Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Buka Lembaran Baru?


__ADS_3

🎼


Tak ku mengerti mengapa begini


Waktu dulu ku tak pernah merindu


Tapi saat semuanya berubah


Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa


Cinta datang terlambat


Tapi saat semuanya berubah


Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa kini

__ADS_1


Cinta datang terlambat


Mungkin memang kucinta


Mungkin memang kusesali


Pernah tak hiraukan rasamu dulu…


Aku hanya ingkari


Kata hatiku saja


Tapi mengapa kini


Cinta datang terlambat


Cinta datang terlambat...............


🎼


Lagu ini seolah menggambarkan apa yang kurasakan saat ini. Aku baru menyadari kalau aku mencintainya setelah aku jauh darinya. Saat itu, aku sadar, sebagai gadis SMA aku menyukainya. Dan, sampai akhir dari perpisahan kami pun, aku tetap menyimpulkannya dengan kata Suka bukan Cinta.


"Sudah di mana iya dia sekarang?????" Aku kembali membatin sembari menghembuskan nafasku kasar.


Setelah beberapa menit aku menikmati indahnya langit, aku mengedarkan pandangan ke arah Septi yang sedang sibuk bermesraan dengan cintanya yang berbentuk pipih warna pink campur putih.


Aku mengernyitkan dahi, melihat wanita yang bernama Septi ini sedang senyam-senyum memandangi HPnya tersebut.


"Kenapa senyam-senyum gitu Sep? Ntar kesambet loh" Ledekku sembari menatap lekat ke arah Septi. Aku sedikit mencondongkan tubuhku ke depan untuk dapat melihat jelas mimik wajah Septi saat ini.


"Hmmm.... aku lagi lihat grup, Gre. Mereka lagi pada berdebat" Ucapnya, tapi masih tetap fokus memandangi HP tanpa menoleh sedikit pun ke arahku.


"Cek deh HP kamu, Gre. Lucu tau...." Perintah Septi, sembari masih terus senyam-senyum.


"Apaan sih emangnya?" Tanyaku sembari mengernyitkan dahi kembali, lalu kuambil HP dari tasku yang kugendong.


"Lihat aja....!!!!" Perintahnya lagi.


".... " Aku mengecek HPku, lalu mengklik icon pesan yang berwarna hijau. Aku kemudian langsung berselancar ke grup yang judulnya "Kos Gadis-gadis". Benar saja, ketika aku membuka grup tersebut, sudah hampir seribu pesan masuk.

__ADS_1


"Apa yang mereka bahas di sini?" Batinku sembari men-scroll pesan masuk di dalam grup tersebut


"Hahaha, lucu kan, Gre...." Kekeh Septi yang kini mengedarkan pandangan ke arahku. Sedangkan aku masih sibuk membaca kata per kata yang ada di grup tersebut.


"Mereka lagi pada bahas jumpanya dimana iya? Iya udah jawab aja kali Sep..... biar gak makin panjang nih pembahasan. Kelamaan ntar kita nunggunya" Titahku lembut kepada septi, kemudian mengedarkan pandangan sekilas ke arah Septi yang sudah kembali memainkan HPnya.


"Udah.... tapi ada yang pengen ke pasar aja, Gre. Dan, ada juga yang pengen ke supermarket. Jadi, mau didiskusikan dulu, tapi malah kebanyakan berlawak. Ntah jam berapa ini nanti jadinya.... " Ucap Septi yang sekali-kali melihat ke arahku dengan nada bicara Batak Tobanya.


"Iya udah kalian aja yang bahas. Lagi gak suka ngetik-ngetik soalnya Sep. Keputusannya apa? Aku ngikut aja. Yang penting jadi belanja. Iya udah aku ngecek temanku dulu iya ke lantai 3. Kamu tunggu di sini...." Ucapku pada Septi sembari kembali memasukkan HP ke dalam Tas.


"Kok gak di-chat aja, Gre? Masak aku sendirian di sini?" Tanyanya dengan wajah memelas.


"Chat-ku belum di-read. Ntar kelamaan kita nunggunya"


"Yang di Grup ini juga belum jelas. Tunggu jelas aja baru ajak mereka. Siapa tau gak jadi, supaya gak nunggu-nunggu mereka ntar, Gre" Pasti Septi sembari terus memandangku yang hendak berdiri sembari menahan lenganku.


"Iya juga. Iya udah aku ke toilet bentar. Aku titip buku sama tas iya" Ucapku sembari bangkit dari kursi.


"Okay!" Ucap septi sembari membentuk OK jari tangan kanannya.


"Jangan lama iya, Gre..... " Teriak Septi mengiringi langkahku menuju toilet.


"Hmmm...." Jawabku sembari melayangkan tangan kananku sekilas ke atas.


••••••


Aku sudah selesai dengan ritual ku di toilet. Kini, aku membersihkan tanganku di wastafel yang terletak pas di depan pintu masuk toilet wanita. Aku memandangi wajahku sembari terus menyabuni tanganku dengan Hand Wash yang sengaja diletakkan di sana.


"Ternyata usiaku sudah dua puluhan. Tidak terasa roda waktu ini berputar. Kini, aku benar-benar sudah kuliah ternyata...." Gumamku sembari terus memandangi wajahku di cermin.


"Ayo benar-benar mulai membuka hati, Gre....kamu harus siap memulai cerita baru...." Batinku seolah-olah memerintahkan diri sendiri sembari memandangi lekat pantulan wajahku.


Aku tersenyum....😊


"Cerita apa di usia 20 ku kali ini iya?" Tanyaku pada diriku sendiri sembari mengedipkan mataku.


🙏😄🤗


Tunggu kelanjutannya ya....

__ADS_1


__ADS_2