengah tertidur di seberang.


"Vi..vio.. Violetta" tanpa sadar air melintas hangat keluar dari sela mata.


jaka buru-buru beranjak dari tempat bermaksud untuk memeluk sosok yang masih terlelap itu.


namun,


beruntung beberapa centi lagi tangan jaka akan memeluk tubuh wanita cantik itu akal sehat menyadarkan nya.


"uhhhh..." jaka meringis hampir saja dia peluk wanita yang tidak di kenal itu.


beberapa saat jaka memandangi nya,


wajah,


bentuk fisik wanita yang ada di hadapannya ini nyaris serupa.


tapi kalau di lihat lebih seksama mereka memang berbeda.


khususnya warna kulit dan juga warna rambut, selain itu buah dada milik Violetta sedikit lebih kecil di bandingkan wanita ini dan matanya lebih teduh.


"Huftttt...apa yang aku fikirkan, toh terlihat jelas perbedaan mereka" jaka bergumam.


"uhhhhh..." wanita yang tertidur itu merintih di alam bawah sadarnya.


"eh.." jaka begitu terkejut karena tak enak hati telah mengganggu istirahat wanita itu, jaka pun beranjak menjauh.


seperti biasa jaka mulai berolahraga melenturkan badan, sebelum memulai pelatihan layaknya saat kebiasaan dia sehari-hari.


jaka tidak menyadari kalau wanita yang sedang tiduran itu telah terbangun sesaat sebelum jaka mendekat dan dia telah memperhatikan jaka sedari tadi dengan perasaan cemas.


di dalam selimut sebuah ranting yang cukup tajam di genggamnya dengan erat, mengantisipasi jika pria yang tidak di kenal itu menyentuhnya.


sepanjang jaka berlatih wanita itu diam-diam memperhatikan, tentu saja dia masih dengan posisi berpura-pura masih terlelap.


dan setelah cukup lama dia mengamati, dia pun menilai kalau pria tersebut tidak ada niat jahat.


selain itu dia juga mulai berfikir dengan jernih, andaikan pria itu memiliki niat tercela, tidak mungkin dia akan membantu dan juga bukan kah lebih baik melakukan itu saat dia masih belum di obati karena dia tidak akan mungkin bisa melakukan perlawanan.


Queenza oddeta isabel seorang putri dari sebuah kerajaan yang saat ini berjaya. saat ini terbaring di hutan belantara dengan seorang pria yang tidak di kenal.


Andai itu di ceritakan oleh seorang penyair jalanan, siapa yang akan percaya dengan keadaan nya saat ini.


tapi fakta berkata lain,


dia sendiri jika suatu hari akan bernasif seperti ini.


Ayah nya sang raja selatan mengirim dia kesebuah kerajaan kecil yang dulunya berada di daerah kerajaan utara.


Dengan runtuh nya kerajaan utara, wilayah nya pun menjadi tanah jajahan kerajaan selatan.


tapi . . .


perjalanan queenza tak semulus yang di harafkan.

__ADS_1


di tengah perjalanan karapan di sergap oleh kawanan bandit, Beruntung dia sempat berhasil melarikan diri.


meskipun dengan keadaan yang cukup mengenaskan.


semua pasukan yang ikut bersama nya gugur dan ketiga pengawal pribadinya entah bagaimana keadaan mereka saat ini.


Ruby, Roger dan fany.


setidaknya dia yakin kalau mereka bertiga akan baik-baik saja, karena dia tahu sekuat apa ketiga orang itu.


Ruby seorang wanita cantik berambut pirang seumuran dengan queenza, bertubuh mungil dan berwajah manis. Tapi jangan remehkan karena fisiknya sangat lah kuat dan senjata andalannya adalah arit yang cukup besar. pakaiannya mirip dengan malaikat maut tapi berwarna merah darah.


Lalu selanjutnya adalah roger dia adalah kakak dari rubby, memiliki fisik yang kuat serta insting yang sangat tajam dan senjata andalannya adalah crosbrow serta cakar menyerupai cakar serigala.


tubuhnya kekar dan ada bekas luka menyilang didada, namun warna rambut nya hitam sama dengan warna rambut milik sang ayah.


keduanya adalah anak jendral paquito, seorang jendral yang berada di sisi ibunya queenza.


Soal kesetiaan ? jangan di tanya, mereka turun temurun memang mengabdi ke ki keluarga ki harit.


Lalu yang terakhir adalah fany, wanita yang cantik dan juga ****.


seumuran dengan Roger, rambutnya hitam lurus sebahu, tubuhnya cukup tinggi juga kecil, gerak kan nya sangat lah cepat.


instingnya juga cukup tajam, adapun senjata andalannya adalah duo pedang.


ketiganya adalah pengawal kepercayaan queenza, mereka bersama sejak mereka masih kecil.


