Patah

Patah
Bab 11


__ADS_3

Jujur aku merasa begitu malu untuk mengunjungi rumah paman, walau aku merasa tak memiliki salah akan tetapi tetap saja rasa malu itu ada karena paman tak begitu sudi untuk dikunjungi.


Walau paman tak pernah mengatakan langsung tapi perasaan malu itu beneran ada karena ulah saudara sepupuku yang mengadu domba.


Saat ini aku masih memiliki semuanya, mungkin suatu hari aku bisa kehilangan jadi paman sangat percaya diri kalau aku akan datang kerumahnya untuk meminta bantuan ataupun hanya sekedar untuk menjadi seorang pengemis.


Akan tetapi jujur saja jika hal itu terjadi, Aku tidak akan pernah pulang ke sana sebab dia telah mengatakan bahwa aku adalah orang yang pemalas yang tak bisa ngapa-ngapain aku hanyalah seorang anak yang manja yang hanya bergantung pada orang tua.


Padahal aku tidak pernah merasa seperti itu, mungkin saat ini aku memang tidak bisa melakukan pekerjaan seperti layaknya yang mereka lakukan akan tetapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik berusaha untuk menjadi lebih baik lagi agar aku menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan orang lain.


Akan tetapi tetap saja semua yang telah kulakukan tak ada artinya untuknya, mereka hanya memikirkan hal yang indah-indah saat mereka membutuhkan saja, tampa mereka pernah memikirkan bagaimana perasaanku.


Jika saja mereka membutuhkanku maka mereka akan datang Akan tetapi jika mereka tidak membutuhkanku maka mereka akan mencampakkan ku.


Mereka hanya berpura-pura baik saat ada yang dibutuhkan padaku, sedangkan aku tidak pernah peduli dengan hal yang buruk yang dilakukan mereka terhadap ku.


Aku selalu sabar, tak pernah sedikitpun terlintas kebencian itu terhadap mereka akan tetapi saat orang lain melakukan hal yang jahat terhadapku maka jangan salahkan aku jika aku menjadi orang yang begitu jahat jika terlalu sering disakiti.


jika orang itu baik terhadapku maka aku bisa menjadi orang yang paling baik terhadap orang itu. Aku begitu kecewa bahkan kekecewaan ini yang selalu terbayang dan terus saja terngiang di telinga dan pikiranku.


Aku percaya rencana Tuhan itu indah, suatu hari nanti pasti akan ada hikmah dibalik semua kejadian yang aku terima.


Ingat karma alam itu masih tetap berlaku, hari ini kalian boleh menginjak-injak, tapi suatu hari nanti saat aku memiliki uang yang banyak dan mulai menjadi orang yang terpandang yakinlah bahwa kalian akan berbalik bersikap baik kepadaku.


Kalian juga akan selalu ada kepadaku tampa aku meminta, tapi saat semua itu terjadi mungkin semuanya sudah berubah aku bukanlah orang yang sama seperti yang dulu kalian maki-maki bahkan tak kalian sukai.


Dan saat itu juga semuanya telah berubah dan hingga pada saat itu jangan salahkan aku jika aku berlaku sombong terhadap kalian.


Aku hanya ingin kalian sadar apa yang telah kalian lakukan terhadapku itu salah tapi aku yakin kalian tak akan mampu berpikir ke sana sebab kalian hanya memikirkan apa yang membuat kalian sendiri bahagia tanpa memikirkan perasaan orang lain yang tersakiti.


Hari-hari ku lewati dengan penuh suka dan duka, ada kalanya aku akan sangat bahagia dan ada kalanya juga aku akan menangis.

__ADS_1


"Kapan kebahagiaan itu akan berpihak kepadaku?" tanyaku pada diri sendiri


Aku sudah merasa begitu lelah dengan semua ini, rasanya aku ingin mengakhiri saja semuanya sampai disini.


Aku sadar, aku memang bukanlah seorang sarjana saat ini, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan bisa mencapai semua impian itu.


Mungkin saat ini aku memang tidak memiliki apapun tapi aku yakin suatu hari nanti apa yang aku impikan semuanya akan tercapai.


Aku tahu setiap keinginan harus dilalui dengan begitu banyak usaha dan bahkan terkadang tidak akan berhasil dulu kemudian akan terus jatuh tapi ketika kita terus berusaha setiap usaha itu tidak akan mengkhianati hasil Tuhan maha tahu segalanya.


Suatu hari pasti akan ada hari dimana usaha itu akan membuahkan hasil.


jika aku teringat dengan begitu banyak kejadian yang tak layak aku terima dari perlakuan kalian semua walau kalian adalah keluargaku akan tetapi sungguh itu hal yang sangat menyedihkan bahkan aku sampai tak bisa menerima semua itu namun aku sadar walaupun kalian bersikap seperti itu terhadapku tapi kalian tetap pernah menjadi orang yang pernah merawat ku hingga sampai saat ini.


