Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 3


__ADS_3

"Ra....!" Suara lembut itu menyadarkan ku dari halusinasi ku.


"Iya Jo???" Jawabku yang langsung tertunduk malu sembari sibuk merapikan buku yang ku tidurkan di kedua paha ku.


"Gapapa...." Jawab Johan terkekeh melihat tingkah ku.


Kami pun tersenyum simpul. Yang kemudian kembali menatap ke arah halaman sekolah.


"Kamu belum ke kantor Jo? Soalnya Kepala Sekolah udah disana loh" Kataku kepada Johan sambil menunjuk ke arah Kantor yang berada di sebelah kanan ruangan kelasku, tepat di depan gerbang sekolah.


"Iya bentar lagi Ra. Tunggu bel udah bunyi baru aku kesana" Jawab Johan simpul.


"Lewi!!!" Tiba tiba aku berteriak melihat Lewi yang celingukan di depan gerbang, sembari berdiri dari tempat dudukku.


Lalu Lewi melambaikan tangannya setelah mendengar suaraku dan kemudian berjalan ke arah dimana aku dan Johan sedang berada.


"Ra.... teman kamu udah datang. Kamu gak sendirian lagi. Jadi, aku gak jadi nunggu bel. Aku ke Kantor iya Ra" Johan tiba tiba berdiri sembari tersenyum.


"Oiya Jo.... makasih iya udah temanin aku" Jawabku sembari menoleh ke arah Johan.


"Okay....nanti pulang sekolah SMS aku iya Ra" Johan berbisik dengan posisi sangat dekat denganku.


Deg....deg.....deg.....

__ADS_1


"Iiiiya Jo...." Responku sedikit terkejut karena posisi Johan yang terlalu dekat.


Johan membalas perkataan ku dengan senyuman dan kemudian berlalu dari tempat kami berada, menuju Kantor Kepala Sekolah.


"Grea. Itu Johan kan? Kok dia bisa bareng kamu?" Tanya Lewi curiga yang kini sudah berada di hadapanku.


"Oh....Iya Lew, tadi dia belum ada teman jadi kesini deh" Jawabku cari alasan.


"Ohhh....yang lain belum datang iya? Padahal ini udah pukul 07.18 loh, bentar lagi udah mau bel" Tanya Lewi sembari melihat jam tangannya.


"Iya, belum datang Lew. kayaknya karena mendung deh" Jawabku yang kemudian duduk kembali.


"Mendung sih mendung Gre....takutnya nanti mereka telat loh. Ntar di suruh jalan jongkok lagi deh dari gerbang" Lewi menyusul duduk di sampingku.


"Gak kok Lew, bentar lagi juga datang. Apalagi Niya dan Karina kan jarang telat. Septi dan Sharon nih yang aku gak yakin" Kataku kekeh.


"Tuh....tuh Lew. Lihat! benarkan yang aku bilang? Tuh Niya dan Karina udah datang" Kataku sembari menunjuk ke arah gerbang.


Lewi membenarkan perkataan ku dan kemudian kami berdiri melambaikan tangan ke arah datangnya Niya dan Karina.


Kini kami sudah duduk berempat di dalam kelas sembari saling memeriksa PR kami masing masing dan merapikan meja meja sebelum bel berbunyi.


Kring kring kring

__ADS_1


Bel berbunyi sebagai tanda kelas akan dimulai. Kami yang sudah hadir, kemudian berhamburan ke depan kelas masing masing. Berbaris sembari menunggu guru yang akan mengajar saat itu.


Dan benar saja, ketika kami sedang berbaris di depan kelas, kami menoleh ke arah gerbang. Disana kami melihat sudah berbaris sekumpulan siswa yang terlambat yang akan siap-siap berjalan jongkok sembari menyilangkan kedua tangan untuk meraih telinganya masing masing. Dan di dalam barisan tersebut pastinya sudah ada sahabat kami Septi dan Sharon.


"Owalah....telat lagi kan mereka berdua" Kata Niya yang hampir berbisik tapi dengan mata yang hanya menyerong ke kiri karena guru mata pelajaran Fisika sudah ada dihadapan kami.


Hari ini banyak siswa yang telat dikarenakan cuaca yang mendung. Dan karena itu pulalah banyak domba peliharaan Kepala sekolah kami yang akan ia giring mengelilingi sekolah sebanyak sepuluh kali.


Dan kami yang sudah berbaris, siswa per siswa akan masuk ke dalam kelas dengan menyalami guru yang berdiri di depan kelas. Karena masih giliran teman yang lain aku dan Niya yang berdiri depan depanan tiba tiba harus mengalihkan pandangan.


"Gre....lihat tuh Johan melihat ke arah kita" Kata Niya sembari mencolek pinggangku.


"Mana?" Tanyaku menoleh ke belakang.


"Itu, di jendela Kepala sekolah" Niya menunjuk ke arah Kantor.


"Oh iya...." Kataku melihat ke arah jendela Kepala sekolah dan disana terlihat Johan sedang tersenyum.


"Ciye...." Bisik Niya seketika sembari memegang pinggang kiri dan kananku


Ada apa dengan Niya? Apakah ada sesuatu yang ia ketahui mengenai Grea dan Johan?


Tunggu kelanjutannya šŸ˜†

__ADS_1


~Senyumanmu bagaikan imun untukku dapat memulai hari hariku. Egoiskah aku jika terus mengharapkannya?~


T.P.S.G


__ADS_2