
Setelah mendapat kabar tentang masalah yang di buat oleh jaka, Langit berdua dengan Violetta bergegas menuju gerbang kota.
Tanpa sepengetahuan kedua pendekar muda itu shi lee atas perintah ko shi long memilih para anggota nya yang menurutnya sanggup.
"ingat ini misi rahasia, jangan ada yang tahu kalau kita dari asosiasi" pesan shi lee usai bersiap.
"Oke ayo kita berangkat"
"siap komandan" jawab mereka serempak dan langsung bergegas menuju gerbang kota.
................
Disepanjang perjalanan karena terlalu fokus langit dan Violetta tidak banyak berbicara. keduanya lebih banyak diam.
sesaat mereka akan tiba di lokasi dari agak jauh kedua nya melihat hujanan anak panah menuju satu titik.
setelah adu pandang beberapa saat, langit mengangguk dan mereka berdua pun mulai berpencar.
Violetta mencari lokasi yang tepat dan segera melepaskan panah nya.
BOOOM
Hujan panah tadi di sapu bersih oleh hantaman dari satu busur yang di lepaskan oleh Violetta.
untuk langit sendiri dia memutar tombaknya berfungsi sebagai baling-baling dengan cepat setelah melompat dan mendarat dengan keras di dekat jaka.
"Yo apa kabar saudara ku, tenang saja kakak mu yang tampan ini akan membantu" langit meniru gaya jaka bermaksud meledek.
yang di ledek alih-alih marah justru nyengir kuda.
"aha ha haa" jaka tertawa geli "lambat sekali kalian datang, hampir semua aku selesaikan sendiri ini".
langit menoleh ke arah jaka dan betapa terkejutnya dia saat melihat jaka baik-baik saja. cuma ada beberapa luka goresan kecil.
lalu dia mengalihkan pandangan ke sekeliling dan langit semakin terkejut melihat keadaan.
nyaris dia tidak mempercayai apa yang dia lihat di sini, tapi dia pun tersenyum saat mengingat bagaimana saudara seperguruan nya tersebut.
"yah.. tidak aneh sih" batin langit menggeleng pelan.
"Sialan, datang lagi orang dengan kemampuan hebat" gerutu jendral yang memimpin pengepungan.
"Dengar semua, kalian berjaga. biar aku hadapi cecunguk-cecunguk ini"
setelah memberi perintah dia pun segera maju dengan gagah nya.
"ku akui kalian memang hebat anak muda" puji sang jendral.
"oho.. baru tau kamu paman, gak lihat emang dari tadi" jawaban sepontan dari jaka itu cukup menyentak.
"oiya tolong diralat sedikit, itu bukan kalian tapi aku si pangeran pengembara".
"cih sialan baru juga di puji dikit udah besar kepala" si jendral menggerutu kesal.
"aha... dengar itu kakak, kesal dia kesal" ejek jaka.
langit yang mendengarnya cuma tersenyum, namun matanya tajam menilai lawan yang sedang di olok-olok oleh jaka.
"ya ya ya terserah kamu lah" desah malas sang jendral
"aduh... gitu aja udah kena mental" jaka berbicara sambil memanyunkan bibir.
jawaban jaka yang asal njeplak itu membuat sang jendral terperangah.
__ADS_1
"aduh gak bakal menang aku kalo adu bacot ma ni orang, bisa bahaya ini ama mental prajurit" jendral membatin.
"aduh gak bisa lagi ngomong aku, bisa bahaya ini ama mental prajurit" ejek jaka.
sang jendral terperangah oleh perkataan jaka barusan, bagaimana tidak ? sebab apa yang di ucapkan oleh jaka barusan itu hampir sama dengan apa yang sedang dia fikirkan.
Violetta yang berada cukup jauh dengan busur panahnya yang siap melesat, terkikik geli sampai-sampai keluar air mata akibat ulah jaka.
"pinter banget ni orang mancing emosi" gumam Violetta.
setelah menimbang situasi, sang jendral pun mulai mengajak untuk berkompromi.
"hei anak muda"
"oh iya ada apa orang tua" jawab jaka
"eh anjing aku belum tua ya kampret" jendral kesal karena di panggil tua. walau pun umur nya memang di atas dua pendekar yang ada di hadapannya ini.
"oh iya kenapa orang setengah tua?" ledek jaka lagi.
"oke sabar... sabar...." si jendral menarik nafas dalam lalu menghempaskannya dengan kasar.
"gimana kalao kalian berdua maju dan hadapi aku dan pendukung kita cukup mengawasi dari jauh saja ?" jendral itu bermaksud untuk bernegoisasi.
"wahh.. ngeremehin dia, kamu terlalu memandang dirimu tinggi bung" cetus jaka.
"yo... ayo kita buktikan" tantang si jendral dengan senyum licik.
"gimana menurut mu kak ?" jaka meminta pendapat kepada langit.
"sikat" jawab langit singkat.
jaka terbahak mendengar jawaban langit.
