
Setiap perbuatan yang dilakukan akan ada balasan untuk mu di kemudian hari. Karma itu ada, tuhan hanya menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan pembalasan yang terbaiknya.
Apa ini bisa dibilang karma?
Yona menarik nafas panjang. Ya, sepertinya Allah sedang ingin menegur keluarga mereka yang telah menzalimi kehidupan perempuan lain.
Bukankah kejadian ini hampir sama? Bedannya dia bisa diselamatkan, dan kakak iparnya meninggal.
“Apa yang kamu pikirkan, sayang?” Len mengusap lembut puncak kepala putrinya.
“Ma... Bukankah ini terlihat seperti karma?”
“Apa maksudmu? Karma apa?!”
“Ma, bukankah keadaan ini seperti pernah terjadi sebelumnya?” Yona tersenyum masam, “Disiksa, dipukuli, dan mencoba membunuh dengan memberi obat. Bukankah ini tuhan sedang mengulang adegan kakak ipar dulu?”
“Berhenti berbicara omong kosong!”
Yona tak memedulikan kemarahan Mamanya, ia terus saja berbicara.
“Sekarang aku merasakan bagaimana tersiksanya Kak Nita hidup bersama Abang. Bagaimana dia melalui hari-harinya dengan penuh siksaan dan sakit hati. Dan lagi... Bagaimana rasanya melayani suami disaat sang pria mabuk dan memaksa istrinya.” Yona menatap Mamanya dengan air mata yang deras.
“Sayang... Jangan bicara seperti itu.” Lena merasa hatinya sakit. Benarkah ini karma untuk keluarganya.
“Ma... Yona Malu... Yona gak tahu akan seperti apa masa depanku. Aku hancur, Ma.”
“Gak. Kamu akan baik-baik saja, gak akan ada yang berubah setelah ini,”
Yona semakin menangis mendengarnya. Tak ada yang berubah? Itu tidak mungkin. Setelah ini dia akan di cibir oleh masyarakat, dia akan dijauhkan, dicap sebagai wanita yang tidak suci sudah melekat padannya nanti.
Dia tak akan mampu!
****
“Kami sudah menemukan Saudara Donny, tapi sepertinya kami belum bisa menahan Dia, Pak Prama.”
__ADS_1
“Bagaimana bisa begitu? Sudah jelas-jelas dia pelakunya dan berniat mencelaki putriku, bagaimana bisa tidak di tahan?!”
“Itu karena mereka mempunyai bukti jika putri bapak pergi secara suka rela bersama pelaku. Dan kami masih menyelidiki kasus ini dulu, kami harus memastikan lagi apa benar tuduhan saudari Yona.” polisi itu berlalu pergi setelah mengatakannya.
Prama terdiam kaku. Dia tak percaya akan berakhir disini, dan ini benar-benar merasa seperti tamparan untuknya. Dia tahu, Orang tua Donny bukanlah orang sembarangan, dan ayahnya sendiri adalah komandan polisi. Prama tahu dia akan kesulitan untuk mendapatkan keadilan untuk putrinya sendiri.
****
“Bagaimana bisa, Yah?”
Adam menatap ayahnya tak percaya. Kabar ini bagaikan tamparan baginya. Dia tak percaya, tidak cukupkah hidupnya sendiri saja hancur, kenapa sekarang adiknya juga harus menempuh hidup yang begitu mengenaskan.
“Ayah juga gak percaya. Donny itu terlihat begitu baik dan santun, ayah juga tak percaya dia punya maksud seperti itu.”
“Kenapa? Maksudku, kenapa dia bisa melakukan itu pada Yona? Apa dia punya dendam atau dia memang tak sungguh-sungguh mencintai Yona?”
“Belum tahu... Bahkan polisi saja belum bisa menyentuh mereka. Ayah tak tahu lagi harus melakukan apa,”
“Lalu? Pria itu akan lepas begitu saja?” Adam tidak percaya ini. “Ayah, kita harus mencari bukti yang akurat. Jika perlu kita bawa media untuk membatu kita.”
“Lalu bagaimana, Yah? Kita biarkan saja dia bebas setelah merusak hidup Yona.” Adam meremas rambutnya kuat-kuat.
Hidupnya yang sudah kacau begini ditambah lagi dengan beban baru. Tubuh yang kurus kering itu mungkin saja sebentar lagi akan tumbang, tak ada yang bisa menjamin ia akan lebih waras berada di situasi yang pelik seperti sekarang ini.
