
"Kenapa iya?"
Pertanyaan ini mulai muncul di pikiranku.
Sembari menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur, aku menghembuskan nafas ku yang berat. Karena, lagi dan lagi pertanyaan itu terus menari nari di kepalaku.
Tanggal 15 Mei tepatnya hari ini, aku berusia 20 tahun. Dan usiaku saat ini membuatku galau, dikarenakan aku yang tak pernah menjalin hubungan dengan lawan jenisku. Pastinya lelaki, karena aku seorang perempuan.
Namaku Ekklesia Ameiyana Gretha, orangtuaku dan orang orang sekitarku biasa memanggilku Grea.
Yup namaku yang panjang itu, hanya dipenggal sedikit untuk menjadi identitas ku.
"Grea" itu seperti mantra untukku hadir di mana orang menyebutnya.
Kulitku sawo matang, mataku kecil, rambutku panjang hitam dan lurus, serta aku tidak terlalu tinggi.
Untuk pendidikan, saat ini aku sedang kuliah semester 4 di salah satu Universitas Negeri di Indonesia, dan mengambil jurusan Bahasa Asing. Dalam prestasi, aku bisa dibilang lumayan tapi bukan yang menonjol. Karena sebenarnya aku bukan dari golongan pintar, melainkan dari golongan yang tekun. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Adikku yang pertama laki laki, bernama Edward Ananta dan adikku yang kedua perempuan, bernama Erika Anastasha.
Visual Ekklesia
(Sumber: https://www.google.com/)
__ADS_1
Ketika di usia 20 tahun, kebanyakan dari penghuni bumi ini pastinya sudah pernah menjalin sebuah hubungan. Yang seperti orang muda katakan, hubungan percintaan. Tapi tidak denganku.
Aku adalah salah satu dari daftar yang sering orang orang katakan jomblo dari lahir (Meski aku tidak terima sih dengan predikat itu š).
Sometimes, aku terima terima aja. Tetapi kadang itu seperti peluru yang dibidik tepat di ulu hatiku.
Lady in waiting, itulah yang selalu disematkan orang sekitarku padaku. Yang menjadi pertanyaannya, lady in waiting yang bagaimana iya?
Karena kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, lady in waiting itu iya wanita dalam penantian.
Seperti kata orang, orang udah mengelilingi dunia aku masih aja betah di sudut paling sudut Indonesia.
Orangtuaku dan teman-temanku sih selalu bilang sabar aja. Hmmm.... "Sabar aja terus....kata-kata sepertinya sudah terpaku mati di ingatankanku"
Siapa yang bisa ku salahkan atas hal ini? Orangtua yang melahirkanku? aku tidak sejahat itu juga kali.
Teman-temanku yang sok jadi motivator? Hmmm....mereka aja masih dalam pencarian yang terbaik.
Tolong......!!!!!!!!
__ADS_1
usia 20 tahunku sudah mulai, tapi tidak ada kesan cinta mendalam yang kurasakan.
Bukan berarti tidak ada yang mendekati, tapi namanya juga wanita selalu menunggu yang terbaik. Dan itulah jawaban dari siapa yang layak disalahkan.
Yang salah itu iya aku, aku yang susah membuka hati, tapi sering bertanya siapa, kapan dan banyak lagi.
Penyebab lainnya juga, aku sedang tidak memahami apa itu cinta, tapi ingin ada di lingkaran tersebut.
"Ada apa denganku?" juga menjadi salah satu bumbu dari kegalauanku yang tidak berakar.
Akar itu sepertinya kutanam sendiri, tanpa ada tanah yang menjadi alasnya.
Dan sekarang aku tahu....mengapa hingga saat ini Tuhan belum mengizinkannya. Ia tahu aku belum siap dengan hal itu. Benar, aku belum siap!
Usia berapa aku siap?????
Inilah yang menjadi awal perjalanan cinta dari Ekklesia.
Pada siapa akhirnya cinta itu berlabuh? Dan yang paling penting, kapan statusnya akan berubah?
Langsung saja baca yuk!!!!!!
__ADS_1