Patah

Patah
Bab 7


__ADS_3

Perjalanan ku di istana ini sangat membingungkan. aku masih belum bisa memahami semua kejadian yang sedang ku lalui ini.


Aku kini melanjutkan perjalananku untuk memasuki istana itu lebih jauh lagi, Aku berharap di sana akan ada seseorang yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan apa hubungan istana ini denganku.


Aku berharap seseorang menjawab pertanyaan ku ini agar aku tak lagi bingung dengan hal yang sebenarnya.


Namun setiap orang yang aku tanyakan masih tetap saja tidak bisa menjawab, bukan mereka tak ingin menjawab hanya saja waktunya yang belum pas. akan ada waktu di mana semua itu akan diceritakan kata mereka yang ku tanya.


Rasa penasaran ini tak kunjung menemukan jawaban hingga pada akhirnya nya sang abah menceritakan sedikit perihal mengenai hubunganku dengan istana ini.


"Anakku hal yang perlu kamu ketahui adalah kamu memiliki ikatan dengan istana ini. orang-orang di istana ini percaya bahwa kamu adalah reinkarnasi dari seorang ratu di kerajaan ini oleh sebab itu Itulah hal yang membuat mereka begitu menghormatimu seolah-olah mereka melihat bahwa kamu adalah ratunya" kata abah


"Apa itu reinkarnasi Abah Aku tidak mengerti?" kataku


"Reinkarnasi itu adalah kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain". kata abah lagi


"Tapi bukankah dalam islam reinkarnasi itu tidak ada abah?" kataku


"Memang akan tetapi itulah kepercayaan mereka". jawab abah


"Maafkan aku abah jadi banyak bertanya, soalnya aku begitu penasaran dengan semua keanehan yang menimpaku". kataku


Hingga pada akhirnya aku sedikit mengerti mengapa mereka memperlakukanku seolah olah begitu sempurna di istana ini.


Sekarang aku memahami alasan mereka memanggilku Putri, walau tak banyak yang diceritakan namun sedikit tidak aku bisa memahami hal yang sebenarnya terjadi.


Aku berpikir sudah berapa lama aku meninggalkan dunia ku.


"Apakah orang-orang di dunia ku akan mencari ku?" gumam ku dalam hati.


Rasanya aku sudah terlalu lama meninggalkan dunia ku, aku ingin kembali ke dunia ku, Aku tak ingin terus-terusan berada di istana ini disini bukanlah tempatku.


Aku berbeda dengan mereka dan aku bukan seorang ratu di sini aku hanyalah seorang gadis biasa, hanya saja Tuhan sedang memberikanku ujian melalui hal seperti ini.


Percaya nggak percaya inilah yang sedang terjadi, inilah yang sedang aku alami seolah-olah sedang berada di dalam mimpi.


Abah mengantarkan ku pulang dan sesampainya Aku di rumah pukul lima pagi aku baru menyadarkan diri dari tidur panjang ku.


Aku tak menyangka rasanya begitu lama aku meninggalkan duniaku, Aku takut sesuatu yang buruk yang akan terjadi lagi selanjutnya.


Aku masih memikirkan kejadian yang sudah aku alami tadi seperti di alam mimpi, akan tetapi semua itu terasa seperti nyata.


Aku berharap itu semua tidak akan pernah muncul kembali namun harapanku itu tak sesuai dengan realita yang terjadi.


Aku begitu banyak mengalami keanehan, bahkan orang-orang mengatakan bahwa aku gila bukan hanya orang lain yang mengatakan hal itu akan tetapi dari keluargaku sendiri banyak yang mengatakan bahwa aku gila hal itulah yang paling menyakitkan yang harus aku terima.


Bahkan orang tuaku sendiri ikut-ikutan mengatakan hal itu, aku tak menyangka mereka akan ikut-ikutan seperti itu seharusnya mereka memberikan semangat agar aku tidak mudah untuk putus asa dalam menghadapi semua ini.

__ADS_1


Aku percaya suatu hari nanti akan ada hari indah yang akan aku terima saat semua ujian telah berakhir.


Yakinlah setiap ujian yang diberikan oleh sang kuasa itu selalu memiliki batas sesuai dengan kemampuan makhlukNya.


Saat aku menyadari ternyata aku sudah berada di rumahku, aku tak tahu berapa lama perjalanan yang ku tempuh sebab rasanya begitu cepat aku diantar pulang.


Aku masih berpikir sedang berada di pondok namun aku tak menyangka ternyata aku sudah diantar pulang karena pihak pondok pesantren tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan kondisiku.


Mereka sudah melakukan berbagai macam cara semampunya namun tak memiliki hasil hingga pada akhirnya mereka menyerah dan memutuskan membawaku pulang kerumah.


Jalan satu-satunya adalah mengantarkan ku untuk pulang, mungkin akan ada obat di rumah itulah hal yang mereka pikirkan.


Pagi harinya kakakku menceritakan bahwa saat membawaku masuk ke dalam dari mobil ambulans Aku terasa begitu berat seolah-olah begitu banyak orang yang berada di tubuhku.