Aku tidak pernah lupa dengan apa yang kalian lakukan terhadapku, namun sifat kalian yang tak pernah kalian sadari bahwa kalian itu bisa saja menyakiti perasaan orang lain.


Tapi menurut ku tidak apa-apa, itu semua terserah kalian ingin seperti apa, boleh saja kalian melakukan semua itu terhadap keluarga kalian saudara-saudara kalian atau bahkan orang lain sekalipun, akan tetapi harusnya kalian tidak boleh bersikap seperti itu baik dengan sesama keluarga ataupun orang lain.


Seharusnya bisa saling menuntun dan membangun saling memberikan nasehat serta saling melengkapi.


Aku tahu saat ini mungkin aku kalian anggap seperti anak yang bodoh, anak yang tidak tahu apapun bahkan kalian menganggap ku menjadi seorang anak yang tidak tahu mana yang baik dan mana yang salah tapi kalian semua salah, andai saja aku tidak tahu mana yang salah dan mana yang buruk mungkin sampai saat ini aku tidak akan seperti sekarang ini.


Seandainya aku tak tahu mana yang salah dan mana yang benar aku sudah pasti akan pergi ke arah yang salah karena pergaulan di luar sana tak seperti yang kalian pikirkan.


Walau aku memiliki pergaulan yang bebas di kota namun aku bisa memiliki banyak teman, bisa menjaga diri dan aku tak akan sampai melakukan hal yang buruk seperti yang kalian pikirkan.


Mungkin yang selalu kalian pikirkan adalah ketika aku membuat malu keluarga, tapi jangan salah aku justru akan melakukan cara apapun untuk melindungi keluargaku.


Jangan hanya berpikir buruk tentang orang lain, terlebih lagi kalau orang itu merupakan bagian dari keluargamu.


Aku sadar, dulu begitu banyak membuat kesalahan akan tetapi seharusnya kalian juga bisa membedakan mana yang dulu dengan yang sekarang .

__ADS_1


Setiap orang pasti memiliki sisi buruk di masa lalu namun percayalah di masa yang datang mereka pasti akan berusaha untuk memperbaiki diri.


Begitu banyak kesalahan yang telah ku perbuat terhadap kalian dimasa lalu tapi aku tidak mungkin akan mengulang kembali dimasa yang mendatang.


Semua itu ku jadikan sebagai pelajaran berharga dalam perjalan hidup ini, perjalanan hidup ini masih panjang kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali kepada sang kuasa.


Kita hanya bisa terus menerus untuk berdoa dan meminta pertolongan terhadap nya serta agar diberikan kesehatan serta umur yang panjang untuk menyaksikan putra putri kita nantinya.


Setiap doa pasti akan terdengar oleh sang kuasa namun ada kalanya doa itu tidak dikabulkan tapi teruslah untuk berdoa jangan pernah menyerah dan teruslah untuk berusaha setiap usaha pasti akan memiliki hasil yakinlah pasti semua itu akan tercapai.


Ketika kamu mengulang doa


Untuk meminta sesuatu,


Sejatinya kamu sedang mengetuk pintu langit berkali-kali.


Maka teruslah mengetuk,


Untuk memastikan kamu masih berada


Didepan pintu itu ketika Allah membukakan Nya.


Walau aku sudah berada di sekolah menengah atas perlakuan mereka terhadap ku tidak pernah berubah sama sekali, mereka masih terus saja memukuliku dan membuatku malu baik itu di depan teman-temanku dan bahkan juga di depan orang lain.


saat aku berada di sekolah menengah atas aku sering kabur dari rumah bukan karena tak ada alasan.


Terserah orang lain mau berpikir apa tentangku yang terlihat begitu pendiam namun terkadang bisa melonjak begitu saja, ketahuilah jika orang telah capek dan lelah menghadapi semua itu jangan heran jika orang akan melawan.


Aku melakukan hal itu semua atas pertimbangan yang matang dan sudah memikirkan konsekuensi yang akan terjadi nantinya.


Aku melakukan itu semua karena aku juga memiliki memiliki banyak sekali hal yang menjadi alasan sehingga aku pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


Kelakuan bibiku yang selalu saja tak suka terhadapku bahkan selalu saja marah tanpa sebab yang jelas, seharusnya kan kalau aku ada salah sebaiknya menegur terlebih dahulu, sedangkan ini aku tak tahu dimana letak kesalahan itu tiba-tiba saja aku dipukul sambil dimarah habis-habisan.


Bahkan bibiku tak akan segan-segan untuk memukulku dengan menggunakan sapu ijuk sampai sapu itu patah, dan seluruh tubuhku juga akan menjadi amukan dari sapu itu, jadi jangan heran jika tubuhku penuh dengan luka dan saat aku sudah begitu kesakitan dan tak mampu untuk menerimanya semua perlakuan bibi maka aku akan pergi dari rumah hanya untuk sekedar menenangkan diri.


__ADS_2