PANGERAN PENGEMBARA

PANGERAN PENGEMBARA
19. DATANGNYA KETIGA PENGAWAL PRIBADI QUEENZA ODDETA ISABEL.


__ADS_3

*Di episode sebelumnya menceritakan tentang perjalanan jaka yang terpaksa memutuskan untuk memulai misi nya dalam mengembara.


disaat dia sedang beristirahat di sebuah hutan, dia malah bertemu dengan seorang wanita cantik yang dalam keadaan kurang baik.


Sempat terlintas fikiran jahat saat dia melihat sosok cantik yang tidak berdaya itu, namun beruntung akal sehat masih bisa menyadarkannya.


Dan akhirnya jaka memutuskan untuk mengobati luka yang ada di tubuh si wanita, malah dia merawat wanita tersebut sebelum dia benar-benar beristirahat.


esok harinya dia sempat mengigau, wanita tersebut di sangkanya saudara seperguruan yang dia fikir sudah meninggal dunia.


dan selanjutnya si wanita itu pun salah sangka, hingga terjadilah kejadian yang tak di harafkan*.


............


"ku habisi kamu" teriak queenza menyerang jaka menggunakan tusuk konde yang dia pegang,


menyusul tulang ayam yang dia lempar.


Beruntung jaka berhasil menghindar walau pun terkejut dengan tingkah si cantik.


"Wushhhhh" jaka melompat ke samping menjaga jarak.


"Hei kenapa kamu ?" aneh jaka


queenza sempat kaget karena serangan dadakan nya berhasil di hindari.


diam dan memperhatikan lawan begitu juga jaka walau merasa sedikit aneh.


setelah beberapa saat belum juga menemukan titik kelemahan lawan, queenza tetap maju untuk melakukan serangan pancingan.


jaka mulai merasa tidak senang, selain karena pertanyaan yang dia lontarkan tidak di jawab wanita itu justru kembali melakukan serangan.


"Oke kalau itu keinginanmu" geram jaka saat menyadari kalau serangan dari wanita tadi lebih berbahaya di karenakan mengandung unsur tenaga dalam.


tubuh queenza di selimuti warna putih berbalut kuning ke emasan. melesat dengan cepat bersama tusuk konde yang sudah di lumuri racun.


jaka ada sedikit rasa heran saat melihat warna dari tenaga dalam lawan.


"aneh bukan ? bukan kah yang memiliki ini hanya keturunan dari ki harit." batin jaka dalam diam sambil terus menghindari setiap serangan lawan.


setelah beberapa serangan tak kunjung ada yang berhasil di sematkan ke lawan, queenza mulai merasa peluh keringat yang mengalir di wajahnya terasa begitu dingin sedangkan suhu tubuhnya begitu panas.


.............


Kerajaan Daun, dulunya adalah salah satu pilar dari kerajaan utara. meski kecil namun kerajaan tersebut cukup terkenal karena kemakmurannya dan juga disana banyak para pendekar ternama berkumpul, diantara mereka terdapat 12 pendekar yang benar-benar mumpuni dan dua orang diantara nya adalah erlang dan juga angga yang saat itu mereka menjabat sebagai tangan kanan kerajaan.


Namun semenjak menikah keduanya menghilang tanpa kabar, yang ternyata mereka berdua tinggal di desa tersembunyi kabut racun.


sebenarnya kepergian erlang dan angga di ketahui oleh kesepuluh pendekar itu, namun mereka tidak mencegah bahkan meminta bantuan ketika kerajaan di serang oleh kerajaan selatan.


kerajaan daun adalah salah satu dari kerajaan yang sangat setia kepada kerajaan utara, meski saat ini pun.


walau kerajaan mereka tunduk, namun mereka enggan menaati peraturan dari kerajaan selatan.


karena nya raja kerajaan selatan mengirim putri bungsunya ke sini, dengan maksud mengemban misi pendekatan.


tapi di tengah jalan mereka malah di cegat oleh sekelompok bandit, hingga terjadilah pertemuan antara putri queenza oddeta isabel dengan pangeran jaka Prakoso di hutan larangan.


"hei nona" panggil jaka usai menangkis serangan queenza "ini kah caramu sebagai orang yang bermartabat membalas budi ?"


"apa maksudmu ?" queenza bertanya sambil melakukan tendangan ke arah wajah jaka.


jaka meninju kaki queenza demi menghalau tendangan lalu dia pun mengeluarkan aura tenaga dalam yang serupa dengan milik lawan dan membuatnya menjadi lebih cepat dari pada sebelumnya.