"Sini maju kalian" tantang jendral itu.
jaka baru saja melangkahkan kaki berniat maju, tapi malah di cegah oleh langit.
"adik kedua istirahat lah dulu, biar aku yang bersenang-senang kali ini" langit tampak begitu serius, sejak tiba di tempat kejadian perkara matanya tidak pernah sedikitpun berpaling dari lawan yang ada di hadapannya ini.
jaka yang melihat keseriusan di wajah langit pun tersenyum,
"ohohhhooo baru ini aku melihat kamu begitu tertarik kakak pertama" jaka pun mengurungkan niatnya untuk maju.
"silahkan di nikmati kakak pertama selagi hangat" jaka bergaya ala waiters saat mempersilahkan langit untuk maju.
"hei anak muda apa kamu serius cuma kamu sendirian yang maju?"
"iya... tenang saja, aku akan memberikan mu permainan yang menarik" sorot mata tajam serta sebuah senyum keji di wajah langit, ibaratkan pengantin baru pria yang melihat pasangan nya telanjang bulat.
Langit memasang kuda-kuda bersiap menerkam mangsa kapan pun, sedikit berbeda dengan sang lawan, walau dia memasang kuda-kuda tapi begitu banyak celah terlihat.
"apa kamu sudah siap ?" langit bersama tatapan laparnya.
"yo sini maju" jendral tampak sedikit meremehkan langit.
kedua nya sama-sama menggunakan senjata tombak, mungkin karena itu juga lah yang membuat langit begitu tertarik untuk melawan sang jendral dengan cara one by one.
langit maju perlahan mengikis jarak, ujung tombak di lepas ke leher sebelah kiri.
TING
Ditangkis dengan mudah, dengan sedikit tenaga tombak milik langit di dorong menjauh.
__ADS_1
setelah mendorong tombak milik langit kini berbalik jendral yang menusukkan tombak nya ke dada lawan.
TING
di halau dengan mudah oleh langit menggunakan ujung punggung tombak.
"Hoammmm..." Terdengar jaka menguap karena jenuh.
"mau sampai kapan kalian seperti itu, apa kalian fikir gak ada kerjaan lain hah,
kayak anak kecil lagi silat-silatan aja" gerutu jaka.
Baik langit maupun sang jendral tidak menghiraukan omelan itu.
langit maju melakukan serangan beruntun mulai dari menusuk, mengibas lalu menusuk lagi.
tapi ketiga serangan beruntun yang di lepas oleh langit di tangkis dengan mudah oleh lawan dan berbalik kini lawan yang juga membalas dengan serangan beruntun.
pertama jendral itu memukul menggunakan ujung tumpul tombak, lalu mengibas dari bawah ke atas dan di tutup dengan tusukan.
sama seperti tadi semua serangan itu di halau dengan mudah oleh langit.
seperti di beri komando ke dua nya sama-sama mundur dua langkah kebelakang, lalu memperhatikan lawan dengan seksama dari ujung kaki hingga ujung rambut.
semua mereka perhatikan secara mendetail sekecil apa pun itu.
. "Aduh woi... serius tarung kagak sih kalian berdua.
kayak lagi adu seni tarian aja dah" jaka mengomel karena jenuh.
"oi kalian yang di sana bagi makanan, lapar aku liatin nih orang dua ujung tarian rakyat" sungut jaka kesal.
"Berisik" jawab langit
"kayak ibu-ibu lagi dateng bulan aja" kesal si jendral.
bagi orang yang melihat aksi kedua nya pasti sama berfikir kalo mereka itu sedang ujuk sebuah tarian.
namun...
bagi keduanya mereka sebenarnya Sama-sama sedang mencari celah agar melakukan serangan mematikan dan tidak banyak gerakan yang akan terbuang sia-sia.
keduanya sama-sama mulai mengalirkan tenaga dalam,
sang jendral menyalurkan tenaga dalamnya berfokus pada tangan dan juga senjata.
sedangkan langit menyalurkan energinya ke seluruh tubuh, hinggaa membuat tubuhnya seperti terbungkus oleh warna putih bercampur ke emasan.
"WUSHHHHH"
Langit juga lawan nya bergerak sama-sama maju dengan kecepatan yang luar biasa dan mereka pun tampak mulai serius bertukar jurus dengan sangat cepat, kuat dan juga mematikan.
kecepatan pertarungan yang mereka tunjukkan tidak bisa di ikuti oleh mata orang awam.
mereka cuma akan mendengar bunyi dari kedua senjata beradu dan juga bekas dari sapuan jejak serangan.
"Dari tadi kek kayak gini" protes jaka sambil memakan ayam panggang yang tadi di lempar oleh salah satu penonton ke arahnya saat dia meminta.
..."BERSAMBUNG"...
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK NYA BRO, BIAR KITA SEMANGAT UNTUK NGELANJUTIN CERITA.
LIKE dan KOMEN lah
__ADS_1
nb. kritik dan saran anda akan sangat membantu. terimakasih.