
Hari ini cuacanya begitu cerah. Ditambah lagi hatiku yang sedang berbunga-bunga karena, komunikasiku dengan Johan tiga hari ini begitu lancar dan begitu menggemaskan seperti yang ABG-ABG lain rasakan. Apalagi tadi malam yang merupakan malam Minggu, Johan yang sedang berada di Kota A dengan mesranya menyanyikan sebuah lagu untukku.
So Sweet nya kebangetan.
Mungkin bagi orang lain itu biasa saja, tapi bagiku itu merupakan sesuatu yang sangattttt luar biasa. Dan kejadian itu juga, membuatku sampai susah tidur, mengenang kejadian-kejadian manis itu.
Gila? bisa jadi iya. Karena itu semua udah diluar yang biasa kulakukan. Sampai-sampai beberapa waktu inipun, aku lupa dengan Novel-novel yang membuatku seolah tenggelam di segitiga Bermuda. Tidak menampakkan diri dihadapan siapapun, karena aku berhasil tenggelam olehnya.
Dan menurutku, sosok Johan berhasil membuatku lupa dengan dunia halusinasi ku.
Diganti dengan dunia manis bersamanya. Itulah yang kurasakan kala itu.
Sepertinya cinta telah membutakan gadis gunung es sepertiku.
Tapi dilemanya, semuanya itu hanya sebentar kurasakan. Karena perbedaan segera menyadarkan ku. Perbedaan yang menurut logika dan perasaan ku tidak bisa diabaikan.
Pagi ini dengan semangatnya aku membalas pesan dari Johan, setelah aku mendengar bunyi Ting mengudara di HP ku.
Johan
"Selamat hari Minggu Ra....Lagi apa nih?"
Dengan sigap dan secepat kilat aku membalas pesannya. Pastinya di bumbui dengan senyum termanis ku.
Grea
"Selamat hari Minggu juga Jo....lagi siap-siap nih mau Ibadah"
Johan
"Ohhhh.... selamat beribadah iya Ra....jangan lupa doakan aku iya"
Grea
"Okay Jo. Thanks iya. Ayo saling mendoakan kita Jo. Oiya kamu lagi ngapain Jo?"
Johan
"Okay Ra. Mau Ibadah juga Ra....ini lagi nunggu teman mau ke Vihara"
Deg.... Seketika jantungku mau melompat dari tempatnya membaca balasan Johan yang terakhir.
"Oh iya ampun..... apa-apaan ini? Kenapa aku bisa sampai lupa? Apakah aku terlalu terlena sehingga tidak sadar dengan perbedaan ini? Ini berhasil menghujam jantungku.... Sesaat aku lupa dengan perbedaan yang sangat kontras ini" Aku terduduk lemas dari posisiku yang tadinya berdiri.
Saat ini pikiranku rasanya kalut, dan aku tidak bisa berfikiran jernih, mengingat perbedaan diantara kami berdua.
__ADS_1
Kumasukkan HP ku ke dalam tasku dan tidak membalas pesan dari Johan lagi.
Aku menundukkan kepalaku lemas. Tapi aku tetap berusaha supaya orang disekitar ku tidak curiga.
Dan adikku yang menyadari perubahan ekspresi ku tiba-tiba memukul punggung ku lembut.
"Kamu kenapa kak? kamu baik-baik aja kan?" Tanyanya sembari mencondongkan tubuhnya dan memiringkan kepalanya menatap ku yang duduk di samping kirinya.
"Hmmmm, Gapapa dek" Jawab ku mencoba pura-pura baik-baik saja.
"Serius?"
"Iya dek santai aja"
"Tapi kakak terlihat lemas, bahkan rapuh"
"Hahaha, emangnya aku kerupuk?" Candaku mencari alasan untuk menutupi kesedihan ku saat ini.
Dan untungnya adikku percaya.
"Iya sudah ayok fokus ke depan kak. Kamu hari ini jadi Singer loh. Sebentar lagi kamu akan di panggil ke depan tuh. Karena Ibadahnya udah mulai. Siap-siap gih kak...."
"Okay!!!" Balasku sembari menegakkan badan ku dari yang tadinya lunglai.
••••••
Johan
"Sore Ra...."
Aku tidak segera membalasnya, karena aku masih teringat dengan kejadian tadi pagi. Dan rasanya jemari ku terasa kelu untuk mengetikkan beberapa kata di HP ku.
Kecewa? Sedikitnya pasti ada. Tapi aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Karena akulah yang salah, baru menyadari segala perbedaan yang ada pada kami.
🎶
Di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
__ADS_1
huuuuuu
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
🎶
Lagu yang dilantunkan oleh Marcel ini, menjadi lagu yang menemani kegundahan ku saat ini. Aku sampai mengulanginya beberapa kali. Dan saat ini aku disadarkan, betapa perbedaan kami ternyata tidaklah mudah untuk digapai.
__ADS_1
"Benarkah bahwa Cinta Pertama tak pernah berhasil?"
T.P.S.G