Setttt


jaka berada di belakang queenza dan memberikan totokan di punggung kanan juga kiri lalu memberi juga totokan di leher.


dan seketika queenza merasa tubuhnya kaku serta aura nya memudar.


"A-apa yang kau lakukan ?" radangnya "awas kamu kalo macam-macam ke tubuhku"


mendengar ancaman queenza akhirnya jaka mengerti kenapa wanita yang dia selamatkan semalam itu menyerangnya.


dengan menggeleng pelan jaka menaruh kedua tangannya di belakang dan berjalan perlahan mengelilingi queenza.

__ADS_1


"Kamu bodoh dan juga mesum" gumam jaka singkat.


tentu saja queenza geram mendengarnya, baru kali ini dia mendengar orang berkata seperti itu kepadanya.


"Ka-kamu ...." queenza melotot berniat mengumpat jaka.


"apa ?"


"ka-ka-kamu dasar bajingan bodoh"


"dih kamu itu yang bodoh" balas jaka "emang kamu cantik dan juga **** tapi otak udang"


"apa maksudmu?" queenza membela diri namun tidak menemukan kata-kata yang tepat.


"eh nona, banyak wanita yang lebih cantik dari kamu.


jadi kamu gak usah ke geeran,


kalau aku emang berniat menyentuhmu bukan kah semalam itu bisa aku lakukan. sadar gak hah ?" omel jaka


"kamu pasti berniat sengaja menyembuhkan aku dulu kan biar bisa nikmatin aku sekarang ?" balas queenza yang tidak suka di salahkan.


"wow.. fikiranmu sungguh menakjubkan untuk wanita seusiamu" puji jaka sekaligus ejekan "emang apa sih yang bisa dinikmatin dari kamu ? dada kecil tubuh juga kecil is.."


"BAJINGAN" Umpat queenza yang merasa kesal dengan ucapan jaka.


"oh... nantangin kamu ya, oke kalo itu mau mu" selintas ide jahil jaka muncul di otaknya.


dia mendekati queenza yang cuma bisa melirik dan mengumpat dengan tubuh mematung itu.


"Ini..." jaka menakut-nakuti queenza dengan cara berpura-pura akan meremas ke dua bukit kembar itu.


"AHHHHHHHH TOLONGGGGGGGGGGG" Queenza menjerit


Burung-burung yang semula bercengkrama di pucuk pepohonan langsung bubar karena teriakan itu.


"AHAHAHAHAHHAA" Jaka tergelak melihat ekpsresi Queenza yang ketakukan dan mulai melemas putus asa karena tidak bisa melakukan perlawanan.


"PUTRI" terdengar teriakan tak jauh dari tempat jaka berada.


dan sesaat kemudian sebuah anak panah dari cross brow melesat dengan akurat juga cepat menuju ke tempat jaka.


tampaknya dia baru sadar karena dia terlalu cemas tentang niat jahat pemuda yang telah menolongnya.


"yo...siapa ini ?" jaka tersenyum miring usai menghindari serangan.


"Hati-hati Roger dia bukan lawan yang bisa kamu hadapi sendiri" teriak queenza,


Mendengar teriakan sang putri tentu saja roger percaya dan dia pun bersiaga dengan kemampuan penuh.


sarung tangan yang memiliki mata pisau berbentuk cakar di punggung tangan sedari awal sudah ia kenakan, Lalu perlahan tubuhnya di selimuti aura tenaga dalam berwarna putih.


setelah menimbang beberapa hal dia langsung melesat ke arah jaka.


jaka tersenyum sinis bersiap menyambut serangan yang datang.


"WUSHHHHH" tapi saat beberpa senti lagi mereka akan berbenturan, tiba-tiba jaka mengalihkan arah nya ke samping tempat di mana putri queenza mematung berada.


"oho...pintar" jaka menilai gerakan roger "Tapi sayang, tak kan semudah itu kamu melewatiku"


jaka menghentakkan kakinya untuk memberi dorongan dan tepat sebelum roger meraih tubuh queenza tangan kekar itu berhasil di tepis dengan mudah bahkan jaka sempat memberikan sebuah tinju ke dahi.


"BUAKKKKK" roger berguling menerima serangan jarak dekat dengan kecepatannya saat itu akan sangat sulit untuk mempertahankan keseimbangan.


darah merembes di sela bibir, menatap geram tak percaya karena lawan berhasil menggagalkan rencananya.


