Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 10 (Sikapmu yang dingin)


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, semenjak aku dan Johan benar benar berdiam diri. Dia sama sekali tidak ada menghubungi ku, demikian juga aku.


Kehilangan? Rindu?


Semuanya itu kurasakan. Aku merindukan sapaan manis di pagi hari darinya, aku merindukan pesan-pesannya via SMS yang menggila supaya aku tertawa-tawa sendiri dan aku sangat merindukan ucapan selamat tidur yang romantis yang selalu iya kirimmkan. Tiga hari ini, aku sama sekali tidak mendapatkan hal-hal itu. Rasanya seperti ada yang hilang dari dalam diriku.


"Benarkah aku jatuh cinta padanya? Inikah yang namanya jatuh cinta? Sekedar rasa kagumkah yang kurasakan ini? Atau karena kebiasaan sehingga aku merasa kehilangan?" Pertanyaan inilah yang terus silih berganti terngiang-ngiang dalam pikiran ku.


"Er, Johan kayaknya marah samaku...." Kataku pada adikku yang sedang sibuk dengan bukunya di meja belajar kami.


"Kok bisa kak?" Tanyanya sembari menoleh kepadaku.


"Kayaknya dia cemburu...."


"Cemburu kenapa tuh? wuahhhh penasaran nih penasaran..... Jangan-jangan kalian sudah??????" Tanyanya yang semakin penasaran, sembari berjalan ke arah tempat tidur kami.


"Husshhhh....jangan berpikiran aneh-aneh deh. Belum juga aku cerita. Dasar kamu.....!!!!" Kataku pada adikku sembari menepuk bahunya yang lumayan kuat.


"Awwwww.....sakit tau kak. Udah ceritain aja kali. Supaya aku tau permasalahannya. Siapa tau aja aku punya solusinya" Kata adikku dengan nada sombongnya.


"Okay aku ceritakan dehhh. Tapi jangan berisik iya. Ntar Mama heboh" Kataku hampir berbisik.


"Okay seepppp.... tenang aja. Bisa kerjasama kok ini" Diapun juga hampir berbisik.


Akhirnya aku menceritakan semua kejadiannya kepada adikku, yang merupakan tempatku bercerita.


"Oh gitu?? Jadi kakak udah SMS dia belum?" Tanya adikku yang tidur menyamping dan menghadap ke arahku dengan menopang kepalanya dengan tangan kanannya.


"Belum...." Aku kembali mengambil Novel yang sempat ku letakkan karena bercerita tadi.


"Lah....kenapa gak di SMS aja kak? Kan kakak bisa jelasin ke dia. Menurutku dia memang benar-benar cemburu kak" Kata Erika yang semakin bersemangat.


"Aku bingung dik. Soalnya setiap kami jumpa di Sekolah, dia selalu berusaha mengalihkan dan bahkan terkadang pura-pura tidak melihatku" Jawabku dengan nada sedih dan kali ini aku menghadap ke adikku.


"Owalah kak, namanya juga laki-laki, iya menggunakan logikalah. Dia pasti pengen kakak yang menghubungi duluan. Coba aja deh, pasti akan di balas. Dan kakak tau....kayaknya kak Johan memang benar-benar suka sama kakak. Cie....cie...." Adikku mengarahkan ku dengan penuh semangat sembari terus menggodaku.


"Yakin?????" Tanyaku mengernyitkan kening.


"Yakin" Jawab adikku optimis. Erika memang lebih berpengalaman mengenai hal ini, karena sebenarnya adikku lebih gaul dariku. Makanya meskipun aku lebih tua darinya, aku tak segan-segan meminta solusi darinya. Tapi hanya dalam hal percintaan dan pertemanan iya. Kalau dalam pelajaran atau hal-hal lainnya dia dong yang nanya samaku. (Sombong dikit. Hihihi) šŸ˜„


Kemudian akupun melakukan apa yang adikku sarankan.

__ADS_1


Grea


"Johan? šŸ˜„" Kata ini menjadi kata yang pertama kali ku kirim ke Johan via SMS.


Sepuluh menit sudah aku menunggu balasan dari Johan dengan rasa gelisah.


"Dia tidak membalasnya" Gumamku sembari mengecek HP ku.


Ting....


Bunyi Pesan masuk di HP ku berbunyi.


Johan


"Apa Ra???"


Grea


"Kamu sehatkan Jo?" Balasku basa-basi.


Johan


Grea


"Sehat juga Jo. Kamu lagi apa Jo?"


Johan


"Lagi duduk-duduk aja Ra"


"Wuahhhh...dia cuek amat. Kayaknya dia masih marah nih...." Gumamku sembari terus memandangi layar HP ku.


Tapi seketika senyumku mengembang melihat pesan selanjutnya.


Johan


"Kamu lagi ngapain?"


Grea


"Lagi tiduran Jo"

__ADS_1


Johan


"Oh"


Grea


"Gitu doang?


Johan


"Terus?"


"Kamu dingin banget sih Jo....aku gak nyangka bakal sepanjang ini" Gumamku lagi yang sudah meletakkan HP ku.


"Hah, iya sudahlah....aku capek. Ntar kalau jodoh gak kemana kok. Heh kok aku bicara jodoh pula? Ingat neng, masih SMA" Kataku dalam hati dengan ekspresi yang berubah-ubah. Dari sedih, ke senang kemudian diakhiri lagi dengan sedih.


Ting....


Johan


"Kamu udah makan?"


Aku tidak langsung membalasnya, tiga menit aku memandangi layar HP karena bingung dengan sikap Johan.


Grea


"Sudah. kamu?"


Johan


"Sudah"


Begitulah yang terjadi selama kami SMS-an pada hari itu. Dia selalu mengakhirinya dengan sikapnya yang dingin. Sebenarnya aku ingin mencairkan suasana, tapi karena sikapnya yang dingin, aku mengurungkan niatku.


"Paling tidak dia membalas SMS ku. Mungkin dia butuh waktu untuk menata hatinya. Mungkin dia butuh merangkai kata ketika suatu saat nanti, dia menanyakannya langsung padaku. Atau bisa jadi dia hanya menganggap ku teman. Iyakah? Temankah?"


Saat itu aku berkecamuk dengan diriku sendiri dan aku tentunya bingung dengan semuanya itu. Karena bagiku, semuanya itu merupakan pengalaman pertamaku dan tentunya menjadi cerita pertamaku.


Aku harus bagaimana lagi? šŸ˜”


~Dingin akan menjadi musim yang tidak diinginkan. Ketika derajatnya, sudah ada di tahap yang tidak sewajarnya~

__ADS_1


__ADS_2