Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 13 (Sahabat Time)


__ADS_3

Setelah kepergian Johan, Sekolah rasanya berbeda. Yang biasanya ada beberapa siswa perempuan yang sok tebar pesona di depan kantor, ada kumpulan siswa perempuan lainnya sedang sibuk membariskan keunggulan Johan, ada yang lari-larian mengejar Johan untuk memberikan sesuatu dan tidak ada lagi yang sembunyi-sembunyi melihat Johan dari tembok samping kantor Kepala Sekolah. semuanya itu sudah tidak ada lagi selama beberapa hari ini.


"Gre.... langsung pulang?" Tanya Septi yang masih sibuk membereskan buku-bukunya.


"Rencana Sep. Emang kenapa Sep?" Lirikku sembari menghentikan gerakanku yang sedari tadi sibuk menghapus papan tulis.


"Ke rumah aku main bentar yuk.....sama yang lain juga. Kamu gak sibukkan hari ini?" Septi memastikan sembari duduk kembali ke kursinya.


"Iya Grea....main ke rumah Septi yuk" Tindih Niya kemudian, yang sedang menatapku dengan memangku kepalanya ke tangan bertumpukan meja tempat ia biasa belajar.


"Iya Gre....yok yok....!!!!" Susul Lewi lagi.


"Ayoklah Grea....!!!" Rayu Sharon sembari memeluk pinggangku.


"Iya Gre....kali ini aja deh. Biar nanti terbiasa" Tindih Karina lagi.


"Omaigatttttt....tumben kalian pada maksa...." Kekehku sembari melepaskan pelukan Sharon dan kemudian melanjutkan kembali menghapus papan tulis.


"Iya Gre.... kamu kan jarang main sama kita selain di Sekolah" Ucap Septi.


"Hmmmm.....betul tuh!!!!!" Ucap Karina centil sembari mengerucutkan bibirnya.


"Udah....udah....kali ini Grea pasti mau. Iyakan Gre....?????" Rayu Niya meyakinkan.


"Iya betul tuh...." Ucap Sharon yang kini sudah menyenderkan tubuhnya ke papan tulis sembari terus memandangi ku.


"Iyaya....aku ikut. Ntar aku telpon Mamaku untuk permisi iya. Soalnya tadi pagi aku gak ada bilang sama Mamaku" Jawabku dan kemudian menyudahi kegiatan ku menghapus papan tulis.

__ADS_1


"Okay deh...., kalau pulsa mu gak ada, pake HP ku aja Gre" Seru Lewi semangat.


"Ada kok....pake HP ku aja Lew" Ucapku sembari merogoh tas ku untuk mengambil HP.


••••••


"Halo Ma....aku agak telat pulang iya. Soalnya mau main bareng Niya dan yang lainnya ke rumah Septi" Ucapku melalui pesawat telepon kepada Mamaku


Dan Mamaku mengiyakan dari seberang, dengan persyaratan jangan keluyuran, jangan lupa makan siang dan pastinya jangan terlalu sore pulangnya.


"Iya Ma...." Ucapku mengakhiri sambungan telepon.


"Apa kata Ibu Gre????" Tanya Niya penasaran.


"Boleh....tapi dengan embel-embel yang lainnya. You know lah iyakan???? Emak, emak...." Jawabku sembari membereskan buku-buku ku.


Dan sahabat-sahabatku juga melakukan hal yang sama. Kini kami bersama-sama melangkah kan kaki menuju Parkiran untuk menaiki motor ke rumah Septi.


Beberapa menit kemudian kami sampai di rumah Septi yang tak jauh jaraknya dari Sekolah. Dan kami disambut dengan sangat hangat oleh keluarga Septi.


"Ajak temannya makan dulu iya Sep....jangan sampai kelaparan" Seru Mama Septi agak kencang karena sedang berada di dalam kamarnya.


"Okay ma, beres!!!!!" Jawab Septi yang kemudian mengarahkan kami ke dapur.


"Yang lain pada dimana Sep?" Tanya Lewi sembari menggeser kursi supaya bisa duduk mengarah ke meja makan.


"Belum pada pulang....sorean nanti baru pulang Lew....biasa.... ada yang main bola lah, ada yang main bareng teman dan satu lagi biasa.... ngegosip dulu kali" Ucap Septi kekeh sembari mengeluarkan menu makanan hari ini dari lemari.

__ADS_1


"Hahaha.... ada-ada aja mah Septi ini, kakak sama adiknya di gituin....." Kekeh Niya sembari membantu mengambil cuci tangan dari keran air yang berada di wastafel.


"Emang gitu Ni....alasan mereka hampir tiap hari kayak gitu. Jadi aku nebaknya gitu terus deh....iya gak salah aku dong...." Ucapnya sembari mengedikan bahunya dengan piring-piring di telapak tangannya.


"Betul juga tuh....masuk akal" Timpah Lewi.


Kamipun mulai acara makan kami. Sambil cerita yang diiringi tawa canda kami yang kadang receh, acara makan akhirnya selesai.


Kami kemudian membereskan peralatan makan kami, ada yang cuci piring, ada yang lap meja, ada yang nyapu dan ada yang menaruh piring-piring yang sudah di cuci ke lemari. Kami menyelesaikan nya hanya dalam waktu beberapa menit, karena kami mengerjakan nya bersama-sama.


"Selesai deh....saatnya kita ke lantai atas, ke kamar aku. Kuy ikuti aku...." Ajak Septi sembari mengambil cemilan dari dalam kulkas.


"Kuy.....kuy....kuy...." Ucap Karina semangat.


"Perlu bantuan bawanya Sep" Aku dan Niya mengucapkannya berbarengan.


"Hahaha....boleh, boleh. Niya bawain minuman ini aja. Dan Grea bawa Cemilan....Biar aku ambil piring untuk wadahnya dulu iya" Ucap Septi kemudian berlalu mengambil piring.


"Yok lanjut...." Ajak Sharon semangat dengan memimpin perjalanan kelantai atas. Sharon memang sudah tau lika-liku rumah Septi, karena diantara kami, Sharon lah yang lebih sering singgah ke Rumah Septi sebelum Bapaknya menjemput.


"Semangat amat iya Shar...." Ledek Karina.


"Udah gak sabar dia buat nuntasin semua cemilan ini Rin...." Ledek Lewi lagi.


"Hah....sudah sudah...." Belaku dengan senyum nyindir.


~Teman yang sesungguhnya akan turut merasakan, walaupun kau tidak harus membariskan satu persatu dari keluhanmu~

__ADS_1


T.P.S.G


__ADS_2