Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Maju Mundur


__ADS_3

17 tahunku?


Tentunya sudah berakhir.


Dan usia 20 an ku sudah dimulai. Tapi aku yakin, ini akan menjadi awal dari perjalanan ku yang sesungguhnya.


Jika aku mengingat kala itu, rasanya aku tidak percaya dengan keputusan yang kuambil.


Tapi aku tidak menyesal, karena yang terbaik akan segera ku genggam.


"Ayo Grea!!!!" Suara itu menyadarkan ku dan aku tersentak, ternyata aku mengenang kembali masa itu.


"Iya...." Jawabku seraya ikut berlari menyusulnya.


dahulu kenangan, sekarang adalah perjalanan dan kelak itu iya harapan. Itulah yang selalu ku yakini.


Yang pasti.... kujalani aja dulu. Selanjutnya biar terserah Dia aja deh 😊


Pagi ini bawaan ku ke sekolah lumayan banyak. Dikarenakan mata pelajaran kami salah satunya adalah olahraga. Selain buku pelajaran, absensi kelas dan baju olahraga, aku juga membawa peralatan Badminton.


Tentu saja melihat semua ini, ibuku akan sewot. Dan pagi ini aku pasti akan mendengar bla bla bla bla.....


"Gimana kamu mau tinggi? Hmmm jangankan tinggi, malahan kamu makin kecil mama lihat dengan membawa semua itu" Omel mamaku sembari memberikan uang jajan.


"Namanya juga anak sekolah ma....bawaannya iya banyak" Jawabku sembari memakai sepatu ku.


"Udahlah....nanti kamu susul mama iya, ajak juga adik kamu" Kata mamaku sembari kembali masuk ke dalam rumah.


15 menit aku menunggu di teras rumah, akhirnya orang yang selalu membonceng aku ke sekolah pun tiba. Aku langsung membereskan semua bawaan ku, kemudian permisi kepada mamaku.


"Ma aku pergi iya" Teriakku dari halaman rumah dan kini aku sudah duduk diatas motor.

__ADS_1


"Iya....hati hati. Nanti nyusulnya jangan kelamaan iya nak" Mamaku sudah di depan pintu untuk melihat kepergian kami.


Sesampainya di sekolah, aku langsung masuk ke dalam kelas tanpa menunggu sahabat-sahabat ku atau siapapun juga. Karena pagi ini banyak yang harus ku bereskan sebagai sekretaris kelas.


Setelah beberapa lama aku sibuk di dalam kelas, kelas mulai ramai dan sahabat-sahabat ku pun sudah pada sampai.


Kring kring


Bel berbunyi dan kami tidak berbaris di depan kelas seperti biasanya, melainkan kami semua kelas 11 IPA 1 langsung berbaris rapi di tengah lapangan. Karena pelajaran pertama kami hari ini adalah Penjas (Pendidikan Jasmani).


"Ketua, rapikan lagi barisannya. Masih belok belok tuh Bapak lihat" Protes pak Bambang yang merupakan guru Penjas kami, sembari mengarahkan penggaris kayunya kepada kami.


Lalu dengan segera, Ketua kelas kamipun keluar dari barisan dan mengucapkan aba-aba untuk kami semua.


"Semuanya lancang depan grak!!!!!" Perintah ketua kami sembari celingak-celinguk memastikan apakah barisan kami sudah rapi atau belum.


"Rentangkan tangan grak!!!!" Sekali lagi ia memastikan.


Setelah dia melihat bahwa barisan sudah rapi, si ketua pun kemudian kembali ke barisan.


"Sama-sama pak" Jawab ketua dengan gaya militer.


"Hari ini kita praktek Badminton, dan Bapak harap semuanya membawa peralatan seperti yang Bapak arahkan di minggu kemarin. Semuanya bawa kan?" Tanya pak Bambang dengan suara lantang.


"Bawa pak!!!!" Kami menjawab dengan serempak.


"Baiklah, Bapak akan memberikan waktu ke kalian untuk pemanasan. Pemanasan nya bebas. Asalkan jangan ada yang keluar dari barisan. Berdua atau grup juga boleh, tapi hanya sebatas dekat tiang bendera. Bisa?!!!!" Tanya pak Bambang sekali lagi.


Dan kami semua pun masih menjawab secara bersamaan serta dengan suara yang lantang.


"Siap pak!!!!"

__ADS_1


"Okay mulai! dan ketua, tetap awasi anggota kamu iya. Supaya tidak macam-macam"


"Baik pak"


Kami semua pun langsung mengambil posisi. Ada yang berdua dan ada juga yang membuat grup.


Dan kebetulan di pemanasan kali ini, aku bersama dengan Sandi. Karena aku dan Sandi sudah janjian untuk melakukan gerakan kayang di pemanasan kali ini. Tapi tentunya, aku masih berada di sekitar kelima sahabatku kok.


Selama pemanasan aku dan Sandi pun asik tertawa, karena kesalahan-kesalahan yang kami berdua lakukan. Dan kemudian kami mengakhirinya di menit ke 10 pemanasan, dari 20 menit yang seperti biasa pak Bambang arahkan.


"Hahaha. Udah ah San....aku udah lelah" Kataku pada Sandi sembari duduk menghadap ke Kantor. Tapi pandanganku belum ke arah Kantor melainkan ke arah Sandi dan sekali-kali ke arah teman-teman ku.


"Hah, aku juga Gre.... istirahat aja dulu sembari nunggu pak Bambang" Sandi ikut duduk di sampingku.


Kami berdua pun lanjut bercerita sampai terbahak-bahak, karena cerita-cerita konyol yang Sandi lantunkan.


Tapi seketika ada sesuatu yang membuat ku berhenti terbahak.


"Kok kayaknya ada yang memperhatikan iya dari arah Kantor?" Tanyaku dalam hati sembari mengalihkan pandangan ku ke arah Kantor. Dan setelah ku pastikan, aku tidak menemukan siapapun.


"Perasaanku aja kali iya...." Gumamku sembari mengarahkan kembali pandanganku ke arah Sandi yang masih terus asik bercerita. Dan Sahabat-sahabat ku pun ikut bergabung setelah mereka sudah selesai pemanasan.


"Gre....ada yang mau aku bilang ke kamu" Bisik Niya yang berada di samping sebelah kananku.


"Apa Ni?????" Tanyaku penasaran.


Dan jawaban Niya saat itu membuatku terkejut yang kemudian membuat jantung ku berdetak tak beraturan.


Apa iya kira kira yang Niya katakan kepada Grea?


Nantikan kelanjutannya iya šŸ˜„

__ADS_1


~Behenti....Apakah kata ini yang akan menjadi kata satu-satunya? Tapi sepertinya rasa ini sudah bergejolak. Sampai-sampai aku tidak bisa lagi memastikan iramanya~


T.P.S.G


__ADS_2