
Mereka tampak terlihat begitu gembira, berlarian kesana kemari di pinggir pantai sambil bermain air. sungguh hal itu terlihat sangat menyenangkan, akan tetapi aku harus menahan diri supaya tidak ikut bermain karena ada ryan yang terlihat ingin mengobrol sesuatu denganku.
Setelah semuanya berada di lokasi, akhirnya tibalah saatnya acara yang ditunggu-tunggu pun akan segera dimulai.
"Surprise ini adalah sebuah kejutan untukmu" kata ryan padaku.
"Selamat ulang tahun iya, semoga kau menjadi lebih baik lagi tidak judes terus sama aku, semoga menjadi orang yang semakin baik dan pintar ya" kata Ryan menambahkan
Aku begitu terharu dengan semua ini, aku hanya mampu untuk tersenyum saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh ryan.
Sedangkan teman-teman ku yang lain malah sibuk bertepuk tangan begitu ribut serta bercuit melihatku mengobrol begitu lama bersama dengan ryan, karena selama ini yang mereka tahu walaupun kami berdua dekat akan tetapi mereka tidak pernah melihat kami bisa mengobrol begitu lama.
Bahkan samar-samar terdengar ada juga yang sengaja mengatakan "Aku tampak iri dengan kalian" kata wini
"Sebaiknya kalian jangan seperti itu disini kami kan yang jomblo jadi malu" kata Indri
"Mau sampai kapan kalian akan terus berpandangan seperti itu!" kata Febri
Berbagai macam omongan keluar dari teman-temanku yang sengaja mengomentari ku dan ryan. aku merasakan pipiku ini sudah seperti kepiting rebus. Aku sungguh begitu malu dengan semua kata-kata yang dilontarkan oleh teman-temanku.
Dan ini merupakan hal pertama kali yang aku lihat tentang ryan. Sungguh ternyata ini semua diluar yang aku perkiraan. Ternyata ryan tidak seperti yang ku perkirakan dan justru malah sebaliknya.
Ternyata hanya di sekolah saja ryan terlihat seperti orang yang begitu pendiam namun ternyata di luar dia tampak begitu enjoy dan dan cepat bergaul.
"Baiklah semuanya terima kasih ya kalian telah memberikanku kejutan betapa bahagianya aku dengan kejutan yang kalian berikan" kataku sambil tersenyum
Kata-kata ucapan selamat ulang tahun datang dari berbagai arah, satu demi satu teman-temanku datang menghampiriku.
"Selamat ulang tahun ucap" ucap Salma yang ikut hadir di acara ku saat itu.
"Selamat ulang tahun juga" kata Helma yang menjabat tanganku sembari cipika cipiki.
Kemudian satu demi satu teman-temanku yang lain datang menghampiriku dan menjabat tangan serta mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.
Aku kemudian membagikan kue kepada semua teman-temanku kebetulan camilan kita saat itu hanya sekedar kue saja.
"Terima kasih ya kamu sudah memberikan ku kejutan" kataku
"Aku pikir kamu sengaja cuek terhadapku dan tak mengingat tentang ulang tahunku" kataku kepada ryan
"Aku tidak mungkin melupakan hal itu" kata ryan
"Ini kan hari istimewa mu jadi aku sudah mempersiapkan segalanya" katanya sambil tersenyum
"Maafkan aku, jika malah mendiamkan mu seharian ini" kata ryan.
"Sekali lagi selamat ulang tahun ya" kata ryan
"Jangan cepet ngambek ya" tambahnya lagi
"Aku kan gak pernah ngambek kamu nya aja yang terlalu bawel dan berlebihan" kataku sambil mencubit perut ryan.
"Alah... itu mah alasan kamu aja, kamu yang lebih bawel" kata ryan
__ADS_1
"Hehe.. iya sudah kalau begitu sama-sama bawel aja sekalian" kataku
Dengan bermain bersama dengan teman-temanku membuatku melupakan sejenak kerumitan yang terjadi di rumah, aku menjadi tampak begitu bahagia saat ini.
