PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
17. GADIS CANTIK DI HUTAN RIMBA


__ADS_3

Langit telah menjadi gelap,


bulan dan juga bintang muncul dengan udara yang dingin, khas udara malam di musim kemarau.


Apa yang terjadi di gerbang kota kerajaan bulan sabit ternyata lumayan menyita perhatian publik.


Dengan perjuangan yang sangat keras akhirnya jaka berhasil selamat dan Berkat kejadian itu nama nya mulai banyak di perbincangkan oleh orang-orang.


Bagi mereka yang mengingatnya sebagai pangeran pengembara sang pendekar singa perak, di mata mereka dia adalah pendekar gagah penyelamat orang-orang yang lemah.


Dimata mereka jaka adalah orang yang berani menantang luas nya lautan jika itu sebuah noda yang biasanya akan orang lain abaikan.


yah bila mana ada yang mengingat hal baik, maka ada juga yang akan mengingat hal buruk.


Ada yang mengingat nya sebagai Pendekar muda yang ceroboh, arogan dan seorang pemimpin bandit yang jahat tapi bercita-cita ingin menjadi seorang pangeran.


Datuk Padang berhasil mengalahkan jaka bersama kawanan, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil di tangkap untuk di adili.


Tentu saja itu semua terjadi berkat turut campur asosiasi perdagangan.


kenapa asosiasi bisa meredakan amarah kerajaan dan juga meredam perang ?


karena baik raja, datuk padang, maupun para petinggi kerajaan tahu.


kalau asosiasi tersebut bukan cuma sebatas wadah perkumpulan para pedagang, melainkan karena cabang mereka yang ada di mana-mana juga orang-orang di belakang mereka bukan orang yang bisa di lawan oleh kerajaan kecil seperti kerajaan bulan sabit ini.


mempertimbangkan kehormatan kerajaan, dengan tidak menyentuh nyawa jaka secara langsung.


mereka menyepakati jika jaka akan di jadikan sebagai buronan kerajaan.


bisa di katakan kalau jaka sudah di blacklist di daerah ini.


Sisi baik lain nya datuk padang tidak lagi akan turun tangan kepada jaka, karena percakapan datuk padang dengan ko shi long yang secara pribadi tempo hari telah meluruskan sedikit kesalah fahaman.


...........


jaka malam ini tampak tengah bersantai di dekat perapian di sebuah hutan.


sambil menikmati daging panggang hasil buruan nya sore tadi.


"Yah... mungkin sudah saat nya bagiku untuk menjalankan kehidupan sebagai seorang pendekar" gumam jaka.


Dia memang sudah lama ingin berkelana.


Namun ada beberapa hal yang dia sayangkan, yaitu ;



dia belum berpamitan dengan penduduk desa tersembunyi kabut racun.


dia juga belum sempat melihat keadaan langit usai pertarungan nya tempo hari.


Jaka tidak mengetahui kalau Violetta kemarin itu masih hidup, dia cuma mempertimbangkan keadaan lokasi dan Violetta yang tidak ada di sana. sehingga jaka berasumsi bahwa violetta sudah meninggal dunia.


__ADS_1


Wajah jaka yang biasanya ceria berubah kusam dan dalam hatinya dia menaruh dendam kepada datuk padang.


bagaimana tidak ? sebab orang itu lah penyebab cidera langit dan kepergian si Violetta.


seperti yang telah di ketahui kalau keduanya adalah orang terdekat jaka setelah tragedi tiga belas tahun lalu.


kesepian itu terkadang menyakitkan, tapi tidak akan menghentikan langkah bagi mereka yang ingin perubahan.


"Jalan ku masih panjang" gumam jaka


"krusuk..krusuk..krusuk" terdengar bunyi gesekan di semak-semak.


jaka yang sedang melamun bersiaga, untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak di harafkan.


namun setelah di tunggukan beberapa saat belum juga ada gerakan.


"hemzzz"


Jaka memutuskan untuk mencari tahu karena bunyi gesekan itu semakin jelas.


dan betapa dongkolnya jaka saat mengetahui apa yang sudah membuat dia keheranan tadi.


"WOI" Gerah jaka mengagetkan dua ekor anjing yang sedang berkencan.


"HORR..HOR...HOR" Anjing itu menyalak karena di kagetkan oleh kehadiran jaka.


"Har hor har hor" omel jaka yang kesal sambil melempar sisa daging rusa yang sedang dia pegang.


