Patah

Patah
Bab 13


__ADS_3

Sesampainya di sana tanpa disengaja, Aku dihampiri oleh seseorang guru yang membawa siswanya untuk mengikuti lomba yang sama dengan kami.


Guru tersebut terlihat tampak begitu tergesa-gesa, sepertinya guru tersebut baru saja sampai di lokasi dan mengira bahwa dirinya sudah terlambat. Kemudian segera menghampiriku yang kebetulan duduk di barisan paling belakang untuk menanyakan terkait lomba dan aku mendapatkan nomor berapa.


"Nak kamu nomor urut berapa?" kata guru tersebut.


"Mohon maaf pak, kebetulan aku nomor urut dua akan tetapi aku tidak bisa mengikuti lomba untuk saat ini" kataku sambil tersenyum


"Hanya saja temanku yoga yang akan mengikuti sedangkan aku tidak" kataku menambahkan


"Oh... memangnya ada apa nak?" kata bapak itu "Kenapa kamu tidak mengikuti?" tanya guru itu lagi "Iya karena ada sesuatu yang menjadi halangan sehingga aku tidak bisa mengikuti" kataku


"Baiklah kalau begitu terima kasih, semoga kita sama-sama berhasil ya" kata guru tersebut


"Iya pak semoga anak buah bapak juga bisa mengharumkan nama sekolah bapak ya" kataku sambil tersenyum


Aku menunggu begitu lama, temanku tak kunjung mendapatkan nomor urutan. sehingga sekitar jam sebelas siang temanku mendapat giliran.


Dan setelah itu kami menunggu beberapa saat lamanya untuk makan siang, sambil menunggu acaranya untuk ditutup.


Kemudian kami segera pulang dengan hasil lomba yang masih digantungkan. Kebetulan tidak diumumkan disana secara langsung melainkan diumumkan setelah satu minggu lamanya.


Alhasil ternyata sekolahku mendapatkan juara dua untuk tingkat kabupaten yang diadakan di sekolah negeri yang terletak di pusat kota tersebut. sedikit tidak aku begitu bahagia walau aku tidak bisa mengikuti acara lombanya saat itu tapi untung saja ada temanku yang juga ikut dalam lomba itu sehingga sekolah kami bisa mendapatkan juara.


Pada saat apel upacara hari senin, waktu itu kepala sekolah sedang berpidato dan di sanalah sang kepala sekolah menyampaikan bahwa kami mendapatkan juara dua mewakili sekolah dalam lomba tilawah tersebut.


Lantas saja hal itu membuat kami terpanggil untuk maju ke depan, dan kami berdua kemudian maju untuk menghampiri kepala sekolah untuk diberikan penghargaan. saat itu aku merasa begitu gugup karena ini baru pertama kalinya menjadi pusat perhatian semua orang.


Aku begitu bangga saat itu, walau aku tak jadi mengikuti lomba tersebut untuk mewakili sekolahku namun sedikit tidak karena temanku kami mendapat juara dua.


Di sekolah aku termasuk seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan bahkan aku juga aktif menjadi seorang anggota Osis.


Kebetulan aku memiliki beberapa orang teman yang berada di kelas C, temanku itu namanya ema dan yosi. kebetulan ema bukanlah asli lombok melainkan ema berasal dari Jawa Timur.


Di sini ema tinggal bersama budenya, saudara dari bapaknya sedangkan ibunya sendiri sudah menikah kembali semenjak bercerai dengan bapak nya.


Aku mengenal ema sejak sebelum mulai masuk di sekolah ini, kebetulan saat itu ema dibawa oleh abangnya ke lombok kemudian dibawa kerumah untuk mendaftar sekolah. kebetulan saat itu sudah penutupan penerimaan siswa siswi baru. tapi atas bantuan suami bibi akhirnya ema bisa masuk disekolah.


Suatu hari aku dekat dengan seorang cowok kelas C namanya Ryan. Kebetulan ryan merupakan teman ema. awalnya aku begitu malu untuk dekat dengan teman ema tersebut, akan tetapi atas kerja keras teman-temanku dan ema yang begitu ingin melihatku dekat dengan ryan akhirnya semua usaha yang dilakukan mereka membuahkan hadil sehingga aku bisa menjadi akrab dengan ryan.


