Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 5 (Yakinkanlah)


__ADS_3

"Maafkan aku Jo" Gumamku sembari merebahkan tubuhku di tempat tidur, kemudian aku mengambil HP ku dari lemari dan memeriksanya.


Aku sengaja hari ini tidak membawa HP, karena aku takut kejadian kemarin terulang kembali. Kemarin sepulang sekolah, HP ku terjatuh dari kantong Rokku, dan karena kejadian itu, hampir saja aku harus merelakan untuk tidak punya HP. Dan aku, tidak mau mengambil resiko itu. Lalu aku memutuskan untuk tidak membawa HP lagi ke sekolah kecuali dalam kondisi tertentu.


"Jo...." Aku terkejut melihat pesan Johan yang sudah membludak sembari menempelkan tangan kanan ku ke bibir.


Johan


"Kamu tadi kenapa menghindari ku Ra?


"Ra....Kamu udah berangkat belum?"


"Kok aku gak ada lihat kamu Ra?"


"Ra, kamu kok gak ada di gerbang?"


"Ra, kamu kenapa?"


"Ra....kamu udah sampai rumah?"


"Ra, tadi aku jumpa Niya. Dan dia bilang kamu tadi belakang pulang"


"Ra....kamu baik-baik saja kan?


"Ra, balas dong"


"Grea...."


"Ra....besok jumpaan yok di sekolah"


"Iya ampun Johan....HP aku ketinggalan tau" Gumamku dengan senyum yang mengembang.


Aku membalas satu per satu pesan dari Johan. Meski saat itu aku harus kehilangan beberapa pulsa, tapi kurelakan supaya aku mendapat 100 SMS gratis. (Saat itu lagi trennya SMS gratis, jika sudah mencapai persyaratannya. Dan pastinya itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk remaja saat itu. Jadi kalau yang kita alami sama, berarti kita seumuran šŸ˜‚)


Dan akhirnya aku bisa deh SMS an sama Johan sampai malam hari.


"Iya udah, kamu makan gih....sekali lagi jangan menghindar kayak tadi iya" balas Johan untuk terakhir kali, setelah perdebatan kami yang lumayan panjang.


Aku tidak membalas pesan dari Johan lagi, karena aku harus bersiap-siap membantu ibuku.


Malam harinya setelah semua sudah selesai di bereskan, aku sudah mandi dan makan malam dengan keluarga juga telah selesai, aku kemudian masuk ke dalam kamar yang juga merupakan kamar adik perempuan ku.


Seperti biasa, aku mengerjakan PR ku terlebih dahulu, menyusun Roster pelajaran untuk besok, dan bersama-sama dengan adikku merapikan kamar lalu kami sama-sama merebahkan tubuh kami di tempat tidur.

__ADS_1


"Kak....gimana sama bang Johan?" Tiba tiba adikku membuka pembicaraan, yang posisi tidurnya di samping sebelah kananku.


"Biasa aja, gak ada yang wow" Jawabku singkat sembari membaca Novel yang di tanganku.


"Ellehhh....tadi siang aku lihat kakak senyum-senyum waktu lihat HP" Ledek adikku sembari mencolek pinggangku.


"Gak ada tuh....biasa aja" Jawabku dingin dan terus berusaha terlihat cool.


"Ihh...gak asik. Cerita dong! Kalian udah jadian iya?" Tanyanya kepo, dan berusaha menarikku supaya aku melihat ke arahnya.


"Gak kok. Udahlah, kamu tidur gihhhh" Kali ini aku sudah menghadap adikku, lalu aku mendorongnya lembut supaya membelakangi ku.


"Hah....gak asik" Adikku kesal kemudian ia memposisikan dirinya menghadap tembok.


Ting....


Bunyi yang kutunggu-tunggu akhirnya mengudara.


"Yuhuuu....pasti pesan dari Johan" Gumamku dan kemudian aku bangkit mengambil HP ku yang ku letakkan di atas meja belajar.


Johan


"Lagi apa Ra? Udah makan belum?"


Grea


Johan


"Wkwkwkwk....iyaya. Tapi maksud aku, selain baca pesan? Udah juga Ra"


Grea


"Hahaha....Ini lagi tiduran Jo sama adik aku"


Johan


"Ra, soal pesan ku tadi maaf iya....Tadi aku sempat kesal"


Grea


"Hmmm.... gapapa Jo, asal jangan diulangi lagi iya šŸ˜†"


Johan

__ADS_1


"Iya Ra....kamu udah belajar belum?


Grea


"Udah....kamu?


Johan


"Lagi malas Ra....Ini aku lagi belajar main Gitar. Supaya aku bisa ngiringin kamu nyanyi"


Grea


"Bagus bagus....suatu saat iringi aku nyanyi Iyah"


Johan


"Okay Rara ku"


Dan kamipun saling balas-membalas sampai pukul 21.40 WIB. Kemudian kami mengakhirinya, karena besok harus cepat bangun untuk ke sekolah.


"Kan....katanya gak ada apa-apa, baca pesan aja pake senyam senyum" kata adikku yang ternyata sedari tadi memperhatikan ku.


"Kamu iya. dasar Spy...." Jawabku sembari mencubit lembut bahu adikku.


"Kakak suka kan sama dia? Udah ngaku aja"


Selidik adikku sembari mengarahkan jari telunjuknya ke dekat hidungku.


"Hmmmm....aku juga gak tau dik" Jawabku dengan senyum getir


"Kenapa kak? Kayaknya kamu ragu deh" Mata adikku melotot seperti hampir melompat dari lobang nya. (Maklum iya guys, mata adikku lumayan besar šŸ˜‚)


"Ntahlah...." Jawabku singkat sembari bergeser membelakangi adikku.


"Jangan ragu kak. Yakin aja dulu" Katanya lagi kemudian membelakangi ku kembali.


"Yakin aja dulu? Yakin? Yakin iya?"


Tanyaku dalam hati, kemudian aku memejamkan mataku.


Bolehkah aku meyakinkan diriku untuk lebih? šŸ˜”


~Sama seperti perjalanan lainnya. Perjalanan mengenai hal inipun, aku harus benar benar meyakinkan diriku. Meyakinkan, benarkah rasa ini?~

__ADS_1


T.P.S.G


__ADS_2