"kaing..kaing...kaing..kaing" kedua anjing itu berlari menjauh dengan posisi masih menempel.


"Oi.." terdengar sayup-sayup suara dari jarak yang cukup jauh.


jaka terdiam, bulu kuduk nya merinding.


"oi.." lagi suara itu terdengar


"aduh.." gumam jaka sambil menoleh ke kanan dan kekiri.


"oi... tolongg oi..." suara itu Lagi-lagi terdengar.


"waduh tolong dedemit penghuni hutan jangan ganggu saya, darah saya sedikit gak bakalan enak di makan" tubuh jaka menggigil ketakutan.


"oi.. kam-pre-t ma-nu-si-a sia-lan tol-ong a-ku"


"Hah..."


"to-lo-ng a-ku" ujar suara wanita itu lemah


"kamu manusia atau jin atau hantu ?" tanya jaka


sunyi tidak ada jawaban, jaka lalu membuka mata nya yang tadi sempat dia tutup.


beberapa saat kemudian "tolon-g a-ku" suara itu terdengar lagi.


Lagi-lagi dan Lagi-lagi karena rasa penasaran jaka pun mencari sumber suara tadi dan betapa terkejutnya jaka saat menemukan sumber suara.

__ADS_1


..............


Queenza oddeta Isabel, Usia 12 Tahun. Dia adalah putri bungsu raja kerajaan selatan, ibu nya Aisyah miya camelia adalah selir ke tiga yang berarti istri termuda raja dan juga anak bungsu dari Guru besar ki harit dan nyi nana.


Jaka terpesona saat pertama kali melihat queenza, meski pencahayaan nya remang-remang tapi jaka tahu pasti kalau wanita itu cantik.


"Wow...Cantik" jaka bergumam memuji keindahan hasil karya ciptaan tuhan.


Quenza oddeta isabel terbaring di semak-semak dengan badan penuh luka, baju putih biru ala bangsawan yang ia kenakan tampak telah banyak sobekan, rambut nya yang panjang putih keperakan bergelombang juga sudah kusut namun tak menutupi kecantikannya.


Andai yang menemukannya adalah pria cabul, sudah pasti tamat riwayat queenza saat ini.


di usia nya yang tergolong masih muda bentuk tubuhnya begitu bagus, kulit putih bersih dan dada yang cukup berisi dan saat ini itu semua terekspos dengan jelas karena pakaian yang ia kenakan telah sobek di mana-mana.


jaka sendiri melihat nya sampai meneguk saliva.


"Uhhhh sadar sadar jaka sadar" jaka menepuk pipinya beberapa kali agar tidak di hantui oleh nafsu.


setelah menelusuri queenza dari ujung rambut hingga ujung kaki, jaka tahu persis kalau gadis cantik yang ada di hadapannya ini habis melarikan diri usai dari perkelahian.


"yow.. maaf nona kalau saya berbuat lancang, ini cuma bertujuan untuk mengobatimu" jaka terdengar tengah bergumam.


dan dia pun langsung melakukan pengobatan seperti yang seharusnya lalu membantu untuk membersihkan badan queenza beserta membantu untuk menggantikan pakaian dengan mata tertutupi kain tentu nya.


setelah semua itu dia membaringkan tubuh si gadis cantik di dekat perapian dan menutupi tubuh itu menggunakan selimut yang dia buat dari kulit beruang dulu.


"Beruntung kamu bertemu dengan ku..." lagi jaka terdengar bergumam.


"dia bukan korban dari pemerkosaan tapi dia juga sepertinya bertemu dengan musuh yang cukup sulit atau jangan-jangan musuh itu adalah seorang pengkhianat"


jaka berfikir saat memandangi queenza yang terbaring di seberang nya.


meski mata jaka tadi di tutupi, tapi jaka sempat melihat tubuh itu sebelum dia obati dan juga dia faham betul bekas dari sobekan yang di kenakan oleh gadis itu.


semua sobekan itu mengarah ke titik fital, yang hanya bermaksud merenggut nyawa.


"Sungguh gadis yang malang" jaka menggelengkan kepala pelan sebelum terlelap.


.


.


.


.


... WOW queenza oddeta isabel, apa yang terjadi jika yang menemukannya adalah kalian ?...


... A. obati. c. liatin aja...


... B. Nikmati. d. bunuh...


Kritik dan saran anda akan saya terima dengan lapang dada, tapi dengan garis yang sepantasnya.


... "BERSAMBUNG"...

__ADS_1


__ADS_2