PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
16. MATA LEGENDA


__ADS_3

Jaka yang selama ini terlihat santai dan juga selenge'an terlihat sangat marah.


tidak ada jaka yang suka bercanda atau tertarik dengan tantangan.


kini yang ada adalah jaka yang sangat haus darah, Dia menjadi pribadi yang sangat jauh berbeda.


sehingga setiap orang yang melihatnya kini akan menjadi dingin.


lalu bagaimana dengan keadaan Violetta ?


sa'at ini tidak ada yang tahu pasti keberadaannya atau pun keadaan nya.


dan langit,


entah sampai kapan dia akan tergeletak di sana tak sadarkan diri ?


jaka terus menerus menyerang lawan tanpa menghiraukan sekitar.


sehingga bagi mereka yang tidak ingin terkena imbas, maka mereka harus berfikir cerdas untuk menjaga jarak demi keselamatan diri.


tidak ada sedikit pun celah yang dia berikan untuk seorang senior melakukan pembalasan


dan lawan pun tampak sangat terkejut.


baik itu api yang menyelimuti jaka atau pun mata yang di miliki oleh jaka.


"Menakjubkan...siapa kamu sebenarnya ?" si kakek bertanya sambil menghindari serangan.


kakek itu bernama Datuk padang barjayo, yang memiliki arti terang berjaya dan untuk datuk itu adalah titel yang dia terima sebagai pelindung atau sesepuh dari kerajaan bulan sabit.


Beberapa puluh tahun yang lalu saat si kakek masih se usia jaka, dia pernah mengenal bahkan pernah berhadapan dengan seorang pendekar wanita yang memiliki mata serupa dengan apa yang dia lihat saat ini.


saat itu datuk Padang jayo nyaris mati saat melawan si pendekar, beruntung di akhir pertarungan pendekar wanita itu justru menghentikan serangannya.


"pergunakan lah kemampuanmu pada tempatnya dan jangan sombong, diatas langit masih ada langit" ujar si pendekar yang sampai saat ini masih di ingat oleh datuk.


Si kakek yang saat itu tak pernah merasakan kekalahan, mau tak mau harus mengakui kehebatan lawan.


Dia menkadi dendam serta tekat untuk bisa membalas,


datuk muda itu pun kembali berlatih, bahkan porsi latihan yang dia jalani menjadi semakin gila-gilaan.


Hingga saat dia merasa mampu, kakek itu pun kembali menantang pendekar wanita cantik yang pernah mengalahkannya.


tapi... saat dia mencari tahu tentang wanita itu, dia tidak dapat menemukannya.


bahkan kabar tentang pendekar mata legenda itu pun bak ibarat di telan bumi.


beberapa tahun berlalu,


akhirnya dia mendapatkan kabar tentang si pendekar wanita.


Namun,


sayangnya itu bukan lah kabar yang dia harafkan melainkan sebuah kabar duka.


sosok yang selama ini menjadi motivasinya untuk berkembang lebih baik ternyata telah lama meninggal dunia bersama dengan suaminya.


mereka pergi dari dunia yang fana ini meninggalkan seorang anak perempuan.

__ADS_1


anak kecil itu tumbuh dewasa sebagai wanita biasa lalu bertemu dengan jodoh nya yang tak lain adalah seorang pendekar cerdas juga seorang pengusa di sebuah kerajaan besar.


mereka di pertemukan disebuah jamuan makan yang di adakan oleh raja dan dia di karuniai tiga orang anak.


ternyata nasib baik itu tak berlangsung lama, ibarat roda yang selalu berputar.


Terjadi sebuah kudeta besar-besaran dan seluruh keluarga kerajaan itu binasa, kerajaan yang semula adigdaya itu runtuh.


Raja, ratu bersama dua orang anak nya tewas akibat insiden tersebut sedangkan anak bungsu mereka hilang entah kemana, hingga dia pun di yakini juga sudah meninggal dunia.


sebab...


Anak itu masih terlalu kecil untuk bisa kabur dari bencana besar-besaran di kerajaan.


tapi...


Disini...


Di tempat ini....


Di kerajaan yang dia jaga dan tempat dia menaruh nyawa, dia malah bertemu dengan seorang bocah arogan yang memiliki mata serupa dengan sosok yang telah memotivasinya untuk menjadi pribadi yang baik serta menjadi seorang petapa yang cukup di segani di dunia persilatan.


Tidak hanya mata, tapi api yang di miliki pendekar muda ini sama persis dengan sosok itu Bahkan emosi nya pun serupa dan jika dia perhatikan dengan seksama dari wajah pun ada sedikit kemiripan.


Namun aneh nya gaya bertarung anak ini sangat berbeda dan jurus-jurus yang di gunakan pun tidak ada yang sama.


Justru lebih mirip dengan seseorang yang cukup dia kenal, yaitu senior seperguruan nya yang telah lama tidak ada kabar.


"Siapa kamu nak ?" kakek tua itu bertanya sambil menghindari serangan.


