Patah

Patah
Bab 19 Berkabut dalam Kesedihan


__ADS_3

Hari-hari ku lalui dengan penuh suka dan duka. mau sesedih apapun yang ku alami namun orang lain tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku itu karena aku terlalu pintar untuk menyembunyikan kesedihan yang ku miliki.


Yang mereka tahu aku merupakan orang yang tak pernah memiliki kekurangan apapun, aku selalu hidup berkecukupan, tak pernah ada sedikitpun kesedihan yang terlihat setiap harinya. Setiap hari yang mereka lihat hanyalah kebahagiaan serta senyuman yang selalu ku tampilkan di depan mereka.


Aku memang selalu terlihat bahagia seolah-olah tak pernah ada kesedihan atau bahkan sekalipun itu merupakan sebuah penderitaan yang terjadi dalam kehidupanku, aku selalu saja bisa untuk menyembunyikan semua yang ku alami. Namun semua orang terkadang salah telah menilaiku seperti itu. Aku yakin saat orang tersebut tahu tentangku yang sesungguhnya, mereka pasti akan menangis karena begitu kasihan terhadapku.


Aku selalu berusaha untuk menjadi wanita yang cukup kuat dan tangguh agar orang lain tak tau betapa lemahnya aku. terkadang banyak yang memujiku bahwa aku seorang wanita yang tangguh itulah pujian yang selalu di ucapkan orang-orang yang telah mengetahui tentangku yang sesungguhnya.


Bahkan banyak juga yang seringkali menilaiku sebagai anak yang tak memiliki sikap yang baik dan bahkan ada juga yang tak segan-segan mengatakan bahwa aku merupakan anak yang kurang ajar. Aku juga tak butuh untuk dikasihani dan di tangisi.


Cukup jadikah kisahku sebagai panutan untuk hidupmu kelak bersama dengan keluarga kalian. Jangan sampai saat kalian mempunyai anak, lalu kalian malah seenaknya saja meninggalkan anak tersebut, tampa memikirkan dampak yang akan disebabkan oleh keegoisan serta masa depan anak tersebut akan menjadi seperti apa nantinya.


“Sesakit apapun derita yang kamu rasakan, teruslah untuk tersenyum, karena dengan senyuman orang tak akan tahu betapa sedihnya dirimu melainkan orang lain hanya tahu bahwa kamu bahagia”


“Tersenyumlah sebanyak yang kalian inginkan, karena orang lain tak pernah tahu makna di balik senyuman yang kalian berikan tersebut”


POV

__ADS_1


Duka setelah aku kehilangan sosok nenek yang selalu menjadi pahlawan di setiap hari kehidupan yang ku jalani begitu mendalam. setelah sekian lama nenek meninggalkan ku, kehidupan ini terasa tak begitu berarti. rasanya aku ingin lebih cepat untuk ikut bersama dengan nenek. aku begitu menyayangi nenek.


Setelah satu tahun kepergian nenek kakek kemudian menyusul nenek kembali menghadap sang kuasa. aku benar-benar pasrah telah kehilangan orang-orang yang begitu berarti dalam kehidupanku ini. aku berusaha untuk mengikhlaskan kepergian kakek untuk menghadap sang kuasa.


Aku hanya tak ingin melihat kakek begitu lama terbaring kesakitan dan begitu menderita karena seringkali tak mendapakan perlakuan yang baik dari paman dan istrinya.


Sejak satu bulan terakhir ini, begitu banyak air mata yang mengalir yang tak dapat lagi ku tahan, sebab mereka diapanggil oleh sang kuasa lebih cepat. Begitu banyak orang yang ku sayangi pergi meninggalkanku, rasanya aku begitu tak percaya dengan semua ini.


Hari ini satu demi satu orang-orang yang ku sayangi telah kembali kepada sang maha kuasa. Setiap orang baik yang ku kenal selalu saja diambil oleh sang kuasa lebih cepat dari perkiraan. Aku tahu jodoh, rizki dan kematian tidak pernah kita tahu kapan akan tiba, akan tetapi kita tak akan pernah bisa untuk berlari dari takdir yang telah digariskan oleh sang kuasa.


