Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 8 (Dia Cemburu)


__ADS_3

"Kak, aku langsung pergi main bola iya" kata Edward sembari meletakkan keranjang yang dia bawa dari rumah Maktua.


"Hmmm....Tapi jangan lama pulang nya iya. Ntar Mama marah loh kalau kamu kelamaan" Kataku sembari duduk di kursi yang ada di teras rumah.


"Okay seeeppp" Katanya lagi, lalu berlalu dari hadapanku.


Hari ini rasanya sangat melelahkan. Dari Sekolah tadi udah lelah, habis itu bantuin Mama lagi, Udah gitu aku tiba tiba datang bulan. Hari pertama lagi.... yang sakitnya kebangetan. Lengkaplah sudah.....


"Dik....!!! Erika.....!!! Ambilin kakak minum dong dik....haus nih" Mohonku sembari mendongak kan kepalaku dan memejamkan mataku.


"Iya bentar....dikit lagi ini nyapunya" Jawabnya dari dapur.


"Yoiii.... Thanks iya adik syantikkk" Kataku centil.


*5 menit kemudian*


"Idih....biasa aja kali, Mama mana kak?" Tanya Erika yang sudah di hadapan ku, sembari menyodorkan gelas berisi air putih.


"Masih di rumah Maktua, biasa.... cerita-cerita dulu" Kataku sembari menyeruput air putih yang di bawa Erika.


"Oh....Iya kak, tadi aku gak sengaja lihat HP mu. Banyak pesan tuh....dan ada panggilan tak terjawab juga" Kata Erika sedikit panik.


"Oiya....aku juga baru ingat belum ngecek HP ku. Tolong ambilkan dong dik....yahyahyah!" Aku memohon sembari mengedipkan mataku dengan gaya sok imut. (Gayaku kalau memohon dengan tidak tau diri 😌)


"Hmmm....giliran mau minta tolong aja....sok imut lagi" Kata Erika sewot, tapi tetap mau bangkit dan mengambil HP ku di tempat biasa aku menaruhnya.


"Thanks lagi iya sist...." Aku kembali ke posisi mendongak.


"Nih....Aku mau mandi dulu. Makanan udah siap. Kalau mau makan, duluan aja iya" Perintah adikku sembari menyerahkan HP ku.


"Okay boss!!!!" Jawabku sembari menghormat bak militer.


Kemudian aku memeriksa pesan masuk. Awal memeriksanya, aku masih senyum-senyum melihat pesan-pesan dari sahabat-sahabat ku yang kurang kerjaan serta teman-teman satu kelasku.


Tapi alangkah terkejutnya aku ketika membaca pesan dari Johan, ekspresi wajahku seketika berubah drastis. Tidak ada senyum lagi disana, selain wajah panik nan terkejut. Ntahlah, rasanya perasaanku campur aduk.

__ADS_1


Johan


Pesan 1


"Ra, tadi asik banget iya waktu di lapangan. Waktu kamu pemanasan sama teman-teman kamu. Tapi anehnya kamu asik dengan si Dia aja. Akrab lagi, ketawa-ketawa bahagia. Enggak cuman tertawa, sampai terbahak-bahak gitu. Asik iya Ra.... Sampai-sampai aku lihatin kamu, kamu gak respon tuh....karena terlalu asik"


Pesan 2


"Kok gak di balas Ra?"


Ketika aku selesai membaca pesan tersebut, aku terdiam. Tidak tau harus merespon bagaimana. Tadinya aku mau bertanya tentang kondisi nya. Tapi kalau sudah begini aku harus bagaimana?


"Benarkah yang Niya katakan? Johan lagi Cemburukah? Kok aku jadi linglung iya? Wuahhhh ternyata sesulit ini iya....Aku gak tau harus bersikap bagaimana...." Gumamku sembari memijit-mijit kening sebelah kiri ku yang tidak sakit. Saat ini aku sedang berperang dengan diriku sendiri.


Dengan mengumpulkan beribu kekuatan akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas nya.


Grea


"Sorry Jo....satu harian ini aku gak lihat HP. Soalnya aku tadi langsung pergi bantuin Mama. Dan maksud pesan yang tadi, apa iya Jo?"


Setelah aku mengirimkan pesan tersebut, kemudian aku duduk di kursi meja belajar ku. Menunggu balasan dari Johan, sembari menidurkan kepalaku di atas meja belajar. Aku kemudian mengklik-klik mejaku dengan jari sebelah kiri ku, sebagai tanda saat itu aku benar-benar nervous.


Johan


"Iya Ra.... gapapa. Aku ngerti kok...."


Hanya itu balasan dari Johan, yang membuat ku semakin bertanya-tanya. Dia tidak membalas pertanyaan terakhir ku. Kemudian, aku menanyakan nya kembali.


Grea


"Tentang pesan kamu tadi gimana Jo?"


Johan


"Udahlah Ra...."

__ADS_1


Grea


"Serius Jo....aku gak ngerti!"


Johan


"Kalau gak ngerti iya sudah...."


Grea


"Jo, dia itu teman aku, dan aku udah lama janji kalau kami akan saling mengajari untuk kayang Jo"


Johan


"Oh..."


Grea


"Kamu kenapa sih Jo? Jo....."


Johan


"Sedekat itu iya? laki-laki loh....kamu memegang pinggang nya Ra...."


Iya, saat itu.... setelah perdebatan yang panjang, kesimpulan nya adalah....Johan memang Cemburu.


Johan


"Udah iya Ra....aku capek. Mau istirahat, besok aja kita bicarakan di Sekolah. Itupun kalau kamu mau....biasanya kan susah"


Itulah pesan terakhirnya di malam itu. Dan aku tidak membalas nya lagi. Karena aku juga bingung bagaimana aku harus membalas nya.


Penasaran bagaimana hubungan Johan dan Grea setelah kejadian ini?


Wait iya kelanjutannya 😁

__ADS_1


~Cemburu, akan menjadi celah untuk semakin panjangnya keretakan~


T.P.S.G


__ADS_2