Patah

Patah
Bab 20


__ADS_3

POV


Begitu banyak hal yang ku alami, rentetan kejadian demi kejadian yang membuatku seolah begitu hancur. karena keadaanku yang sering kali melihat makhluk yang tak kasat mata sehingga keluarga mama memutuskan untuk membawaku kepada seorang ustaz.


Entah mengapa keluargaku begitu percaya dengan ustaz itu, sedangkan aku begitu takut tatkala melihat sang ustaz tersebut. banyak hal yang tak mampu untuk ku ceritakan kepada keluargaku. lagian percuma juga aku menceritakan semua yang ku alami karena mereka tak akan pernah percaya terhadapku.


Aku selalu berdoa kepada sang kuasa agar diberikan jalan keluar dari permasalahan yang ku alami ini, sebab aku tak ingin terjatuh dalam lubang syirik dan menyekutukan allah.


orang yang mereka percaya dan anggap sebagai ustaz sepertinya nama itu sangat tak cocok dengan julukannya. seorang ustaz seharusnya mampu untuk memahami tentang agama dan pada saat ini aku sendiri akan terjatuh terlalu dalam ke arah yang salah.


Setiap minggu aku akan dibawa kerumah ustaz itu selama dua kali pada malam rabu dan jum'at bahkan jadwalnya bisa saja bertambah. aku termasuk orang yang begitu diistimewakan disana. akan tetapi aku selalu saja menjadi orang yang tak pernah bisa percaya dengan semua kejadian ini dan bahkan terhadap ustaz itu sendiri.


Menurutku ustaz tersebut tampak seperti monster yang sedang kelaparan yang selalu saja mencari mangsanya, oleh sebab itu hal yang tak dapat ku pahami kelika seluruh keluargaku justru begitu mempercayai ustaz tersebut.


Ketika aku melihat wajah sang ustaz tersebut maka akan muncul rasa ketakutan serta rasa menjijikkan yang ku rasakan. Aku begitu benci ketika melihat wajahnya rasanya aku ingin sekali untuk membunuhnya.


Aku selalu menyimpan pengalaman yang begitu pahit ini rapat-rapat sehingga tak akan ada satupun orang yang tahu.


Bahkan kalaupun aku menceritakan semua yang ku alami hanya sebatas beberapa kata dan tak sepenuhnya aku menceritakannya.


Lagian mereka juga tak akan pernah mempercayaiku, karena mereka hanya akan menganggap itu hanya sebuah alasan agar aku bisa melarikan diri dari hal yang sedang terjadi.


Lagipula kita tidak pernah tahu seperti apa isi hati orang lain. Terkadang mereka akan terlihat begitu baik saat berada di depan kita namun saat dibelakang mereka justru bisa saja menusuk dari belakang.


Saat itu aku merasa seolah tak memiliki seorangpun keluarga yang bisa untuk ku percayai. Mereka semua tak pernah mempercayaiku seolah-olah seperti ada sesuatu yang sedang mencoba untuk mengendalikan mereka.

__ADS_1


Aku selalu saja menjadi orang yang salah, sehingga dalam kondisi ini aku tidak tau harus melakukan apa, hanya pertolongan sang kuasa yang akan bisa membantuku untuk terlepas dari semua ini.


“Aku yakin ini semua perbuatan ustaz itu, namun aku harus meminta tolong kepada siapa jika seperti ini terus” gumamku dalam hati


Ketakutan yang ku rasakan sungguh luar biasa, tak ada orang yang bias melindungiku. Bahkan keluarga yang ku anggap akan mampu melindungiku malah mereka sama sekali tak bisa di andalkan.


Aku berani mengatakan hal ini karena justru malah mereka yang selalu membawaku ke rumah ustaz itu. Padahal seharusnya mereka tau betapa takutnya aku.


Aku sering kali menggunakan berbagai macam alasan agar tak dibawa kerumah ustaz itu, namun semuanya selalu saja sia-sia sehingga aku harus memutuskan untuk memiliki rencana yang jauh lebih nekat.


