
Perasaan ini sungguh kecewa dengan semua hal yang telah dilakukan bapak. Beliau yang memulai semua ini lebih awal maka aku akan mengikuti kemauan bapak seperti keinginannya.
Aku juga akan menganggapnya seperti seolah olah sudah tak ada lagi. Seharusnya seorang bapak adalah cinta pertama anak perempuan akan tetapi aku tidak sama sekali.
Aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang bapak, bapakku begitu sibuk dengan urusan keluarganya sedangkan aku sama sekali tidak berarti apapun baginya.
Aku seperti seorang anak yang tak memiliki bapak dan bahkan sama sekali tak terurus. aku seolah terbuang begitu saja dan tak dianggap ada oleh bapak.
Orang yang ku anggap begitu berarti di dunia ini, beliau pahlawan yang selalu ku bangga-banggakan namun sirna seketika itu juga.
"Tuhan…
Aku tak pernah ingin terlahir ke dunia ini
Dunia ini terlalu keras
Aku tak sanggup untuk menghadapi dunia ini
Rasanya lebih baik tak berada di dunia ini
Ini terlalu keras
Aku tak pernah sama sekali memintanya untuk membuatku ada di dunia ini. Seandainya aku disuruh untuk memilih maka pilihanku sudah jelas aku tak ingin terlahir kedunia yang begitu kejam ini.
Aku tak perduli dengan orang lain yang akan menganggapku kurang ajar dan seolah seperti tak pernah menghargai orang tua.
Aku justru begitu menghargai serta menghormati beliau akan tetapi beliaulah yang tak pernah menganggapku sebagai anak.
"Jangan heran jika aku bersikap layaknya seperti anak yang kurang ajar dan tak menghormati orang tua".
"Jujur tak ada seorang anak yang akan membenci orang tuanya keculi orang tuanya yang memulai lebih dulu"
Aku hanya ingin orang tuaku bisa bersikap adil, bukan hanya bapakku saja melainkan buat bapak kalian semua juga ya.
Bapak sendiri selalu saja menganggapku sebagai orang yang lemah dan sangat rendah, namun aku yakin suatu hari akan mampu untuk menjadi orang yang dibanggakan walau saat ini aku harus menjadi orang yang begitu menyedihkan.
Dan jika tiba pada saat seperti itu, aku yakin orang-orang yang telah menyia-nyikanku akan kembali baik terhadapku. Namun jangan salah, mungkin semuanya telah berubah dan tak lagi sama.
Waktu terus berjalan dan semuanya sudah tak lagi sama, waktu terus berputar maju tanpa bisa mengulangi lagi waktu ke belakang.
Satu kali saja aku di sakiti, maka bayangan itu akan terus muncul dan hal itu akan menimbulkan sebuah kebencian yang begitu mendalam dan terkadang ingin membuatku untuk menjadi orang yang begitu egois untuk balas dendam terhadap orang-orang yang telah menyakitiku.
__ADS_1
Hari itu aku mendapatkan kabar dari saudara ipar bapak, perihal saudara perempuanku yang menikah.
"Kenapa kamu tidak datang di acara pernikahan kakakmu?” Tanya bibikku itu
"Lha memang kakak siapa yang nikah? Tanyaku kembali bertanya bukan aku pura-pura tidak mengetahui namun karena aku memang benar-benar tidak tau apapun.
"Memangnya bapakmu tidak pernah memberitahukan kamu terkait saudaramu yang menikah?” tanyanya balik padaku
Sejujurnya dari tadi aku dangat bingung, karena bukannya jawaban yang ku terima tapi malah pertanyaan balik yang ku terima.
"Iya aku mana tau kalau ada orang nikah, lagian aku juga tidak pernah dikasih tau kok” Kataku sambil tertawa padahal di dalam hati terasa begitu menyakitkan.
Ada perasaan sedih yang begitu menyesakkan hati, tak terasa air mata ini mulai berjatuhan saking sedihnya mendengar kabar tentang hal itu.
Begitu tak berartinya aku di mata bapak dan saudaraku. Aku sadar dia memang bukan saudara kandungku, melainkan dia hanyalah saudara yang sebapak denganku.
Aku sudah mencoba untuk menjadi orang baik, bersikap baik dan tulus terhadap mereka saudara-saudaraku namun tetap saja aku tak dianggap bagian dari keluarganya.
Aku hanya bisa mencoba untuk terus bersabar sampai sang penguasa langit dan bumi yang membalikkan segalanya.
Aku begitu kecewa dengan sikap bapak, peran beliau telah musnah di duniaku ini. Seharusnya bapak tidak ikut-ikutan bersikap seperti itu.
"Seharusnya bapak mampu menjadi penengah dalam masalah anak-anaknya, agar mereka tetap akur, namun bapak sama sekali tak perduli dengan semua itu”. Gumam ku dalam hati
Aku sendiri adalah anaknya bukan orang lain, namun aku sadar bapak lebih memilih untuk kehilangan aku.
Di hatiku sudah tak ada lagi perasaan cinta ataupun sayang yang ku miliki untuk bapak, yang ada hanyalah perasaan kecewa dan patah hati serta kemarahan yang begitu mendalam.