Bahkan aku sama sekali tidak mengingat apapun yang terjadi saat di rumah, Aku begitu menikmati suasana yang jarang sekali aku dapatkan ini.
Aku berusaha untuk membuang berbagai pikiran yang tengah mengembang kemana-mana itu jauh-jauh agar aku bisa sepenuhnya menikmati pesta yang sederhana yang telah dipersiapkan oleh teman-temanku ini.
Aku tahu mungkin saat ini aku bisa melupakan semua masalah ku, akan tetapi saat aku kembali ke rumah semuanya akan kembali dengan kerumitan yang aku jalani di rumah.
Sekitar jam enam sore kami menyudahi semua kegiatan pesta sederhana di pinggir pantai ini, kami bergegas untuk pulang takut nanti malah terjebak karena gelap dan memang sih pantai ini terletak tidak begitu jauh dari sekolah akan tetapi takutnya salah satu dari kami nanti akan dicari oleh orang tua kami ke sekolah.
Oleh sebab itu kami memutuskan untuk sesegera mungkin untuk pulang dan kembali dengan rutinitas kami masing-masing keesokan harinya.
Sepulang dari pantai aku justru diantar pulang oleh ryan, karena kebetulan yosi memilih untuk pulang bersama dengan pacarnya.
Sedangkan ema tidak membawa motor sendiri dan ikut pulang bersama dengan febri. Awalnya aku tak ingin untuk diantarkan oleh ryan, karena aku yang sebenarnya begitu malu terhadap ryan. Tapi mau tidak mau akhirnya aku harus rela untuk diantar olehnya karena kalau tidak maka aku akan tertinggal di sini sendirian.
Di perjalanan pulang, kami lebih banyak diam tak terlalu banyak mengobrol, iya mungkin saja karena kami malu untuk memulai obrolan terlebih dahulu hingga pada akhirnya setelah sekian lama aku menunggu si ryan pun mulai obrolannya.
"Maafkan aku, soalnya tadi pagi di sekolah aku begitu cuek sama kamu" kata ryan
"Baiklah tidak apa-apa, itu kan terserah kamu saja" kataku
"Kamu jangan ngambek lagi" kata ryan
"Nanti cantiknya ilang lho" kata ryan menambahkan
"Aku sama sekali tidak ngambek kok, hanya saja tadi pagi aku merasa ya begitu deh" kataku
"Iya gimana enggak sedih tadi pagi, kamu cuek banget sama aku, udah gitu padahal dikit lagi kita tabrakan tapi kamu nya aja cuek banget sama aku kaya gak kenal gitu" kataku
"Aku pikir kamu malah marah terhadapku" kataku menambahkan
"Aku tidak pernah marah sama kamu, hanya saja aku sengaja mendiamkan mu" kata ryan sambil tertawa
"Ihhh... dasar kamu ya, awas ya" kataku sambil memukul pelan bahu ryan
"Ahhh... sakit tau, erang ryan yang terdengar pura-pura kesakitan
"Udah deh jangan gitu, nanti kita malah jatuh loh" kata ryan menambahkan
"Iya elah...orang pelan doang kok, kamu mah lebay banget deh" kataku
"Baiklah wanitaku yang super bawel, jangan terlalu manja gitu deh, aku kan nanti jadi kangen sama kamu" kata ryan
"Kamu ini ada-ada aja deh" kataku
"Sejak kapan aku jadi wanita mu?" tanyaku
"Iya aku serius tau, kamu aja yang nggak pernah percaya sama aku" kata ryan
"Sebenarnya sudah sejak lama aku jatuh hati padamu" kata ryan menambahkan
__ADS_1
"Tapi jujur saja, aku begitu malu saat ingin mengungkapkannya. Setelah sekian lama aku merenungkan semuanya, aku berusaha untuk memberanikan diri. Hingga pada akhirnya aku mencoba memberanikan diri untuk mengucapkan semua isi hati ku terhadapmu, aku tahu mungkin ini terlalu cepat, tapi sejujurnya inilah yang sebenarnya" kata ryan sambil menundukkan kepalanya
Bukannya langsung menjawab pertanyaan dari ryan, aku malah balik bertanya.
