
Hari demi hari, waktu demi waktu terlewati sudah, selama aku berada di sekolah menengah atas ini begitu banyak kejadian aneh yang menimpaku mulai dari banyaknya siswi yang kerasukan dan banyak hal-hal mistis lainnya yang terjadi sehingga mau tak mau maka aku akan kembali teringat dengan bagaimana awal kejadian yang menimpaku sewaktu masih di pondok pesantren dulu.
Kebetulan sekolahku ini terlihat agak begitu angker, karena kebetulan di belakang sekolah masih belum dibersihkan.
Banyak tumbuh-tumbuhan liar yang menjulang tinggi dan terdapat juga beberapa petak sawah hal itu menambah kesan bahwa sekolahku masih tampak terlihat seperti hutan belantara yang gelap tak berpenghuni.
"Aku rasa sekolahku memiliki banyak hal yang aneh" gumam ku
Kebetulan sekolahku termasuk sekolah favorit di di kecamatan ini. Di sekolah menengah atas tempat aku berada ini aku menempati kelas favorit, konon ceritanya di kelas ini dulu termasuk kelas yang paling menyeramkan hal itu didukung oleh sebuah kejadian yang membuat mau tak mau orang menjadi percaya.
Aku paham bagaimana keadaan mereka, apalagi kalau kita berada di posisi yang sama. namun jika denganku tak perlu memberitahukan panjang lebar mengenai hal itu karena aku sudah paham, aku sudah menjalani itu semua sebelum mereka .
"Kalian tau gak gosip yang sedang hangat-hangatnya?" kata salah satu temanku di sela-sela kami sedang berkumpul sebelum masuk memulai pelajaran jam pertama
"Gosip apa ya?" tanya ema
"Katanya ada guru yang membunuh seekor ular kemarin di dalam kelas ini". kata stella
"Dari mana kamu tahu?" kata selly
"Iya memang beneran ada guru kok yang membunuh seekor ular di dalam kelas kita" kataku menjawab pertanyaan yang terus-menerus menjadi bayangan orang lain.
Ketika seorang guru olahraga tengah menjadi gosip hangat yang diketahui pernah menemukan seekor ular di dalam kelasku itu, kemudian guru tersebut membunuhnya. Hal itu mengakibatkan banyak sekali siswa ataupun siswi kerasukan. para siswa ataupun siswi percaya bahwa kejadian itu memiliki keterkaitan.
Waktu itu aku sempat pernah mengalami kerasukan, kemudian hal-hal yang aneh seperti biasa mulai datang setiap malamnya. Aku kembali susah untuk tidur, bahkan aku sendiri sering begadang dan baru bisa tertidur ketika jam tiga pagi.
Terkadang aku juga bingung dengan apa yang akan aku lakukan, ketika aku harus terjaga sampai pagi dan tidak bisa tertidur.
Yang kulakukan hanya menonton ataupun hanya untuk membaca-baca novel dengan harapan agar aku cepat ngantuk akan tetapi aku malah menjadi tetap terjaga dan tidak jadi mengantuk.
Saat aku begitu susah untuk tertidur, bukannya aku tidak ingin tertidur, aku hanya tidak berani untuk memejamkan mata dikarenakan penglihatan ku yang sering macam-macam sehingga aku akan begitu ketakutan untuk tidur.
Padahal aku sendiri sudah berusaha untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an namun mereka tetap saja menampakkan diri dengan berbagai rupa, mulai dari yang tampak biasa-biasa aja sampai yang paling menyeramkan.
Terkadang pula aku akan begitu cepat tertidur dengan ditemani sosok kak putri yang menemaniku. Kak putri selalu menemaniku tidur sehingga dengan begitu tak ada yang berani untuk mengganggu ku.
Disaat aku tertidur, kemudian jika aku terbangun di tengah larut nya malam, maka aku akan bangun sampai pagi dan hal itu membuatku menjadi tak bisa tidur sama sekali karenakan besoknya aku harus mengikuti sekolah dan mau tak mau aku harus menerima resiko semua itu.
__ADS_1
Hampir setiap malam aku begadang terkadang aku belajar atau bahkan hanya sekedar untuk menonton agar ada yang ku kerjakan.
Aku mencari berbagai macam cara agar menjadi sebuah solusi supaya aku bisa cepat tidur dan bangun ketika menjelang subuh, tapi ada kalanya aku akan tertidur dengan cepat dan kadang juga malah tidak bisa sama sekali.
Dan hingga pada akhirnya tanpa disengaja aku menemukan seorang guru yang sering sekali datang ke rumah.
Panggil saja nama guru itu pak susanto. Hari demi hari karena kami sering bertemu dan mengobrol membuat kami terbilang sudah menjadi begitu akrab.
Sampai beliaulah yang memberikan aku begitu banyak solusi sehingga aku sudah tidak begitu ketakutan dengan semua yang kualami walau yang kulihat sering menampakan diri dengan berbagai macam wujud.
Aku lebih giat lagi dalam menjalankan ibadah dan meminta pertolongan kepada sang kuasa agar selalu dalam lindungannya.
Aku sudah mencoba agar aku tidak takut lagi kepada para makhluk halus, aku yakin aku mampu untuk melawan itu semua.