Dulu sebelumnya saudara sepupuku yang laki-laki meninggal dunia akibat kecelakaan yang merenggut mautnya di bulan agustus, kejadian itu merenggut dua nyawa sekaligus. dan tak berselang lama setelah kejadian itu pak de meninggal dunia saat aku pergi mengunjungi keluarga yang rumahnya lumayan jauh dari jumah. dan sekarang bu de juga kembali sehingga hanya menyisakan dua bersaudara sepupuku dan dua orang cucunya.


Sedangkan suami saudaraku itu tengah berada di jepang. satu hari sebelum mertuanya meninggal saudara perempuan suami saudarku itu juga meninggal begitu mengenaskan. 


Aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau ternyata bu de telah terpanggil kembali kepada sang kuasa. Tak terasa air mata ini terus saja jatuh saat mengingat kebaikan bu de terhadapku. Aku telah kehilangan begitu banyak orang yang berarti dalam kehidupan ini oleh sebab itu aku harus bisa menjadi orang yang begitu berarti untuk kehidupanku, keluarga dan juga orang lain yang mengenalku.


Hubungan ku dengan paman sudah tak begitu baik sekarang, bukan aku yang tak ingin baik terhadap paman hanya saja aku merasa begitu malu karena semua ucapan paman yang mengatakan seolah olah aku ini binatang dan juga anak yang kurang ajar serta anak yang tak tahu untung.

__ADS_1


Jujur, kekecewaan yang ku alami begitu mendalam dan terasa begitu menusuk hingga ke tulang-tulang. aku tak pernah menyangka bahwa paman aku begitu mencampakkan aku sekaligus. aku berusaha untuk terlihat kuat dan tenang berada di depan orang-orang yang ku sayangi, namun luka itu tak mampu untuk ku lupakan. 


Aku memang telah menyadari sikap paman yang seperti itu sejak dulu, namun aku hanya berusaha untuk menjadi anak yang baik karena aku merasa begitu berhutang budi terhadap paman. akan tetapi jika paman yang memulainya lebih awal maka aku sendiri akan mengikuti semua skenario yang dimainkan oleh paman.


Begitu tak ada artinya aku baginya, namun aku yakin suatu hari aka nada hari dimana aku akan menjadi orang yang benar-benar bahagia setelah begitu banyak badai yang mengguncang kehidupanku selama ini. aku tahu sang kuasa tak akan menguji hambanya sampai batas kemampuan yang dimiliki.


Setiap ummatnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda, diluar sana banyak sekali orang yang nekat melakukan aksi bunuh diri karena sudah terlalu lelah dengan semua cobaan yangselalu saja tak mampu diselesaikan.


Ketika rasa egois itu mengalahkan segalanya maka tak ada lagi yang bisa dilakukan, sebab apapun alasannya keegoisan itu akan menang. aku sudah pasrah dengan segala yang ku terima baik itu perlakuan yang tak mengenakkan hati serta perasaan. Begitu sakitnya hati ini yang selalu saja diperlakukan tak pernah adil oleh bapak. rasanya aku ingin sekali membalas semua yang dilakukan mereka terhdapku, namun apalah dayaku, aku tidak memiliki apapun supaya bisa membalaskan semua perlakuan mereka terhadapku yang begitu semena-mena.


Aku sadar mungkin aku bukanlah anak yang diharapkan oleh orang tuaku. Aku hanyalah anak pembawa sial seperti yang selalu saja mereka katakan. aku juga sama sekali tidak mengerti mengapa mereka selalu saja beranggapan bahwa akulah yang selalu menjadi orang yang membawa sial di kehidupan mereka ini.


Aku begitu sedih dengan perlakuan bapak, namun aku tak akan mampu untuk melakukan apapun


sebab bapak sendiri yang menginginkan putus hubungan denganku. aku berusaha mati-matian agar bisamenjadi  tak begitu menghiraukan bapak ketika bertemu tanpa sengaja di jalan. aku sudah mencoba melakukan hal itu namun naluriku selalu saja menolak untuk melakukan hal itu.


Mari sejenak kita mengikuti alur seperti yang mereka inginkan, jika suatu hari nanti mereka telah bosan dengan hal it, maka pasti akan ada celah yang akan membuat semunya kembali menjadi baik.

__ADS_1


__ADS_2