
Dua hari Yona menghilang. Setelah mereka pergi hari itu, kabar dari gadis itu tak lagi terdengar. Sudah mencoba menelepon dan melacak keberadaannya, tapi sampai sekarang belum juga ketemu
Prama sudah melapor kasus kehilangan ini pada pihak yang berwajib, tapi belum juga menemukan titik terang dimana keberadaan mereka. Mereka kehilangan arah untuk mencari titik terang, tak ada petunjuk mereka pergi kemana.
“Kita hanya bisa bersabar, Buk. Karena kalian tidak tahu putri kalian akan kemana tujuannya, tim kami kesulitan untuk menebak.” Seorang petugas polisi menjelaskan pada sepasang suami istri itu dengan hati-hati.
“Lalu bagaimana, Pak? Kenapa begitu sulit kalian hanya mencari satu orang gadis saja?”
Para polisi yang berdiri disana hanya bisa menarik nafas panjang. Memang menghadapi ibu-ibu cerewet apa lagi merasa paling benar, benar-benar menguras tenaga. Mereka hanya bisa berteriak, padahal sebagai orang tua pun mereka tak membatu memberi informasi yang penting. Bisa-bisannya mereka tidak tahu anaknya pergi kemana bersama seorang pria.
“Mungkin pencarian ini akan lebih mudah jika kalian tahu dimana tujuan putri kalian pergi. Berhubung kalian tak bisa memberi kami informasi yang pasti, terpaksa ibu hanya bisa bersabar menunggu kabar selanjutnya.” Setelah mengatakannya, Polisi itu mempersilakan kedua orang itu meninggalkan kantor itu.
****
Di sebuah kamar yang terlihat gelap, seorang gadis sedang meringkuk ketakutan di ujung ranjang putih. Dua hari ia di kurung di dalam kamar vila ini oleh tunangannya sendiri.
“Ayah...,” Yona memanggil lirih sang ayah, berharap pria yang menjadi cinta pertamanya itu.
Dia sungguh sangat ketakutan sekarang. Tak pernah ia sangka orang yang bertahun-tahun ia cintai dan dia kenal tega melakukan hal sehina dan semejijikan ini padannya.
Dua hari dia disiksa oleh Donny. Tidak hanya pelecehan yang dilakukan tapi kekasihnya itu juga melukai fisiknya. Yona baru tahu jika Donny menderita sadomasokisme, atau yang sering orang kenal dengan sadisme. Kekerasan dalam berhubungan untuk mencapai kepuasan saat menyakiti pasangannya saat melakukan seksual.
“Sayang..!” Suara teriakan Donny yang datang dari luar membuat tubuh Yona kembali bergetar.
Tidak! Dia harus mencoba keluar dari vila ini, ia harus meminta bantuan Mama sama ayahnya. Dia tidak boleh melayani nafsu bejat tunangannya itu lagi, dia bisa mati saat dipaksa lagi untuk berhubungan badan.
Yona nyaris saja berteriak saat merasa tubuhnya kembali merasa di sentuh oleh orang lain.
“Denny...,”
__ADS_1
“Sayang. Kamu kenapa ketakutan begini? Ayolah...,” Donny mengusap lembut puncak kepala gadisnya dengan penuh kasih sayang. “Aku minta maaf, ya? Tapi bagaimanapun kamu harus bisa menerima kebiasaan aku i, sayang. Sebentar lagi kita akan menikah, jadi... Wajar dong kalau kita bercinta seperti ini.”
Yona benar-benar merasa jijik saat Donny mencium lehernya. Dengan cepat ia menghindari
“Kenapa? Kenapa kamu lakukan ini padaku?! Aku benci sama kamu, Do!” jeritan penuh ke tidak relakan Yona dari semalam diabaikan Donny seperti biasa. Dia hanya diam sambil berkata maaf, lalu nanti akan melakukannya lagi. Dua hari ini Donny benar-benar memperlakukan Yona seperti pelacurannya. Mungkin wanita bayaran lebih mulia dari dirinya saat ini.
“Aku mau pulang! Antar aku pulang, Do. Plis!”
“Iya, iya. Aku akan antar kamu pulang besok. Tapi... Hari ini dan malam nanti kamu harus mau melayani aku, ya?” Yona menggeleng keras. Dia sudah tak sanggup lagi, jika dipaksakan dia bisa saja pingsan karena tak kuat.
