
Mengenang?
Mungkin menjadi hal yang lumrah untuk kulakukan.
Lembaran masa ku tersebut mungkin sudah usai. Tapi tidak dengan kenangannya, karena biar bagaimanapun aku pernah ada disana.
Sama seperti buku yang ada halamannya, demikian juga dengan perjalanan hidupku. Masa SMA ku sudah sampai pada lembaran akhir, dan kini Buku baru untuk ku isi di masa Kuliah, telah ku persiapkan.
Dan aku pikir aku telah ready dengan cerita yang baru.
"Habis kuliah nanti pergi yuk Gre.... " Ajak Septi sembari terus menatap layar HP nya.
"Kemana??? " Tanyaku mengedarkan pandangan ke arah Septi yang duduk di sebelah kananku.
"Biasa Gre belanja buat stok satu bulan. Bahan untuk masak dan perlengkapan mandi kamu udah habis juga kan?" Tanyanya lagi yang kini menghadap ku.
"Hmmmm..... udah habis Sep" Ucapku pelan sembari membolak-balikan buku yang berada di pangkuan ku.
"Kalau gitu jadi dong iya.... yang lain kita ajak juga gak?"
__ADS_1
"Ajak aja.....coba tanya di Grup" Seruku masih sibuk dengan buku ku.
"Okay deh. Oiya.... teman satu kelas kamu itu gak kamu ajak Gre? Soalnya aku lihat kalian dekat banget" Ucap septi tiba-tiba teringat dengan teman satu kelasku Tesa, Yessi dan Sean yang sering bersama denganku ketika di kampus.
"Ntar aku ajak Sep. Mungkin mereka juga mau. Biar kita rame juga.... "
"Okay deh.... seru tau belanja rame-rame. Aku suka....aku suka! " Gumam Septi senang sembari mengetik sesuatu di HP nya.
"Iya seru. Udah ada belum balasan dari teman satu kos kita?" Tanyaku tapi masih dengan posisi yang sama. Duduk sembari sibuk membolak-balikan buku lalu mengangkat kaki kananku, menyilangkan nya menindih kaki kiriku.
Sebenarnya melihat kesibukanku yang sudah membludak semenjak kuliah, seharusnya sudah bisa membuatku lupa akan kenangan-kenangan yang dulu. Tapi karena aku adalah salah satu orang dengan daya ingat yang tinggi, membuatku susah melupakan hal-hal yang telah berlalu. Dan terkadang itu sangat berpengaruh pada mood ku. Kalau aku mengingat hal yang menyenangkan maka secara tiba-tiba aku akan senyum-senyum sendiri, dan kalau aku mengingat hal yang menyedihkan, maka seketika juga aku akan uring-uringan sendiri.
Johan
"Hai Ra.... apa kabar?
Raraku....aku telah melepaskan mu. Carilah pria yang baik dan yang seiman denganmu. Kelak jika kau sudah bertemu dengan pria tersebut. Beritahu lah aku.... karena aku kan laki-laki, jadi aku bisa tau dia pria yang baik atau tidak.
Aku sangat tau Ra, kalau kau sangat tertarik dengan pria yang kepribadiannya baik. Tapi ingatlah Ra.... bahwa Pria di Gereja pun belum tentu baik. Jadi tetaplah berhati-hati. Aku juga sangat yakin Ra, suatu saat kau akan menjadi wanita yang hebat. Jadi tetaplah semangat dan raihlah cita-citamu. Aku pasti akan sangat merindukan mu. Semangat iya Ra"
__ADS_1
Seketika setelah membaca pesan tersebut, duniaku rasanya runtuh. Rasa senang dan sedih kurasakan bersamaan saat itu. Aku senang karena ternyata Johan menganggap serius tentang ku. Dan aku sangat sedih karena tidak sedikitpun aku menyampaikan rasa sayang ku pada Johan. Walaupun mungkin saat itu hanya sebatas rasa sayang kepada teman, tapi aku tidak pernah menunjukkan nya.
Aku terisak sembari memeluk erat HP ku tersebut di dada. Aku merasakan kehadiran Johan saat itu. Sedihku kian mendominasi, karena aku tidak bisa lagi mengulang semua.
Aku hanya bisa menangisi, tapi untuk kembali kesana, sama sekali tidak mungkin.
"Maafkan aku Jo.... aku memang nyaman bersamamu saat itu. Tapi aku gak pernah berfikir sejauh ini ternyata yang kau rasakan. Ku fikir kau hanya main-main. Tapi setelah membaca pesan mu ini, hatiku hancur. Ku pikir kau yang tidak peka Jo. Ternyata akulah yang tidak peka. Maafkan aku Jo. Aku baru menyadarinya.... Maaf. Huhuhuhu.... maaf Jo" Tangisku saat itu benar-benar pecah, sembari terus berceloteh gak karuan. Untungnya saat itu tidak ada orang di rumah. Sehingga aku bisa menangis dengan puas.
Tapi yang paling ku sesali hingga saat ini adalah, dan paling membuatku terbodoh bila mengingat nya adalah. Aku tidak pernah membalas pesan Johan tersebut. Aku sendiri juga lupa apa penyebabnya. Entah karena aku terlalu terkejut atau karena aku terlalu larut dalam kesedihan, aku juga benar-benar lupa.
Dan sekali lagi, aku membangun penyesalanku sendiri.
Melukiskan ingatan sedihku sendiri. Kalian boleh mengatakan "bodoh" padaku. Karena itulah yang pantas disematkan padaku saat itu.
š¼(Lagu Maudy Ayunda "Cinta datang terlambat" on)š¼
Jangan lupa tinggalkan like dan comment iya pembaca yang baik budi š
"Penyesalan memang selalu datang belakangan. Karena kalau diawal namanya pendaftaran"
__ADS_1
T. P. S. G