
Hari ini Johan akan berangkat ke Ibu Kota A. Seperi yang ia katakan sebelumnya, dia kesana untuk mengikuti perlombaan Karate.
Ting....
Pesan di pagi hari datang dari Johan. Seperti biasa, Ucapan selamat pagi pukul 06.30. Tapi kali ini pesannya lebih panjang, karena pesannya juga berisikan kata sampai jumpa.
Johan
"Selamat pagi Ra....Udah bangunkan? Selamat beraktifitas iya. Semangat belajarnya supaya juara terus. Sampai jumpa 1 bulan kemudian Ra. Baik-baik iya sekolahnya. Jangan bandel....dan yang pasti jaga diri baik-baik iya. Sampai jumpa Raraku"
Dag dig dug....
"Baru kali ini jantungku rasanya mau melompat waktu baca pesan Johan. Kenapa iya?"
Dengan mengabaikan perasaan saat itu, aku kemudian membalas pesan Johan.
Grea
"Selamat pagi juga Jo.... Semangat juga iya buatmu. Aku yakin kamu akan pulang membawa piala. Baik-baik juga iya disana dan hati-hati di jalan iya. Kabari kalau udah sampai di Kota A"
Johan
"Iya Ra.... Makasih iya. Nanti aku kabari. Dan maaf kita gak bisa jumpa sebelum aku berangkat"
Grea
"Iya, Gapapa Jo. Yang penting kamu sehat-sehat aja. Itu udah cukup kok"
Johan
"Okay my dear....Ini bentar lagi aku berangkat😄"
__ADS_1
"Hah???? dear....? Aku harus balas apa nih? Hhhh....diabaikan aja deh kata ini. Akukan perempuan. Malu dong"
Grea
"Okay.... Selamat sampai tujuan iya"
Johan
"Okay Rara"
Hari ini aku sengaja bawa HP ku ke Sekolah. Karena aku tau di keberangkatannya Johan, aku tidak bisa jumpa dengannya. Aku hanya bisa mengirimkan pesan sampai jumpa padanya. Sebenarnya saat ini aku sedih. Masalah kami kemarin aja belum benar-benar kelar, tapi aku dan dia harus berpisah dulu untuk sementara.
"Aku gak boleh egois.... walaupun sebenarnya aku sedikit gak rela....Diakan harus terus meraih impiannya. Dan seharusnya aku bangga dong"
Niya tiba-tiba mengagetkan ku yang sedang sibuk membereskan peralatan kelas.
"Dorrrr" Niya menepuk pundakku pelan.
"Iya....Soalnya kami tadi memberangkatkan yang mau pergi lomba dulu Gre.... menyemangati lah. Gre....nih aku bawa makanan. Yok kita makan yok" Ajaknya sembari mengeluarkan makanan dari tasnya.
"Oiya? Jadi mereka udah berangkat iya? Sayang gak bisa lihat" Kataku sembari duduk menghadap Niya.
"Iya Gre....mereka udah berangkat. Tadi Johan titip salam kok. Dan katanya dia udah pamit juga sama kamu" Niya mempersiapkan makanan yang akan kami santap sembari terus mengoceh.
"Iya....tadi dia SMS aku kok. Enak iya kalau aku juga bagian dari Ekskul kalian...."
"Hmmm....Nggak juga Gre....Capek tau. Lagian Johan juga gak suka kok pasti kalau kamu ikut Ekskul itu Gre" Kata Niya kurang jelas karena makanan di mulutnya.
"Hahaha.... kunyah dulu deh. Ntar kamu keselek loh" Kataku sembari menutup mulutku yang penuh dengan makanan.
"Dia kayaknya memang suka sama kamu Gre...." Kata Niya tiba-tiba hingga membuat ku kaget dan hampir keselek.
__ADS_1
"Weeee.... pelan-pelan Ni....ntar ada yang dengar loh" Aku menghentikan sendok ku.
"Sorry....sorry Gre. Tapi aku seriusan loh Gre" Niya memperlembut suaranya.
"Masak sih Ni?....gak mungkinlah" Dalih ku sedikit minder.
"Kenapa gak mungkin???? Kamu suka juga kan sama dia?"
Kali ini kami berdua sudah selesai makan. Dan sembari membereskan meja kami, kami masih terus berbicara dengan nada yang hampir berbisik.
"Kalau aku....belum bisa kupastikan Ni....Aku masih mengkategorikan kagum deh" Jawabku sembari duduk di samping Niya.
"Hmmm pastikan aja dulu. Kalau Johan....dari cara dia nanya-nanya tentang kamu, aku pastikan dia suka Gre" Kata Niya sembari menumpukan kepalanya di tangan kiri dan menghadap ke arahku.
"Tapi aku minder Ni.... kalaulah kami jadian, dia orangnya putih loh. sedangkan aku lihat aja nih, kulitku sawo matang. Kami kayak Susu Moca" Aku menyenderkan tubuhku ke kursi.
"Elahhh. Johan orangnya gak lihat itu kali Gre. Kalau kami cerita....dia tuh suka banget sama rambut kamu yang hitam panjang ini nih" Kata Niya sembari mengelus-elus rambutku.
"Tetap aja Ni....kayaknya jadi aku nanti yang bakalan gak PD (Percaya Diri) deh" Kataku sembari memonyongkan bibirku.
"Owalah Gre....percaya deh. Johan gak peduli kayak gituan. Dia melihat hatimu kali. Ezehhhh"
"Ellehhh. Mana ada laki-laki sekarang yang kayak gitu Ni. Apalagi dia ganteng. Pasti cari yang cantiklah" Nadaku semakin pelan.
"Percaya sama aku Gre.... Johan sering cerita kok masalah kamu ke aku" Niya meyakinkan ku sembari memegang pundak ku.
Percaya tidak percaya itulah yang kurasakan saat itu. Ada rasa senang, khawatir dan sedih. Semuanya bercampur menjadi satu. Tapi kembali lagi, aku hanya bisa menunggu cerita selanjutnya.
"Bukannya aku tidak percaya, tapi benteng itu memang begitu tinggi. Terlalu tinggi"
T.P.S.G
__ADS_1