“Gak, Gak! Aku gak mau!” Ia berteriak ketakutan, “Kenapa kamu melakukan hal menjijikkan seperti ini padaku, Donny?! Kita bahkan belum menikah dan kamu sudah memaksa aku untuk berhubungan. Kamu juga menyiksa aku! Aku gak mau. Apa kamu pikir aku ini pelacur?!” Yona bertanya penuh amarah. Tapi baru saja dia ingin melawan Donny sudah menampar pipinya dengan keras.
Tapi saat pria itu menyadari kesalahannya, ia langsung menyesali perbuatannya. “Sayang... Maaf... Aku tidak sengaja... Aku khilaf, maaf, maaf sayang.” Donny mencoba memeluk kekasinya itu, tapi Yona langsung mendorongnya.
“Gak! Aku mau pulang!”
“Beristirahatlah. Dan itu makanan yang telah ku bawa, jangan lupa kamu makan.” Donny pergi, pria itu kembali mengunci pintu kamar Itu agar tak membiarkan Yona keluar dari sana.
Yona yang kembali di kurung di dalam kamar hanya bisa menangis ketakutan.
“Aku harus mencari bantuan...,” Ia melihat ke sekeliling. Tak ada yang bisa ia pakai untuk menghubungi orang luar.
Tapi...
Yona melihat ponselnya terselip di bawah meja keci di sana.
*****
“Ada kabar apa?” Len hampir saja serangan jantung mendadak saat suaminya bilang keberadaan Yona telah ditemukan.
__ADS_1
Dan disinilah mereka sekarang, di kantor polisi memberi laporan apa yang mereka dengar tadi di balik telepon. Ya, Yona sempat menghubungi ayahnya, tapi dia hanya mengucapkan beberapa patah kata dan setelah itu terdengar suara bantingan di seberang sana.
Sudah dua jam mereka menunggu. Tapi belum ada kabar dari pihak polisi yang pergi ke lokasi. Sedangkan merek Tak diizinkan untuk ikut, karena itulah Prama sangat cemas menunggu.
Setelah beberapa jam, bahkan mata haru sudah terlihat terbenam barulah Prama mendapatkan kabar.
****
Dinyatakan pasien terganggu psikis dan juga mentalnya. Tak itu saja beberapa luka di tubuh dan juga didapati luka di daerah sensitif wanitanya.
Kasus ini tak semudah itu untuk diselesaikan. Keluarga sang gadis juga tak bisa menerima perbuatan yang tidak bermartabat ini. Apalagi pelakunya adalah tunangan sang gadis sendiri, jika pihak publik mendengar ini akan menjadi aib besar untuk keluarga mereka.
“Kami menemukan Putri kalian di sebuah Vila. Disana nona Yona kami temukan sudah gak sadarkan diri dengan tanpa busana di sebuah kamar. Kami tidak menemukan orang lain selain dia disana.”
Polisi menjelaskan kronologi penemuan korban pada pihak keluarga. Prama sangat menyesal karena telah mempercayai pria seperti Donny untuk menjaga putrinya yang berharga.
“Lalu bagaimana dengan kekasih anak saya? Apa keberadaannya sudah ditemukan?”
“Untu saat ini statusnya masih menjadi pencarian tim kami. Tapi ada kemungkinan dia dilindungi oleh seseorang.”
Prama langsung bisa menebak. Donny bukan anak dari sembarangan orang, ayahnya adalah seorang yang kaya dan terpandang. Seperti ya diabakan sangat kesulitan untuk mencari keadilan untuk putrinya.
“Tapi Bapak tenang saja. Kami akan urus kasus ini dengan tuntas, lagi pula kasus ini bisa saja viral dan kita bisa mendapat dukungan dari orang-orang. Mungkin jika Bapak mau melakukannya mungkin akan semakin mudah kita mencari pelakunya.”
Prama tentu saja tidak akan setuju semudah itu. Harga diri dan masa depan putrinya yang akan hancur. Dia tidak akan mungkin menjalankan rencana yang akan mencoreng nama baik keluarga mereka.
Bersambung,
*****
__ADS_1