"kamu tak perlu tahu siapa aku, yang kamu tahu adalah kamu harus mati hari ini" geram jaka sambil terus menerus menyerang.


setelah sekian lama melakukan serangan, tubuh jaka pun mulai tampak kelelahan dan beruntung lawan pun tampak serupa.


jaka begitu sangat membenci sang lawan,


dari sorot mata hingga aura membunuh yang ia pancarkan memang begitu pekat.


tapi yang tidak jaka ketahui adalah saudari seperjuangannya itu tengah tak sadarkan diri tak jauh dari tempat dia semula berada.


sosok itu tidak berhasil jaka deteksi karena keadaan Violetta yang sangat lemah serta fikiran jaka yang kini sedang kalut.


Sebenarnya...


si kakek sengaja tidak mengenai Violetta dan dia juga menyadari bahkan membiarkan saat ada orang yang diam-diam menyelamatkan nya.


Selain karena ia kenal jurus yang di keluarkan oleh violetta, dia juga mempertimbangkan keadaan dan melihat dengan jelas jika orang-orang yang sedang membuat keributan ini tidak ada niat membunuh, terbukti bahwa semua yang ada di sana sekedar babak belur jauh dari nyawa.


tapi kali ini agak berbeda,


hawa membunuh terasa begitu pekat dari salah satu dari mereka, hingga menyebabkan pria itu mengeluarkan teknik yang sangat berbahaya.


dan justru jurus-jurus milik pemuda itu membuatnya tertarik, benar-benar tertarik untuk mengetahui siapa si pendekar tampan nan gagah yang tengah kalut ini.


"katakan lah nak siapa namamu dan dari mana asalmu" datuk yang kelelahan tampak sedang mengatur nafas.


lagi karena emosi yang memuncak, jaka tak menghiraukan pertanya'an datuk padang.


Api hitam yang membalut tubuh jaka berangsur-angsur padam, berganti cahaya putih ke emasan mirip dengan aura milik langit sesaat lalu. mata milik jaka pun sudah sampai pada batasnya, bersamaan dengan api yang beranhsur berganti cahaya matanya pun berangsur berubah kembali normal.

__ADS_1


"Oho hooo sepertinya kamu belum benar-benar menyatu dengan mata itu anak kecil"


jaka yang mendengar ucapan Datuk padang berdecih kesal


"Cih... sepertinya kamu kenal dengan mata itu kakek tua" mata yang dimaksud adalah mata yang dia gunakan disaat mengamuk barusan.


"Sungguh keji, demi kemampuan sampai berani sekali merampas simbol keturunan milik orang lain" datuk padang yang tadi sempat menaruh haraf, berubah menjadi benci.


dari raut wajah nya yang telah di penuhi keriput itu tampak memerah pertanda amarah telah mendominasi.


"dimana anak itu sekarang ?" tanya datuk padang.


kini beralih jaka yang terkejut saat melihat lawan.


"anak ?" gumam jaka pelan yang kebingungan.


Dari jauh terdengar derap langkah kuda yang begitu ramai.


tak berselang lama suara ringkih kuda terdengar memecah suasana, suara ringkikan dari para kuda perang itu seakan-akan tengah mengumumkan kegagahannya.


"Datuk..." suara salah satu di antara mereka, seragam yang dia kenakan nyaris serupa dengan jendral yang berhadapan dengan langit tadi. yang membedakan adalah warna nya, dimana yang dilawan oleh langit tadi di dominasi warna hitam, yang datang kali ini di dominasi warna putih dengan armor berwarna emas.


"Dari mana kalian baru sampai ?" tanya datuk tanpa menoleh.


"maaf kan kami datuk, kami sebenarnya sudah berangkat sedari tadi.


namun di tengah jalan kami di hadang oleh empat orang bawahan dia" pria itu menunjuk jaka dengan matanya.


Datuk diam menyimak,


karena datuk tidak menjawab, pria tadi melanjutkan laporannya setelah melihat sekitar dengan wajah sayu.


"kami cukup kesulitan menghadapi mereka dan beberpa anak buah saya memberi tahu kalau mereka mengenal salah satu di antara empat orang tersebut datuk"


Datuk padang mengernyit, jaka hanya diam menyimak sambil mengumpulkan stamina.


"salah satu di antara mereka adalah pemimpin bandit yang baru berdiri itu datuk" jawab pria itu mengakhiri laporan.


DUMMMM


Baik jaka mau pun Datuk langit sama-sama terkejut,


tak lama kemudiam seringai jahat tampak di wajah datuk padang.


*Apa yang akan terjadi kali ini ?


Ada apa dengan ekpresi kejam di wajah datuk padang ?


Apa keputusan jaka berpura-pura mengenal kawanan itu adalah kesalahan ?


Nantikan episode berikutnya, barangkali di sana ada jawab nya, mengapa di tanah ku terjadi bencana.


mungkin tuhan mulai bosan, dengan semua tingkah kita.


yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.


ohooo hoo ooo oooo oooo oooo oooo oooooooo


jangan lupa like nya kawan dan selamat menikmati.

__ADS_1


kritik serta saran anda saya harafkan*.


..."BERSAMBUNG"...


__ADS_2