Patah

Patah
Bab 17


__ADS_3

Nenekku pahlawanku, Aku begitu bangga dengan nenek. walaupun nenek sudah begitu tua tapi tetap saja selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukku.


Nenek selalu ada untukku. aku sadar selama ini hanya bisa membuat nenek kecewa, aku masih belum bisa membuat nenek bahagia dan pada akhirnya nenek harus kembali kepada sang kuasa lebih awal. padahal aku selalu berdoa agar nenek diberikan umur yang panjang sehingga aku bisa memberikan nenek kebahagiaan.


Aku tahu mungkin aku hanya beban keluarga, bahkan keluargaku sendiri tidak percaya padaku. Mereka mengira aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah tetapi mereka tetap saja menilaiku tidak tahu hal yang seperti itu.


Aku sudah dewasa saat ini, aku tidak mungkin tidak tahu mana yang baik dan mana yang salah. Kalau memang aku tidak tahu mana yang baik dan mana yang salah hidupku mungkin sudah hancur.


Kehidupan saat ini begitu keras, salah saja sedikit jalur yang kita lalui dalam hidup ini maka kita akan berada di jalur yang salah.


Begitu juga sebaliknya kita harus pintar untuk menjaga diri, harus pintar membawa diri agar tidak terbawa arus yang salah.


Selebihnya kehidupan di kota yang yang begitu rumit, gak ada yang saling menghiraukan satu dengan yang lainnya. palingan hanga sepintas bertegur sapa saja.


Keluargaku boleh tidak mempercayaiku saat ini, tapi suatu hari nanti aku akan membuktikan bahwa aku mampu dan aku tahu mana yang salah dan mana yang benar.


Saat ini mereka boleh mengejekku dan mencaci-maki ku namun aku tahu akan ada hari esok untukku membuktikan segalanya kepada mereka tentang siapa aku yang sebenarnya.


Aku tahu saat ini mereka tidak membutuhkanku karena aku tak memiliki kekayaan, dan aku juga masih anak-anak yang tidak mereka butuhkan tapi suatu hari nanti jika mereka membutuhkanku maka mereka akan kembali kepadaku dan meminta pertolongan pada aku.


Aku harus bisa membuktikan bahwa suatu hari aku akan mampu untuk menjadi orang yang sukses dan terkenal dengan kemampuan yang ku miliki.


Aku sadar saat ini aku tidak memiliki apapun sehingga itu mereka tidak menyukaiku akan tetapi suatu hari aku akan mampu untuk menjadi diriku sendiri, mempunyai apa yang aku inginkan dan membuat mereka sadar dengan apa yang telah dilakukan mereka terhadapku.

__ADS_1


Jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain sebab mereka tak ingin menampakan kemampuannya itu karena ia tidak ingin terlihat sombong.


Perjalanan yang ku lalui setelah kehilangan nenek, aku seolah seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.


Aku merasa tidak begitu nyaman dalam melakukan berbagai hal di kehidupan ini setelah kehilangan nenek, seolah olah duniaku telah hancur tanpa ada nenek yang selalu ada untukku dalam keadaan apapun, namun keadaan yang terus memaksa sehingga mau tak mau aku harus bisa melewati semuanya tanpa ada nenek.


Jujur rasanya sangat berat untuk bisa memulai semuanya tanpa nenek, karena nenek yang merawat ku sejak orang tuaku bercerai.


Rasanya aku lebih baik kehilangan sosok bapak ketimbang kehilangan nenek, sebab kalau aku kehilangan bapak, aku sudah terbiasa tanpa bapak.


Bapak yang begitu sibuk dengan urusan kehidupannya dengan keluarga barunya, sibuk dalam berbagai hal mengurus anaknya sedangkan aku seolah seperti bukan anaknya sendiri.


Bahkan untuk meminta uang saja aku seperti pengemis baru diberikan, dan sampai saat ini aku telah menyerah untuk berjuang memperjuangkan hati bapak.


Aku telah ikhlas kehilangan hati Bapak. aku mencoba melakukan segala macam cara seperti yang dilakukan bapak terhadapku.


Aku tak akan pernah menuntut bapak untuk mengakui ku sebagai anak, aku sama sekali tidak perduli dengan apapun yang ingin dilakukan bapak terhadapku.


Rasa dan perlakuan yang ku terima dari bapak mengajarkan ku bahwa bapak sudah bukan orang tuaku lagi.


Kekecewaan yang begitu menyakitkan sedang ku rasakan, namun aku harus bisa untuk bersabar dan menerima kenyataan.


Lagipula aku tak pernah meminta bapak untuk membuatku terlahir ke dunia ini. Jika aku diizinkan untuk kembali memilih oleh sang kuasa maka aku akan lebih memilih untuk tidak terlahir ke dunia yang sangat keras ini.

__ADS_1


Rasanya aku lebih memilih untuk tidak terlahir saja, aku tidak sanggup untuk bertahan di dunia ini sendiri. terlalu menyakitkan untukku.


Terserah orang ingin berpikir apa tentangku, yang terpenting orang tidak pernah tau apa yang terjadi padaku dan apa yang ku alami.


Kehidupan yang begitu keras ku jalani, begitu banyak lika liku yang harus ku lewati bahkan terkadang aku ingin menyudahi semua ini.


Aku sudah lelah dengan semua ini, aku ingin istirahat total dari rumitnya kehidupan dunia ini.


Kalian boleh mengatakan aku anak yang kurang ajar dan tak tau terimakasih karena sudah dilahirkan ke dunia ini, tapi kalian tidak pernah tau hari-hari yang ku jalani seperti apa.


Aku rasa jika kalian yang menjadi aku, mungkin kalian tak akan sanggup untuk menjalani semua itu. Karena aku sendiri juga mengalami begitu banyak hal yang tak enak dan membuatku begitu menderita.


Banyak sekali kesakitan yang ku terima, bukan hanya luka pisik saja akan tetapi luka yang diakibatkan oleh psikologis juga terkadang membuat mental ku menjadi ciut, trauma yang begitu dalam ku rasakan akibat serangan mental yang ku dapatkan sejak kecil.


Aku hanya tidak ingin melihat orang lain merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan, saat ini aku tidak ingin mereka terluka seperti aku.


Sedangkan aku, lukaku saja tak kunjung sembuh, karena belum saja sembuh luka yang pertama sudah menyambung ke luka yang kedua begitu seterusnya.


Banyak sekali kejadian yang ku dapatkan semenjak aku kecil hingga sampai saat aku sudah menempuh sekolah menengah atas akan tetapi masih saja ingatanku tentang luka yang ku alami sehingga membuatku menjadi trauma.


Kekhawatiran yang berlebihan sering kali menghantuiku, aku tidak bisa terlalu dibuat cemas sehingga ketakutan itu akan muncul begitu saja sering dengan kecemasan yang ku alami.


Jika perasaan yang begitu cemas tak bisa ku kendalikan, maka kondisiku terutama kaki dan tanganku seolah-olah seperti sedingin es.

__ADS_1


Aku sering merasakan kedinginan bahkan rasa dingin itu sering membuatku merasa menjadi tak nyaman.


Tubuhku sering tak bersahabat dengan udara, aku seringkali merasakan kedinginan walau udara terasa panas. aku sendiri tidak mengerti dengan kondisiku yang seperti itu, namun aku mencoba untuk bisa mengendalikan keadaanku agar aku tak terus menerus dihantui oleh kecemasan yang seringkali tak bisa diajak untuk berkompromi.


__ADS_2