Tidak ingin menyerah begitu saja, tanpa banyak pertimbangan roger kembali maju. kali ini tujuannya benar-benar ke arah jaka.


Waashhhh


wushhhhh


berulang kali cakar itu di ayunkan silih berganti meski semua nya sia-sia dia tetap tidak mau mengalah dan memilih untuk terus melakukan serangan.


tapi sayang secepat apapun serangan yang di pergunakan oleh roger tidak hanya berhasil di hindari, bahkan jaka berhasil melakukan serangan balasan dan dua buah bogam mentah mendarat dari perut lalu ke arah dagu.

__ADS_1


tak ayal Roger kali ini benar-benar terhempas jauh oleh serangan balasan jaka tadi.


sesaat sebelum tubuh roger menyentuh tanah sekelebat bayangan melintas.


dan ternyata itu adalah fanny dengan kedua katana di genggaman.


Menyusul kemudian adiknya rubby dengan sabit malaikat kematian, mereka berdua sama-sama menerjang ke arah jaka.


jaka sempat terkejut dengan kedatangan keduanya, tapi bukan panik justru matanya bersinar cerah.


BOOOOM


BSSTTTTTTT


WUSHHHHH


GRADAK


BRUAKKKKKKK


yah perlawanan keduanya berhasil di gagalkan oleh jaka dan kini tubuh keduanya juga sudah tersungkur di tanah.


sama seperti keadaan roger beberapa saat lalu.


"BAJINGAN" umpat roger geram


saat roger akan kembali maju, tiba-tiba berhenti saat mendengar sebuah teriakan dari queenza "HENTIKAN"


Jaka berbalik menoleh ke arah queenza yang berada di belakang.


"apa mau mu ?" queenza mencoba bernegoisasi "kami menyerah, jangan sakiti mereka"


jaka hanya diam memperhatikan dan beberapa saat kemudian jaka menjawab dengan wajah datar "aku mau menghabisi ayam panggang yang aku bakar tadi"


bersama'an itu jaka beranjak dari sana dan mendekat ke perapian mengambil daging yang dia panggang lalu makan dengan lahap.


sepanjang waktu berjalan suasana hening terjadi, tak ada yang berani untuk membuka suara hanya tarikan nafas berat dari queenza yang mulai merasa letih berdiri mematung.


ketiga anak buahnya berniat membebaskan Toto kan tersebut, tapi baru selangkah fanny berniat maju. sebuah tulang ayam melesat nyaris mengenai kakinya.


"Selangkah kalian bergerak nyawa taruhannya" ekspresi jaka serius sambil kembali menikmati hidangan.


setelah beberapa saat berlalu akhirnya jaka menyelesaikan sarapannya.


lalu dengan tegas dia melihat ke arah queenza,


"Hei kamu..." panggil jaka "katakan kenapa kamu menyerangku tadi ?"


Roger mendengar tuannya di panggil seperti itu mengepalkan tangan dengan erat, tapi dia tidak berani bertindak macam-macam.


karena dia khawatir akan terjadi sesuatu kepada tuannya itu.


Queenza melirik jaka tapi tidak berniat untuk menjawab.


merasa pertanyaan nya di abaikan jaka menggeleng kepala pelan "cih... darah muda"


"E... buset omongan nya kayak orang yang udah tua aja" begitu fikiran ke empat orang yang ada di sana saat mendengar ucapan jaka.


"hufttt.." setelah menghela nafas berat jaka kembali berbicara "Oke begini saja, tak perlu kamu jawab pertanyaan ku tadi, karena aku sudah tahu apa yang terjadi"


ketiga pengawal itu menghela nafas lega.


"tapi kalian harus menjawab ini dengan jujur, atau kalian tanggung akibatnya" jaka bergumam pelan namun jelas terdengar di telinga ke empat orang itu.


"siapa kalian ini ? dari mana hendak kemana dan apa yang terjadi dengan kalian semalam ? ceritakan dengan jelas se jelas-jelas nya kalau tidak....."


KRAKKKKKKKKK KRAKKKK KRAKKKKK


Terdengar jaka *******-***** tangan nya dan seketika membuat ke empat orang yang ada disana meremang ketakutan.


...................


Apakah pertanyaan jaka kali ini akan di jawab jujur ?


apakah jaka akan membebaskan queenza beserta ke tiga pengawal pribadinya ?

__ADS_1


nantikan episode berikutnya.


... "BERSAMBUNG"...


__ADS_2