Derajat manusia itu lebih tinggi ketimbang makhluk tak kasat mata seperti jin. makhluk seperti itu hanyalah akan membuat manusia menjadi tersesat dan membawanya ke dalam kubangan dosa, karena mereka bertujuan hanya untuk memperdayai manusia setelah berhasil dengan itu semua, maka mereka akan dengan senang hatinya meninggalkan manusia itu karena merasa berhasil menggodanya dan misinya telah usai dan berhasil untuk membuat manusia mengikutinya.
Saat itu aku mewakili sekolahku untuk mengikuti lomba tilawah tingkat kabupaten yang di selenggarakan di salah satu SMA Negeri favorit yang terletak di kota bersama seorang temanku bernama yoga.
Kebetulan yoga bukan merupakan seorang lulusan pondok pesantren melainkan yoga merupakan lulusan dari sekolah menengah pertama yang tak jauh dari lokasi sekolah kami saat ini.
Aku dan yoga menjadi pasangan untuk mengikuti lomba karena kebetulan kami juga merupakan teman sekelas.
Di kelas juga yoga memang begitu, hal itu membuat yoga tidak memiliki banyak teman. Yoga hanya berteman dengan sekitar dua atau ndak tiga orang saja.
Yoga termasuk anak yang pandai dan pendiam di dalam kelas, jika digali lebih dalam lagi terkait potensi anak itu, mungkin akan ada lebih banyak lagi kesan baik yang akan membuat anak itu memiliki banyak teman dan mengajarkan agar menjadi anak yang tak pemalu. Tapi entahlah aku tidak begitu tahu betul dengan karakter anak itu yang lebih detailnya hanya saja dia adalah teman sekelasku. ðŸ¤
Suatu hari ketua Osis datang mencari ku. saat itu tengah ada pembelajaran geografi, tapi untung saja sang guru yang saat itu mengajarkan kami tidak begitu menyeramkan dan ketahuilah guru tersebut sangat lucu dan tak mudah marah, hal itu membuat kami semua tak pernah bosan untuk mengikuti pelajaran beliau.
"Pak permisi" kata ketua osis ku
"Iya, silahkan" kata guru geografi tersebut
"Mau mencari siapa atau mau menyampaikan sesuatu?" tambah guru tersebut
"Saya ingin mencari alya dan yoga" kata ketua osis tersebut
"Ayok alya dan yoga dipanggil" kata guruku
__ADS_1
Aku beranjak bangun dari tempat dudukku dan bergegas untuk menghampiri sang ketua osis yang menunggu di depan kelas.
"Permisi pak" kataku sambil tersenyum
Dan dibelakang ku juga terdapat yoga yang mengikuti ku.
"Iya silahkan" kata guruku
Sesampainya aku diluar, sang ketua osis tengah mengobrol dengan seorang rekannya yang menemani mencari aku dan yoga.
"Dek kamu mewakili sekolah ya untuk lomba tilawah bersama yoga!" kata ketua OSIS hari itu
"Tapi aku tidak bisa kak" kataku sambil tersenyum masam
"Tidak mungkin kamu tidak bisa dek, kamu pasti bisa" katanya sambil tersenyum
"Atau hanya saja kamu tidak mau mengakuinya" kata ketua OSIS itu lagi menambahkan
Jujur aku yang belum terlalu bisa mengenai tilawah akhirnya mengiyakan perkataan ketua Osis tersebut sehingga aku harus rajin belajar demi membanggakan sekolahku.
Aku sudah mencoba untuk menolak permintaan ketua OSIS tersebut namun tetap saja dia ngotot supaya aku mengikuti lomba tersebut dan mau tidak mau akhirnya dengan terpaksa aku pun mengikuti lomba tersebut.
Namun sayang sekali, ketika lomba itu akan berlangsung berbagai rintangan yang harus ku terima terlewati untuk mencapai semua itu.
Sekitar dua minggu lamanya sebelum acara itu dilangsungkan kami dilatih setiap hari di sekolah bahkan setiap sore harinya juga kami belajar di mushola sekolah.
Bukan hanya kami saja yang belajar, melainkan ada beberapa orang siswa dan siswa lainnya yang ikut belajar bersama kami. Hal itu membuatku tampak begitu bahagia karena tanpa sengaja aku bisa mewakili sekolahku dalam tingkat kabupaten untuk untuk lomba.
Aku sudah membayangkan betapa bahagianya hatiku saat mampu untuk mengharumkan nama baik sekolahku.
Sedangkan aku yang tak pernah menyangka untuk bisa mengikuti lomba seperti ini akhirnya mau tidak mau harus ikut itu semua dikarenakan pilihan seorang kakak kelas yang juga menjabat menjadi seorang ketua Osis di sekolah tersebut.
Jarak beberapa hari setelah belajar, akhirnya waktu yang telah ditentukan untuk mengikuti lomba tilawah tersebut tiba saatnya.
Aku dan Yoga pergi mengikuti lomba tersebut dengan didampingi oleh sang guru yang melatih kami dan seorang guru BK.
Kebetulan lomba tersebut diadakan di pusat kota kami berdua berangkat sejak pagi hari dan Sesampainya di sana sudah begitu ramai dengan orang-orang yang akan mewakili sekolahnya masing-masing untuk mengikuti lomba demi mengharumkan nama baik sekolah mereka.
__ADS_1
Begitupun juga dengan kami akan tetapi sayang sekali, saat lomba sudah mulai berlangsung aku tidak bisa mengikuti lomba tersebut karena tiba-tiba saja aku mendapatkan halangan.