Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Terbongkar Juga


__ADS_3

Cloe mulai panik, ia pun berusaha melepaskan cengkraman tangan Deev. sementara Deev malah tersenyum menakutkan," kenapa anda takut seperti itu Nona Dini? padahal aku tidak akan berbuat apapun terhadapmu. Hanya saja aku ingin mengobrol denganmu sejenak saja, makanya aku minta kamu tak usah menelpon security untuk mengusir diriku. Tanpa diusir pun aku pasti akan pergi dari sini, tetapi nanti setelah aku berbicara beberapa menit denganmu."


Tetapi Cloe tetap pada pendiriannya, ia tidak ingin lagi bicara dengan Deev," maaf saja aku tidak bisa, jadi tolong pergilah dari kantorku karena aku sedang banyak pekerjaan. Tidak ada waktu lagi untuk melayani orang seperti dirimu."


Deev pun tidak mau pergi begitu saja. Ia terus saja mencengkeram lengan Cloe, hingga ruang kerja terbuka dan muncullah Nando. Melihat saudara kembarnya dalam bahaya, ia segera menghampirinya," heh, lepaskan dia!"


Nando sangat kesal melihat perlakuan kasar Deev pada Cloe. Tetapi justru Deev tersenyum sinis," siapa kamu, sok turut campur hah? pergi sana dari sini dan jangan ganggu kami karena aku sedang ada urusan penting dengan Nona Dini!"


"Kamu ingin mengetahui aku ini siapa? aku adalah saudara kembar Dini, namaku Nando! jika kamu melukai Dini, aku tidak akan mengampunimu!" ancam Nando.


Lagi-lagi Deev sama sekali tidak gentar, ia terus saja mencengkeram lengan Cloe. Hingga pada saat lengah, Cloe meraih parfum yang ada di dalam tasnya dan menyemprotkannya tepat ke mata Deev. Karena sedari tadi Deev terus fokus menatap ke arah Nando.


"Ahhhhhh... apa yang telah kamu lakukan? sakit dan perih tahu!"


Deev pun melepaskan cekalan tangannya pada lengan Cloe. Dan Nando tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia pun langsung menarik paksa Deev menjauh dari Dini dan membawa pergi Deev dari ruang kerja Dini.


'Heh, apa yang kamu lakukan? urusanku dengan Nona Dini belum selesai. Dia harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan padaku!"


Deev benar-benar sudah hilang kendali, ia seperti orang kesetanan dan tak tahu malu. Nando sampai kesal dibuatnya," diam! apa kamu nggak malu hah? dilihat banyak orang. Masa seorang pengusaha tingkah lakunya seperti preman!"


Terus saja Nando mengejek Deev, dan ia juga memberikan peringatan kepada security supaya melarang Deev masuk ke dalam kantor Cloe.


Deev dilempar begitu saja oleh security dan juga oleh Nando ke pelataran kantor.


Deev pergi dengan amarah yang sangat membuncah, tetapi di dalam hatinya terus saja bergumam," aku tidak akan menyerah begitu saja, tapi akan aku buat kamu jatuh cinta padaku seperti aku sangat tergila-gila padamu bidadariku. Jangan harap aku akan melepaskan dirimu, karena itu tidak akan terjadi! aku harus memiliki dirimu seutuhnya. Jika kamu tidak mau, akan aku paksa hingga kamu mau!"

__ADS_1


Sementara Cloe masih saja nggak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Deev padanya," apakah Deev sudah gila ya? hingga berbuat nekad seperti itu, aku harus lebih waspada jika sudah seperti ini."


Nando menghampiri Cloe," bagaimana bisa dia berbuat seperti itu kepadamu? awal mulanya bagaimana? bukannya kamu sudah mengatakan padanya jika tidak ingin bekerja sama lagi dengannya?"


Cloe mengatakan," aku sudah menjelaskan padanya bahwa untuk sementara waktu aku tidak menjalin kerja sama dengannya."