"Aku masih belum percaya kau sedang pingsan, tapi seperti ada sesuatu yang aneh seolah-olah kau tidak berada di dalam tubuhmu, kau pergi ke mana?" tanya kakakku


Kebetulan dia bukanlah kakakku, melainkan dia seseorang yang kost di rumahku karena saat itu dia sedang sekolah di depan rumahku. Kebetulan di depan rumahku ada sebuah sekolah menengah atas jadi dia memilih untuk kost di rumahku agar lebih dekat dari sekolah. Aku sudah terbiasa memanggilnya kakak sebab dia lebih tua dariku.


"Entahlah aku juga tidak memahami semua itu, aku sedang pergi ke suatu tempat tapi aku tidak begitu mengerti dengan tempat itu. Tempat itu terlihat seolah seperti masjid namun itu adalah sebuah istana. Bangunan istana itu terbuat dari lapisan emas yang berkilauan tampak terlihat dari jauh seolah-olah seperti masjid namun setelah dekat aku bisa melihat betapa megahnya istana itu istana itu berada di padang pasir di arah matahari terbit" Kataku


"Siapa yang membawamu ke sana?" katanya balik nanya. Sebut saja nama kakak itu Angga.


"Aku juga tidak tahu siapa yang bawa aku ke sana" kataku


"Lalu kenapa kamu bisa sampai di sana?" Katanya lagi


"Entahlah aku juga bingung saat itu aku masih belajar di pondok pesantren Dan tiba-tiba aku merasa sedang ada keanehan yang mulai terjadi, aku seolah-olah merasakan bahwa aku tidak memiliki tangan dan kaki. rasanya tangan dan kakiku seperti hilang kemudian orang-orang mulai menertawakan ku.


Dan di perjalananku untuk mencapai istana itu tak ada satupun orang yang ku jumpai tetapi sesampainya aku di istana seolah-olah semua orang begitu menghormati ku, aku dituntun untuk masuk oleh seorang gadis.


Di istana itu terdapat begitu banyak bunga-bunga yang indah dan banyak kupu-kupu yang berlalu-lalang di bunga-bunga itu, tampaknya sang pemilik istana itu begitu menyukai keindahan alam.


Itulah yang bisa aku pikirkan saat itu hingga akhirnya begitu banyak pertanyaan yang muncul namun tak banyak mendapat jawaban hal yang mengagetkan pun terjadi, di sana aku menemukan seseorang kakek tua yang begitu mirip dengan abah beliaulah yang membawaku pulang hingga aku bisa sampai di sini dan aku bisa kembali ke dunia ku sebab diantar oleh sang abah.


"Lalu hal apalagi yang kamu alami di sana?" tanya kembali


"Tidak ada, hanya abah yang berusaha menjelaskan perihal mengapa orang-orang disana begitu menghormati ku" Kataku seadanya


Harapanku saat ini semoga saja ini orang enggak begitu banyak mempertanyakan perjalanan panjangku.


"Baiklah" Katanya sambil menyunggingkan senyum


Dia terlihat begitu bersyukur bahwa aku telah kembali, hal yang ditakutkan nya adalah aku tidak bisa kembali dan justru pergi meninggalkan dunia ini. Karena biasanya orang-orang yang telah dibawa pergi akan menghilang sepenuhnya tanpa dikembalikan langsung oleh para makhluk halus yang menyukai mereka.


Pagi itu aku begitu banyak memikirkan hal-hal hal-hal yang aneh yang selalu saja terjadi terhadapku, aku masih belum bisa memahami mengapa semua hal ini bisa terjadi kepadaku.


Aku percaya inilah skenario Tuhan yang telah digariskan kepadaku untuk kujalani dan di suatu hari nanti semua ini akan memiliki akhir yang indah.

__ADS_1


Aku tak perduli dengan semua yang dikatakan orang tentang ku, aku hanya percaya rencana Tuhan yang begitu indah ini pasti akan memiliki kebahagiaan yang luar biasa diakhir skenarionya.


Sang kuasa mungkin sedang mengujiku dengan cara seperti ini, Aku berharap tidak ada orang lain yang mengalami hal yang serupa seperti yang sedang ku alami ini, karena aku saja sudah begitu takut dengan semua kejadian aneh ini.


Banyak hal yang belum bisa aku pahami walau orang lain mengatakan bahwa aku belum tahu mana yang benar dan mana yang salah, hal itu tidak mungkin aku tak tahu, jika aku memang tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah mungkin aku tidak akan sampai sejauh ini.


Sejak saat itulah aku mulai sering didatangi oleh sang abah, beliau banyak menuntunku untuk pergi ke suatu tempat yang tak pernah aku kunjungi selama ini.


Aku tahu mungkin tempat ini tidak bisa terlihat oleh orang lain namun hanya orang-orang tertentu yang mampu melihat tempat ini.