Awalnya aku begitu tak mengerti dengan sikap ema yang begitu ingin melihatku untuk dekat dengan ryan, sebelum kami sedekat ini dulu aku pernah menolak permintaan ema.


"Alya... Aku kenalin ya sama teman kelasku?" kata ema padaku di sela-sela pelajaran fisika karena kebetulan guru kami waktu itu tak datang dan kebetulan juga si ema saat itu sedang ada jadwal olahraga.


"Aish... kamu ini ada-ada saja" kataku pada ema sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


"Kamu tenang saja al, ria orangnya baik kok" kata ema


Sepertinya ema mampu membaca kekhawatiran yang ku alami.

__ADS_1


Aku sudah tak mampu untuk menjawabnya lagi takut melukai niat baik temanku itu, aku hanya bisa menyunggingkan seulas senyuman.


Bukan masalah aku tak ingin dikenalkan dengan seorang cowok, hanya saja aku merasa malu dan tidak pantas. Aku takut keadaanku yang sebenarnya diketahui oleh orang lain, hal itu malah akan menyebabkan banyak orang menjauh bahkan merasa enggan untuk berteman denganku.


Hingga pada hari yang telah mereka tentukan ema dan yosi memperkenalkanku dengan seorang temannya yang bernama ryan itu.


Kebetulan ryan tinggal sekitar kurang lebih dua kilo dari lokasi sekolah. awalnya aku tampak biasa saja dengan ryan. Namun aku tak tahu hal yang sebenarnya ternyata ryan malah menyukaiku sejak awal melihatku.


Memang dulu kami sempat bertemu tanpa sengaja di kantin sekolah saat jam istirahat, kebetulan saat itu aku tengah menunggu ema bersama dengan yosi. alhasil ternyata ema malah datang bersama dengan ryan dan temannya.


Walau ryan memiliki perasaan terhadapku namun dia sama sekali tak berani untuk mengungkapkan perasaannya. Justru dia malah meminta tolong dengan ema agar bisa lebih dekat denganku karena yang dia tau aku sangat dekat dengan ema.


Ryan merupakan orang yang begitu pemalu terhadap orang-orang baru, namun ryan juga termasuk orang yang begitu aktif dan juga anak yang pintar di sekolah. Dia selalu menjadi juara di kelasnya.


Lama-kelamaan akhirnya kami menjadi akrab, karena ema dan yosi selalu saja melakukan berbagai macam cara agar aku dan Rian bisa menjadi semakin dekat.


Hingga pada akhirnya hari ulang tahunku yang ke enam belas telah tiba. hari itu aku begitu sedih tak tau hal apa yang telah ku perbuat sehingga sejak sehari sebelum ulang tahunku semua teman-temanku menjauh dan tak ada satupun yang menemaniku.


Bahkan ryan sendiri yang biasanya selalu ada buat ku kini menghilang begitu saja seolah-olah aku merasa dipermainkan olehnya.


"Kenapa semua teman-temanku malah menjauhiku?" kataku dalam hati


"Apa selama ini aku sudah membuat kesalahan terhadap mereka?" kataku lagi


Aku duduk sendirian sambil termenung di taman bunga yang berada di depan kelasku, pikiran ku begitu kacau, berbagai pertanyaan muncul di dalam hati ini. aku merasa begitu sedih dengan sikap teman-temanku yang seolah tanpa sebab malah menjauhiku.


"Sudahlah kamu tidak perlu terlihat begitu sedih" kata salma yang tiba-tiba memberikanku tisu


Sepertinya salma memperhatikanku yang sedang sendiri sehingga dia menghampiriku. Kebetulan aku mengenal salma saat masa orientasi sekolah namun kami tak terlalu dekat. hanya saja kami sering saling menyapa saat bertemu.


"Terimakasih" kataku sambil mengambil tisu itu dan segera menghapus air mata yang sudah jatuh kemana-mana tanpa berkompromi ini.


"Iya udah, aku masuk kelas dulu ya jangan sedih-sedih lagi" kata salma


"Baik, sekali lagi terimakasih" kataku


Dan setelah itu salma menepuk bahuku kemudian berlalu dan menuju kelasnya.