Cloe menceritakan semuanya pada Nando bahkan dengan apa yang barusan terjadi.


Nando pun memberikan nasehat," jika sudah seperti ini berarti kamu harus lebih hati-hati lagi karena Deev sudah nggak waras. Ia bisa melakukan segala macam cara untuk menyakiti dirimu."


Cloe juga setuju dengan nasehat dari Nando, ia juga memikirkan hal yang sama seperti apa yang di pikirkan oleh Nando.


"Mungkin karena kita kembar hingga kita sepemikiran ya?" canda Cloe terkekeh.


Keduanya kini terkekeh bersama-sama saat itu juga. Bahkan tanpa memberi tahu Cloe, Nando akan mengerahkan beberapa anak buah kepercayaannya untuk selalu menjaga Cloe dimana pun dia berada. Nando tidak ingin terjadi hal buruk kepada saudara kembarnya. Sudah cukup ia terpisah dengan Cloe dari waktu bayi. Dan ia tidak ingin terjadi lagi karena itu bisa membuat Mamah Irene shock seperti waktu dulu.


Waktu berjalan begitu cepatnya, dan tidak terasa umur kehamilan Niken sudah memasuki umur empat bulan. Pada saat dirinya sedang menikmati indahnya menjadi simpanan Broto, sesuatu terjadi pada dirinya.


BRAKKKK!


Tiba-tiba kamar terbuka di saat Broto dan Niken sedang melakukan hubungan badan. Keduanya terhenyak kaget dan langsung menutupi tubuh polosnya dengan selimut yang ada di ranjang.


"Mamah?"


Broto tergagap melihat Ningrum datang dengan dua anak lelakinya.

__ADS_1


"Kalian bisa lihat sendiri bukan? apa yang Papah kalian lakukan di belakang mamah? ini bukan yang pertama kali, hanya saja selama ini mamah selalu merahasiakan hal ini pada kalian berdua," ucap Ningrum dengan mata berkaca-kaca.


Kedua anak lelaki Ningrum mengepalkan tinjunya. Mereka menatap tajam ke arah Broto dan juga ke arah Niken.


"Nak, ibu tidak seperti yang kalian lihat. Wanita ini yang selalu menggoda papah. Dia yang salah, bukan papah."


"Mah, tolong maafkan aku. Marahlah pada wanita yang ada di sampingku ini."


Terus saja Broto memohon kepada istri dan kedua anaknya untuk mempercayai dirinya. Ia juga terus saja melempar semua kesalahan dirinya pada Niken.


Sementara Niken hanya diem saja, ia tidak bisa bicara apapun. Apa lagi kedua anak dan istri sah Broto terus saja menatap kearah dirinya dengan tatapan membunuh.


" Sialan sekali, bagaimana bisa istri dan anak si tua bangka ini mengetahui keberadaan kami?" Niken hanya bisa bergumam di dalam hatinya.


Perlahan tapi pasti Ningrum menghampiri Broto dan Niken yang masih dalam kondisi polos tidak memakai benang sehelaipun. Ia menyibakkan selimut yang sedang digunakan oleh Broto dan Niken untuk menutupi tubuh polos mereka.


Seketika itu juga Broto menutupi burungnya begitu pula dengan Niken menutupi area int*mnya.


Tetapi Ningrum memaksa Niken untuk membuka kedua tangannya yang menutupi area tersebut," buka! aku ingin melihat benda setan yang membuat suamiku ketagihan!"


Dengan menahan rasa malu, Niken menyingkirkan tangannya yang menutupi area tersebut sambil trus tertunduk malu.


Sementara Ningrum meraih sesuatu yang ada di dalam tasnya. Dan secepat kilat menaburkan sesuatu ke area int*m Niken.


"Aaahh.... perih! apa yang kamu lakukan? seharusnya hukum suamimu yang telah menggodaku. Ini tidak adil, aahhh.... panas perih....!" Niken merasa tidak karuan di area int*mnya.

__ADS_1


__ADS_2