Aku tau memang saat ini aku bukanlah orang yang bisa mereka banggakan, mungkin menurut mereka aku hanyalah sampah yang tak ada apa-apanya sama sekali.
Sedangkan saudara-saudaraku memiliki pendidikan yang tinggi semua, sedangkan aku hanyalah seorang anak yang belum memiliki hasil apapun dan juga pendidikan yang tak sepadan dengan mereka saudara-saudaraku.
Apalah aku yang hanya bisa menghabiskan uang saja. Dan sejak saat itu, tekadku begitu bulat untuk memulai kehidupan baru.
Memulai semuanya dari awal lagi dan kembali untuk mencoba menata hatiku yang sudah patah serta hancur berkeping-keping ini.
Hatiku tersa begitu sakit, luka ini terasa begitu menyakitkan bahkan lebih sakit dari rasa sakit hati yang diakibatkan oleh putus dari pacar.
Jika luka putus dengan pacar masih bisa hilang dan digantikan oleh hadirnya orang yang baru, sedangkan yang ini beda dari yang lain., Ada perasaan kecewa, sedih dan bahkan sakit hati yang begitu mendalam sehingga ingin sekali rasanya membalaskan dendam.
Kobaran amarah yang begitu menyala tak mampu untuk terus ditahan lagi. Hatiku terlalu hancur, aku tak ingin terluka lebih jauh lagi. Oleh sebab itu, saat ini aku memulai segala sesuatu yang baru, dan mencoba untuk tak menghiraukan bapak sama sekali seperti yang dilakukannya terhadapku.
__ADS_1
Aku sudah mengaggap bapak seolah olah orang yang sudah benar-benar tak ada lagi saat ini. seolah bapak sudah tak ada di dunia ini lagi.
Jangan heran jika aku melakukan hal seperti itu terhadap bapak kandungku sendiri. Aku hanya ingin mengikuti bagaimana bapak bersikap serta perlakuan bapak terhadapku.
Aku sudah mencoba untuk tak menghiraukan bapak walau bertemu di jalan yang tanpa sengaja. Namun perasaan ini cukup sulit untuk ku ingkari, rasanya aku pasti akan menegurnya kalau ketemu dijalan. Padahal aku ingin sekali mencoba untuk tak menghiraukan bapak sama sekali.
Pernah saat itu ketika di acara pemakaman bu de.
Di persimpangan jalan aku bertemu dengan bapak yang tanpa sengaja.
aku ingin mengelak dan tak menyapa. Namun perasaanku tetap saja tak bisa dihindari kemudian aku menyapa bapak.
"Saya duluan pak” Begitulah kataku
Walau tak dihiraukan sama sekali karena bapak entah sibuk bertelponan dengan siapa saat itu.
Aku memang bukanlah anak yang diinginkan oleh beliau, beliau hanya menginginkan anak dari istri nya yang lain saja, tapi aku yakin suatu hari nanti beliau pasti akan membutuhkanku.
Semoga saat dimana beliau membutuhkanku, aku sudah bisa memaafkan karena luka yang ditorehkannya ini begitu dalam hal itu membuat ku merasa tak bisa memaafkannya sama sekali.
"Apalah aku, aku hanyalah seorang anak yang tak pernah dianggap ada oleh bapak’’. Gumamku sambil menertawakan diri sendiri yang begitu menyedihkan.
Setelah kabar pernikahan saudara keduaku dan hari ini toba juga kabar pernikahan dari saudara perempuan tertuaku yang merupakan seorang janda.
Dia telah lama menjadi seorang janda dan memiliki seorang anak laki-laki yang berumuran sekitar kelas dua sekolah dasar.
Aku sama sekali tak perduli dengan kabar tersebut, aku tak begitu tertarik dengan apapun kabar terkait bapak, seolah aku sudah tak begitu perduli lagi dengan bapak.
Aku sudah tak ingin ikut campur lagi dengan apapun urusan bapak, karena aku tau bapak sudah tak ingin ada hubungan lagi denganku.
Terserah apapun yang ingin diputuskan oleh bapak, lagi pula aku hanyalah anak yang tak dianggap ada. Bapak telah memutuskan tali ikatan dengaku, jadi aku sudah tak ingin lagi berhubungan dengan bapak lagi.
Saat ini, apapun yang ingin dilakukan bapak aku sudah tak perduli.
"Jika bapak melakukan hal seperti ini terhdapku, maka jangan salahkan aku jika aku juga akan melakukan hal yang sama terhadap bapak” gumam ku dalam hati
Bapak sudah tak mengaggapku ada dan aku juga akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan bapak terhadapku.
Hubungan ikatan batin antara anak dan orang tua sudah tak ada lagi. Kami hanyalah orang asing. Dan hubunganku dengan bapak mungkin tak akan lagi mampu untuk disambung untuk menjadi baik lagi.
Biarkan saja orang lain menganggapku apa, yang terpenting aku tidak pernah memulai semuanya lebih dulu.
__ADS_1
Aku hanya mengikuti permainan yang sedang dimainkan oleh bapak dan keluarganya.
Sang penguasa itu maha mengetahui segalanya, aku yakin sudatu hari nanti aka nada hari dimana aku akan diberikan kebahagiaan yang ku inginkan.