“Kamu itu harus nurut dengan apapun yang aku katakan. Toh juga ini semua demi kebaikanmu agar kamu tak lagi melihat sesuatu yang tak pernah terlihat oleh orang lain itu” Ungkap paman


Kalau memang aku harus melalui takdir yang seperti ini tidak apa-apa aku akan menjalani semuanya dengan penuh sukacita.


Tak begitu banyak hal yang mampu untuk ku perbuat, jalan satu-satunya adalah aku harus berusaha sendiri agar terlepas dari semua itu.


Aku sudah mencoba melakukan berbagai macam cara agar bisa melepaskan diri dari pengaruh ustaz tersebut. Dan aku juga harus mampu untuk menyadarkan keluargaku karena tak seharusnya mereka datang pada ustaz tersebut.


Menurutku ajaran yang di ajarkan oleh ustaz tersebut menyimpang, dan dia hanya menjadikan orang-orang sebagai tumbalnya dan juga agar memiliki banyak pengikut.


“Dasar kamu anak gila, seharusnya kamu itu ikutin kata saya biar kamu itu jadi anak yang baik dan penurut dan tidak menjadi anak yang gila terus menerus” Kata pamanku


Bukan hanya itu, kata-kata yang tak pantas juga sering kali ku dapatkan bahkan pamanku tak segan-segan untuk memarahiku.


Terkadang aku sendiri merasa begitu menyedihkan, seandainya saja nenek belum meninggal mungkin nenek akan bias melindungiku dan aku tak akan sampai sejauh ini dikorbankan karena keegoisan mereka.

__ADS_1


“Apa yang harus ku lakukan sekarang, aku tidak bisa melakukan apapun. Tak ada seorangpun yang bisa untuk dimintain pertolongan dalam hal ini. Mama, bibi, paman dan bahkan suami bibi sekalipun, semuanya tak bisa lagi aku percaya” Kataku dalam hati


Air mataku jatuh, rasanya aku begitu jatuh terlalu dalam ke lubang kesyirikan yang tak seharusnya.


Aku sudah terbiasa dengan kata-kata kasar dari keluargaku, aku tidak pernah marah dengan apapun yang mereka katakan terhadapku.


Jujur aku hanya merasa sedih dengan semua yang ku alami, solah aku tak memiliki keluarga. aku seperti hidup sebatang kara.


"Aku harus bisa mengambil keputusan walau itu semua bisa membahayakan diriku sendiri" Gumam ku dalam hati


Aku tidak perduli dengan orang lain, bahkan apapun yang dikatakan mereka aku tak perduli sama sekali. yang aku pikirkan hanyalah bagaimana agar aku terhindar dari ustaz yang selalu saja meracuni pikiran keluargaku.


Kehidupan sehari-hari yang ku jalani kini tak lagi penuh warna, aku harus selalu dalam ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan.


Aku tidak tahu apa tujuan sebenarnya dari ustaz tersebut sehingga dia selalu saja ingin membuatku jatuh di depan keluargaku.


Keluargaku seolah seperti terkena sesuatu yang tak kasat mata sehingga mereka menjadi begitu penurut tak kala ustaz tersebut mengatakan apapun.


Mereka begitu percaya terhadap ustaz tersebut tanpa memperdulikan betapa hancurnya hatiku. ustaz tersebut hanya ingin memperbanyak pengikutnya.


Rasanya kalau mengingat perlakuan ustaz itu terhadapku rasanya aku begitu mual dan jijik, rasanya aku ingin muntah.


Aku tak paham tentang apa yang diajarkan oleh ustaz tersebut, aku begitu tak memahami ajaran sang ustaz tersebut.


Banyak sekali hal yang bertentangan yang terkadang tak sesuai dengan ajaran islam diajarkan oleh ustaz itu, namun tetap saja aku menjadi orang yang tak percaya dengan ustaz itu sendiri. bahkan aku juga menentang keras bahwa ustaz itu berada di jalan yang salah.

__ADS_1


__ADS_2