"hufttttt..." jaka mengakhiri aktifitasnya.


Tampak matahari mulai menyingsing dan embun pagi mulai menepi.


"Oh hai kamu sudah bangun" sapa jaka saat mata keduanya bertemu pandang.


Queenza hanya mengangguk pelan.


Jaka tidak begitu perduli pertanyaannya yang cuma di balas dengan anggukan karena dia tahu persis bagaimana pun juga mereka belum saling kenal.


"ayo bangun, ini ada ayam hutan yang tadi ku panggang saat berburu" jaka menawari "mungkin sudah masak"


jaka memang sempat tadi saat berlatih memanah menangkap ayam hutan yang ada di dekat mereka dan lalu memanggangnya.


"A-air" suara queenza bergetar


"oh eh i-ini hahaaa" jaka sedikit malu sambil mengulurkan salah satu bambu yang berisi air sungai yang dia ambil kemarin sebagai bekal.


"Te-terima kasih"


"ya" jaka menjawab singkat sambil mengelap tubuhnya yang basah oleh keringat.


"jaka nama ku jaka prakoso" jaka memperkenalkan diri sambil menikmati ayam hutan panggang miliknya.


Jaka yang sudah banyak belajar dan juga sudah terbiasa berburu, sejak di desa tersembunyi itu dia belajar mandiri tentu saja dia cakap dalam mengola dan mencari bumbu agar masakan yang akan dia santap menjadi sedap.


Aroma ayam panggang yang menyerbak, melunturkan ego queenza yang semula enggan mengecap masakan dari orang yang belum di kenal.


Dia menyobek sedikit daging bagiannya yang tadi sudah di siapkan oleh jaka.

__ADS_1


dia pun terkejut saat memakannya dan tidak malu-malu lagi.


"Queenza oddeta isabel" queenza memperkenalkan diri dengan nada sedikit pelan, berharaf pemuda yang tengah sarapan bersamanya itu tidak mendengar.


jaka tersenyum melihat tingkah oddeta yang malu-malu saat akan mencicipi hidangan.


tapi sesaat kemudian jaka terdiam saat mendengar queenza memperkenalkan diri dengan nama lengkap.


melihat reaksi jaka, quenza sedikit waspada.


"jangan-jangan orang ini adalah salah satu dari para bandit semalam" quenza membatin "Tapi kenapa dia menyelamatkan ku ?"


jaka masih terdiam meski telah beberapa saat berlalu.


"atau dia semalam menyelamatkan ku karena dia tidak tahu kalau aku adalah target mereka" pertentangan batin quenza, yah tentu saja itu hanya dia dan tuhan yang tahu akan percakapan itu.


"Queenza oddeta isabel" gumam jaka pelan lalu melirik santai ke arah queenza.


tapi reaksi quenza justru semakin waspada, lirikan jaka dimatanya justru seolah delikan seekor rubah yang berniat memangsa.


dengan hati-hati dia pun meningkatkan kewaspadaan sambil terus menyantap ayam yang saat ini sudah habis setengah.


"Tuh kan lihat reaksinya, seperti kucing yang lagi melihat ikan aja" batin queenza


Jaka yang melihat reaksi queenza faham kalau wanita yang di depannya itu sedang tidak nyaman.


karena merasa tidak enak hati dengan reaksi yang tampak tidak nyaman, jaka pun tersenyum dengan senyuman termanis yang dia miliki.


tapi queenza justru semakin waspada,


"Lihat dia mulai bereaksi, ini bahaya" batin quenza lagi "apa lebih baik aku melancarkan serangan duluan ya biar dia tau apa resikonya berani berfikir macam-macam kepadaku"


QUEENZA menatap tajam jaka bersiap menyerang menggunakan tusuk konde yang sekarang dia pegang.


"lah..." jaka heran dengan ekpresi gadis yang dia selamatkan semalam.


"oke dia sudah mulai bersiap melancarkan aksinya" lagi-lagi queenza berbicara dalam hati sambil terus mengawasi jaka "aku harus menyerang dia sebelum dia siap dengan serangannya"


jaka yang masih kebingungan beralih acuh dan berniat secepatnya menghabiskan makanan.


"Dasar aneh" gumam jaka pelan, baru saja dia menggigit ayam yang di genggam.


"WUSHHHHH" tulang ayam melesat cepat ke arahnya


tampak queenza pun menyusul serangan menggunakan tusuk konde.


"MATI kau bajingan"


......


apakah yang akan terjadi ?


apakah kesalah fahaman di antara mereka bisa diluruskan ?


apakah jaka berhasil menghindari serangan dari wanita aneh itu ?


bagaimana kelanjutannya ?

__ADS_1


... "BERSAMBUNG"...


__ADS_2