Aku percaya abah tidak akan menyakitiku, justru beliau akan melindungi ku. Pada hari itu Abah datang kembali ditemani oleh dua orang kakek tua dengan jubah berwarna abu, satunya terlihat memegang tongkat dan satunya lagi tidak. orang itu terlihat lebih tua dari Abah.


Mereka berdua kembar hanya saja yang membedakan mereka berdua adalah satunya memiliki tongkat dan satunya lagi tidak memiliki. Aku tidak tahu siapa namanya tapi mereka justru ikut untuk menuntunku ke suatu tempat.


Abah menuntunku untuk keluar dari gerbang rumahku dan ternyata di depan gerbang sudah ada sebuah mobil berwarna abu-abu yang menungguku.


kami masuk ke dalam mobil tersebut dan tiba-tiba saja mobil tersebut melaju dengan begitu cepat, namun tidak seperti mobil pada umumnya, mobil ini terbang dan pergi menuju ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah air terjun namun tak jauh dari air terjun itu terdapat sebuah rumah yang tampak begitu megah dan sangat mewah.


"Rumah siapa itu abah?" tanyaku


"Rumah itu akan menjadi tempatmu untuk belajar banyak hal" kata teman abah yang memakai tongkat.


Begitu banyak hal yang dipelajari saat itu, setelah begitu lama aku pun diantar kembali ke rumah oleh abah.


Sesampainya di rumah jam masih menunjukkan pukul dua belas malam, ternyata waktu masih lama untuk pagi menjelang.


Aku menghabiskan waktu untuk membaca beberapa buku berharap dengan membaca nantinya aku akan menjadi sedikit mengantuk dan setelah itu segera tidur. akan tetapi aku masih saja tetap terjaga dan belum bisa tidur sama sekali.


Hingga pada akhirnya aku pun tertidur saat jam sudah menunjukkan pukul tiga. Keesokan harinya aku menjalani pagi ku dengan membantu mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari mencuci piring, memasak hingga menyapu.


Aku sudah terbiasa melakukan hal yang terkait dengan pekerjaan rumah yang dilakukan sehari-hari.


Tanpa terasa aku sudah tinggal di rumah empat hari lamanya, kondisiku sudah semakin membaik hanya saja aku masih sering bangun malam dan hal-hal aneh akan terjadi sehingga terkadang sering membuatku susah untuk tertidur kembali setelah bangun. berbagai macam cara ku lakukan agar aku bisa kembali terlelap namun terkadang sang pencipta sedang tak berpihak kepadaku.


Beberapa hari berada dirumah rasanya begitu kangen dengan suasana pondok pesantren. aku juga kangen dengan aira dan teman-teman ku yang lain.


Semenjak aku tidak masuk sekolah sudah berapa banyak materi yang tertinggal, tapi mau bagaimana lagi kondisiku yang tidak memungkinkan sehingga aku hanya bisa bersabar dan terus bersabar.


Akan tiba waktunya nanti jika aku kembali ke pondok pesantren pasti aku akan begitu merindukan rumah, merindukan suasana rumah serta orang-orang yang ku sayangi.


Hingga pada akhirnya hariku untuk kembali ke pondok pesantren telah tiba, Aku akan segera kembali bertemu dengan teman-teman ku serta akan kembali mengikuti beberapa aturan yang harus ku taati.


Di perjalananku menuju pondok pesantren, Aku hanya terdiam sambil sesekali melihat pemandangan dengan hamparan persawahan hijau yang memanjakan mata yang sama sekali tak akan membuat rasa bosan, karena nuansa alami yang terdapat di sepanjang perjalanan itu sangat jarang untuk dinikmati, begitu banyak kendaraan yang sedang berlalu-lalang.


Begitulah padatnya kehidupan di kota tak seperti kehidupan di desa yang masih alami dan hanya satu atau dua motor yang lewat. jika di kota terdapat banyak sekali polusi dan bahkan kemacetan terjadi di mana-mana sebab kehidupan di kota tak sama dengan kehidupan di desa.


Kehidupan di kota besar terkadang banyak orang yang tak saling menghiraukan, bukannya mereka tak bertegur sapa satu dengan yang lainnnya hanya saja mereka tak terlalu perduli dengan urusan orang lain, mereka hanya perduli dengan kehidupannya serta pekerjaannya. jika di kota waktu itu adalah uang sedangkan kehidupan di desa baru sedikit saja masalah yang muncul pada seseorang maka akan banyak sekali gosip yang akan terdengar.

__ADS_1


Itulah perbedaan kehidupan kota dan desa, kalau masalah kenyamanan tergantung pada diri masing-masing setiap orang yang menjalani. tapi jangan sekali-kali mencoba kehidupan kota jika kalian masih belum memiliki tekad yang kuat, sebab kehidupan di kota itu sangat keras tidak seperti di desa.


Sekali-kali nya salah jalur dalam pergaulan maka akan sulit untuk membuatmu kembali ke kehidupan awal bahkan bisa saja itu akan menjadi awal kehancuran untuk kehidupanmu.


__ADS_2