“Tidak usah kamu pikirkan terlalu keras... Ayah akan mencari cara yang terbaik untuk adikmu. Kamu baik-baik saja di sini,” waktu kunjungan sebentar lagi akan habis, Prama tidak bisa terlalu lama disana.
“Kalau begitu ayah pulang dulu,”
*****
Tidak bisa dipungkiri jika kesombongan itu bisa merugikan diri kita sendiri. Kehidupan itu bagaikan roda yang berputar, dan nasib itu seperti air yang mengalir. Dan sekarang....
Keluarga ini terasa berada di titik terendah putaran roda kehidupan ini, dan nasibnya bagaikan air yang sedang menempuhkan celah-celah batu yang besar.
Terlewati, tapi terasa sangat sulit. Dulu dia yang biasa menghina dan mengasihani orang-orang, dan hari ini Dia yang merasakannya dihina dan dikasihani.
__ADS_1
Benar. Aib itu seperti bangkai, sekuat apapun kamu mencoba menyembunyikan keburukan itu pasti akan tercium juga. Meskipun mereka begitu ingin menyimpan skandal yang terjadi pada Yona dan Donny, tapi sayang masyarakat tetap saja mengetahuinya.
Cemooh demi cemooh mereka terima setelah tersebarnya berita pelecehan yang dilakukan pada Yona. Banyak juga orang-orang yang mengatakan jika itu karma yang harus mereka bayar setelah menzalimi Menantu sebaik Mbak Nita dulu.
Saking merasa malunya, Yona tak pernah lagi keluar rumah. Seharian gadis itu hanya mengurung diri di dalam kamar, bahkan untuk makan saja dia terpaksa dipaksakan di dalam kamar saja.
Sekarang sudah Dua bulan semenjak tragedi itu terjadi. Dan sayangnya Donny belum juga tertahan si penjara. Ya, anak orang kaya memang selalu terlindungi dari hukum, itulah kenapa banyak kejahatan yang semakin meraja lela.
“Kabar terbarunya aku dengar Donny akan dijatuhi hukuman satu tahun menjara saja. Itu pun ayahnya kembali mengajukan banding. Bisa jadi Pria gila itu di bebaskan begitu saja.” Prama pasti emosi setiap kali mengingat mantan calon menantunya itu.
“Jika dia dibebaskan terpaksa kita ambil jalan akhir. Kita tidak boleh membiarkan hanya putri kita saja yang hancur. Sudah kepalang tangung, kalau begitu biar keduanya merasakan hal yang sama.”
Prama menatap adiknya dengam bingaung, “apa maksudmu?”
“Kita angkat kisah ini di sosial media. Kita bawa media, kita bocorkan kesenjangan hukum yang terjadi pada kita. Biar semu orang tahu kalau seorang anak laki-laki dari seorang polisi yang berbintang mengalami gangguan mental dan gangguan *** (sadisme). Mereka pasti akan malu, reputasinya akan hancur,”
Prama setuju dengan usulan Paul itu. Tapi dia masih memikirkan nasib putrinya yang semakin di cemooh orang-orang sebagai gadis yang tidak bersih lagi.
“Lalu bagaimana dengan Yona?”
“Bang Prama tenang saja. Disana Yona akan mendapat keadilan, ia akan di suport oleh orang-orang sebagai korban. Tapi sebelum itu kita harus meyakinkan dia dulu, agar dia tidak semakin trauma dengan masalah ini nanti.”
“kalau begitu yang terbaik aku ikut saja,”
Memang terkadang guru kehidpan terbaik itu adalah pelajaran hidup yang kita lalui sendiri. Dengan sepeeti itu masusia akan belajar mana yang baik dan mana yang buruk telah dia lakukan.
Semenjak kasus itu terjadi, Len yang begitu sombong itu telah melunaklah hatinya untuk meminta maaf pada Nur dan juga kedua cucunya yang telah ia sia-siakan.
Dua keluarga itu kembali membaik. Meskipun Puja dan puji masih belum bisa menerima kehadiran nenek dan kakek mereka dengan baik, tapi semuanya sudah membaik.
Guru terbaik adalah pengalaman. Dan dengan pengalam mereka semua belajar... Belajar jika semua yang diperbuatkan akan kembali kepada kita lagi. Jika menanam kebaikan maka Allah akan membalas dengan kebaikan. Tapi jika Anda membuat keburukan, maka keburukan pula yang menghampiri Anda.
...SELESAI
...
__ADS_1