"Sejak kapan kamu menyukai ku?" tanyaku padahal aku sendiri sudah mengira dan ternyata perkiraan ku itu benar sekali. hahaha...
Akhirnya kami tiba di depan gang yang akan menuju ke rumahku, aku turun di depan gang padahal ryan sendiri bersedia untuk mengantarkan ku sampai di depan gerbang rumah. Hanya saja aku takut nanti malah bibiku melihat dan aku jadi di marah deh.
"Yan aku turun di sini aja ya" kataku memberhentikan ryan
"Lho... memangnya kenapa? kan ini sudah deket" kata ryan
"Iya nggak apa-apa kok, aku takut nanti dilihat bibi yang ada nanti aku malah di marah lagi" kataku sambil menunduk
"Ohhh... baiklah aku paham" Ucapnya sambil tersenyum
"Iya udah, sekarang mending kamu pulang deh dan jangan sedih gitu dong" Kata ryan menambahkan
"Terima kasih" Kataku sambil berusaha untuk tersenyum.
"Oh iya, aku hampir lupa" Kata ryan lagi
"Aku punya sesuatu buat kamu" Kata ryan
Tak lama kemudian ryan membuka jok motornya dan mengeluarkan sebuah kado dari sana dan meletakkannya di atas kedua tanganku.
"Kamu jangan buka kado ini sekarang ya, Aku harap kamu bisa membukanya nanti malam" Kata ryan
"Baiklah... aku akan menunggu saat itu" Kataku lagi
"Maaf ya aku jadi merepotkan mu" Kataku menambahkan
"Iya tidak apa-apa, lagian aku juga gak pernah merasa direpotkan oleh kamu kok" Kata ryan
"Iya udah, sekarang kamu masuk sana ya Kata ryan menambahkan
"Dan ingat satu hal lagi, aku menunggu jawabanmu" kata ryan
"Baiklah kamu juga pulang ya hati-hati di jalan! ingat jangan ngebut soalnya ini udah terlalu sore kan udah mulai macet" Kata ku berpesan kepada ryan
"Kamu tenang aja nanti sampai rumah aku kabarin ya" Kata ryan
Aku segera bergegas untuk masuk sambil membawa kado yang diberikan ryan tadi dengan pikiran berbagai macam, aku masih belum percaya dengan semua yang dikatakan ryan tadi saat di jalan. tapi mau tidak mau aku pasti akan menjawab pertanyaan ryan karena menunggu sebuah kepastian itu sangat menyiksa sekali.
Aku paham betul bagaimana rasanya bila digantungkan oleh orang, itulah sebabnya aku tak ingin membuat ryan menunggu jawaban dariku terlalu lama. karena ryan sendiri pasti sudah begitu menunggu jawaban yang akan diberikan oleh ku.
Sesampainya di rumah, aku tidak menemukan bibiku, hanya saja aku menemukan seorang teman adikku. Sedangkan bibi ku pergi ke rumah kakak ku yang tak jauh dari rumah.
Sesampainya di rumah aku langsung mandi kemudian mengganti pakaian yang begitu kotor terkena lumuran kue.
Kebetulan tadi saat pesta teman-temanku malah membuat keributan dengan kue mereka malah membalurkan mukaku dengan begitu banyak kue, serta pakaian ku juga tak luput dari hantaman kue tersebut.
Bukan hanya itu aku juga sampai basah karena tadi sempat diangkat paksa dan justru dilempar ke air oleh teman-temanku.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian aku bergegas ke dapur untuk mencuci piring setelah itu menyapu kemudian menunggu di depan rumah.
Malam harinya aku menunggu pesan dari ryan, namun ternyata menunggu itu terasa begitu lama dan membosankan jadi jangan pernah membuat orang lain menunggu.