Sepulang sekolah aku sudah menemukan yosi di depan rumahku. seperti dia menungguku begitu lama.


"Kok kamu lama banget sih pulangnya al?" kata yosi dengan raut wajah yang terlihat begitu cemberut


"Iya tadi aku abis mengerjakan sesuatu baru pulang" kataku


"Memangnya ada apa yos?" tanyaku menambahkan


'Nanti sore aku jemput kamu ya" kata yosi


"Emang mau kemana?" kataku

__ADS_1


"Bukannya kamu marah sama aku?" kataku lagi


"Udah deh pokoknya kamu tunggu aja" kata yosi


"Aku pulang dulu" kata yosi menambahkan sambil tersenyum tampak terlihat begitu bahagia


Aku masih terdiam melihat yosi yang pergi begitu saja dengan melambaikan tangan sambil terus menerus tersenyum.


Bagaimana aku tidak heran dengan kelakuannya yang tiba-tiba begitu aneh terhadapku padahal dia tadi pagi tiba-tiba marah tak jelas terhadapku.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak itu? kenapa dia tiba-tiba seperti itu padaku? apa dia kerasukan ya? gumam ku


Sore harinya sesuai dengan yang dikatakan yosi tadi siang, aku sudah rapi dan menunggunya di depan rumah. dan tak lama akhirnya orang yang ditunggu-tunggu tiba juga.


"Sudah lama menunggu ya?" tanya yosi terhadapku


"Tidak begitu lama, lagian kan ini rumahku juga" kataku pada yosi


"Hehe... baiklah" kata yosi


"Sekarang saatnya kita berangkat" tambah yosi


"Oke, tapi sebenarnya kita mau kemana sih?" kataku


"Udah kamu tenang aja" kata yosi


Sekitar setengah jam perjalanan akhirnya kami tiba di lokasi yang telah ditentukan, disana terlihat begitu rame.


Dari jarak tempat kami parkirkan kendaraan sepintas aku melihat ema yang sudah berada di sana bersama dengan ryan dan fandy teman satu kelasnya.


Yosi kemudian membawaku untuk menuju teman-teman yang lain.


"Ayo jangan biarkan mereka terlalu lama menunggu kita" kata yosi sambil menarik tanganku


Aku hanya bisa menurut saja dengan semua yang diperintahkan oleh yosi. sesampainya di sana ryan memberikanku kejutan, dia membawakanku kue dan tiba-tiba saja semua teman-temanku berkumpul dan menyanyikan lagu ulang tahun untukku.


Ternyata aku tak menyangka semua hal ini, mereka semua memberikanku kejutan, pantas saja mereka tiba-tiba menjauhiku dan bahkan memarahiku tampa sebab yang jelas.


Saat itu aku hanya berpikir bahwa mereka semua lupa mengenai ulang tahunku, akan tetapi tanpa ku sadari mereka telah menyiapkan kejutan untukku dan terlihat dari begitu banyaknya teman-temanku yang datang saat itu.


Aku sadar mereka sengaja cuek terhadapku, dan pura-pura lupa kalau hari itu aku ulang tahun dan itu semua ternyata sudah menjadi bagian dari rencana mereka.


Sebenarnya saat yosi kerumah tadi ditemani oleh ryan hanya saja si ryan malah kabur lebih awal tak tau kenapa.


Dan ternyata masih ada juga teman-teman ku yang belum sampai di lokasi acara ulang tahunku yang sengaja dilakukan di pantai. Adapula yang saat dihubungi mengatakan bahwa dia masih dalam perjalanan.


Sela yang menjadi terakhir datang tampak kaget dengan pemandangan yang dilihatnya. Sesampainya di pantai ternyata disana sudah begitu rame sudah ada beberapa orang teman-teman kelas dan juga terdapat beberapa orang teman-teman ryan dan juga ema serta yosi. bahkan ada juga teman-teman dari kelas yang berbeda.


Yosi terlihat sedikit sibuk dengan sang kekasihnya sedangkan ema tampak menyibukkan diri dengan bermain kejar-kejaran di pantai bersama anak-anak cowok yang lain.

__ADS_1


__ADS_2