Pelabuhan Cinta Ekklesia

Pelabuhan Cinta Ekklesia
Masa Putih Abu Abu 7 (Lupa)


__ADS_3

"Hufffttttt" Kulemparkan tubuhku ke atas tempat tidur.


Hari ini rasanya sungguh melelahkan. Tugas membludak, Catatan menumpuk karena asik menulis terus di papan tulis dan ditambah lagi pelajaran olahraga dan kimia disatukan. Lengkaplah sudah penderitaan ku satu hari ini. Belum lagi, aku harus membantu mamaku yang sedang bekerja di tempat kakaknya.


Rasanya badanku sudah hampir remuk.


"Tapi mengapa rasanya perutku juga sakitnya keterlaluan iya? Hal ini juga membuatku mood ku tidak baik satu hari ini....Apa jangan-jangan aku?" Tanyaku dalam hati sembari mengelus-elus perutku yang sakit.


Kemudian aku berlari ke kamar mandi untuk memastikan apakah memang benar aku sedang datang bulan atau tidak.


"Iya ampun....pantas saja" Gumam ku sembari menutup pintu kamar mandi.


"Dek.... cepat makan! Bentar lagi kita mau nyusul mama ke tempat Maktua loh (Kakak mama dalam suku Batak Toba) Nanti mama nunggunya kelamaan. Ayo makan sini!" Kataku pada adikku sembari membuka tudung saji memastikan lauk apa hari ini.


"Iya kak bentar" Jawab adikku yang laki laki dari kamarnya.

__ADS_1


"Kak, berarti hari ini aku sendiri iya beres-beres di rumah?" Tanya adikku yang perempuan sembari mengambil piring dari rak piring.


"Hmmmm...." Hanya itu jawabanku sembari makan di meja makan.


"Yah....capek deh" Keluh adikku kemudian menidurkan kepalanya di atas meja makan.


"Udah cepat makan! Baru kali ini juga. Mama kan butuh bantuan" Kataku tapi tidak memperhatikan adikku.


"Kak, nanti kira-kira kita sampai jam berapa iya?" Adik laki-laki ku tiba-tiba muncul.


"Paling sampai jam 17.00, kalaupun lewat paling-paling 10 menit lah" Jawabku sembari menatap adikku.


Kamipun selesai dengan ritual makan siang kami. Setelah itu aku dan adikku laki-laki pergi menyusul Mama. Sedangkan adikku yang perempuan tinggal di rumah.


Satu hari itu aku memang benar benar sibuk. Jangankan lupa menanyakan kejadian tadi siang, aku juga bahkan lupa mengecek HP ku.

__ADS_1


Jika aku mengingat keadaan saat itu, tentunya gejolak untuk memperbaiki nya seolah meronta-ronta dari dalam diriku. Kupikir mungkin dia belum prioritas ku saat itu. Kadang ku pikir, aku mungkin belum dewasa saat itu. Dan yang paling membuatku sakit bila aku mengingatnya kembali adalah, kondisiku saat itu membuatku untuk tidak terlalu ambil pusing tentangnya.


Andai kata maaf masih berlalu atas sikapku padanya, aku ingin kembali ke masa itu sebentar saja.


Tapi roda waktu yang terus berputar membuat ku hanya bisa mengenang, dan memperbaiki nya di lain waktu.


"Grea....kok kamu dari tadi melamun terus sih?" Tanya Septi yang duduk bersamaku di koridor Kampus.


"Gapapa Sep...." Jawabku sembari menggelengkan kepala.


"Oya bentar lagi kamu ulang tahun yang ke-20. Gak terasa iya....5 hari lagi loh Gre. Wuahhhh udah kepala dua niyehhh" Kata Septi sembari memegang pundak kananku.


"Iyaya.... Kamu benar Sep. Baru juga kemarin aku lahir iya. Udah tua aja" Kataku sembari menutup mulutku dengan tangan kiri ku.


Kami bercerita sedikit tentang masa SMA kala itu. Iya, aku dan Septi kebetulan lulus di Kampus yang sama tapi jurusan yang berbeda. Sehingga, hal itu membuat kami berjumpa lagi dan bahkan kami juga satu kost.

__ADS_1


Lupa itu manusiawi....tapi, kalau keterusan gak baik juga kali Grea.... šŸ˜„


~Jika melupakan mu adalah satu-satunya jalan terbaik. Maka aku akan menempuh jalan itu. Walau itu berat sekalipun, aku tidak akan menyesali nya. Karena aku yakin, cinta juga tau kapan harus kembali~


__ADS_2