
Deev pulang ke rumah dengan perasaan kesal, satu tangannya di balut perban dan di nyatakan patah serta tidak berfungsi sama sekali. Niken yang melihat kepulangan Deev dengan tangan kanan di balut perban, ia pun penasaran ingin tahu apa yang telah menimpa Deev.
"Deev, kenapa tanganmu sampai terluka seperti itu?" tanya Niken penasaran terus saja menatap ke arah tangan kanan Deev yang dibalut kain perban.
"Aku baru saja diajar oleh beberapa orang pria bermasker. Pada saat aku bertemu dengan Cloe di sebuah pusat perbelanjaan. Banyak orang yang melihat tetapi tidak ada satupun yang sudi menolongku. Semua orang yang lalu lalang malah berpura-pura tidak melihat kejadian itu."
"Ternyata apa yang kamu katakan itu benar Niken. Sekarang Cloe benar-benar berbeda, penampilannya lebih elegan dan terlihat seperti orang kaya."
"Walaupun ia mengelak dan enggan mengakui dirinya adalah Cloe tetapi aku masih bisa mengenalinya."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Deev, Niken pun tersenyum," makanya kalau ada orang berbicara itu harus didengar. Sekarang kamu mengakui bukan bahwa memang Cloe masih bertahan hidup dan kondisinya yang sekarang justru lebih baik daripada yang dulu. Tapi waktu itu aku tidak melihat Cloe menggendong seorang anak sama sekali. Mungkin saja pada saat ia melahirkan anaknya dijual," ucap Niken.
Deev begitu kesalmendengar perkataan dari Niken," kalau berbicara itu dipikir dulu. Cloe tidak seperti dirimu yang gampang sekali halalkan segala cara demi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Cloe itu wanita yang baik-baik hanya saja aku yang salah melangkah. Barusan Cloe saja bersama dengan seorang bayi lelaki, aku yakin bayi itu adalah anakku. Jadi janganlah kamu menilai buruk Cloe, karena aku tidak akan terima dan bisa sewaktu-waktu mengusir dirimu dari rumahku!" ucap lantang Deev.
Niken sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Dev yang tiba-tiba saja begitu membela Cloe secara mati-matian," ada apa dengan dirimu Deev? dulu kamu mencampakkannya, bahkan mengatakan bahwa ia tidak layak untukmu, kenapa sekarang kamu berubah pikiran dan membela dirinya?"
"Karena sekarang aku sadar bahwa apa yang dulu aku lakukan terhadap Cloe adalah salah. Setelah apa yang terjadi di dalam kehidupanku di mana kamu telah berkhianat di depan mataku. Aku telah menyesali semua perbuatanku terhadap Cloe dan bayiku. Aku telah menyesal kenapa dulu memilihmu dan mengusir Cloe dari kehidupanku."
"Sekarang aku menyadari setelah apa yang aku lakukan terhadap Cloe, hidupku tidak lantas bahagia. ada saja cobaan yang harus aku lalui. Seperti yang saat ini sedang aku rasakan, tangan kananku sudah tidak bisa berfungsi lagi."
Terus saja Deev mengatakan banyakan hal di hadapan Niken. Ia menyesali perbuatannya terhadap Cloe.
__ADS_1
Tetapi sejenak ia juga teringat pada Dini," jika aku berinisiatif ingin kembali kepada Cloe? lantas apa yang akan aku lakukan kepada Dini? kenapa pada saat aku bertemu dengan Cloe, malah ingin rujuk dengannya aneh sekali?"
"Tetapi aku juga masih menginginkan Dini untuk aku miliki sepenuh hatiku. Apakah mungkin dua wanita tersebut bersedia menjadi pendamping hidupku?"
Semakin hari pikiran Deev semakin tidak waras. Ia semakin ngelantur saja, apalagi sejak pertama kalinya bertemu kembali dengan Cloe.
*******
Sore menjelang
Pada saat keluarga Dini makan sore bersama, Mamah Irene dengan sangat antusias menceritakan kejadian yang sempat terjadi di sebuah pusat perbelanjaan kepada Nando dan papah Bisma.
Papah Bisma sempat menghentikan aktivitas makannya," apakah kalian berdua tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.
"Siapakah para pria permasker itu mah? apakah mamah tahu?" tanya Papah Bisma.
"Sebenarnya tadi Mamah ingin bertanya dan ingin mengucapkan terima kasih kepada salah satu di antara mereka, tetapi Dini dengan sangat terburu-buru mengajak Mamah untuk segera pergi dari hadapan mantan suaminya. Hingga Mamah sama sekali tidak bisa mengorek keterangan dari para pria bermasker itu," ucap Mamah Irene terpancar jelas diwajahnya ada sedikit rasa kecewa.
Melihat wajah mamahnya sedikit kecewa, Cloe pun mengatakan sesuatu," aku minta maaf mah, karena tadi aku panik sekali hingga aku spontan mengajak Mamah untuk segera pergi dari hadapan Deev. Sekali lagi aku minta maaf ya mah."
Ucap Cloe ada sedikit rasa tidak enak.
__ADS_1
Nando turut serta berkata," kamu minta maaf kepada Mamah, tetapi kenapa tidak meminta maaf kepadaku?"
Cloe merasa heran dengan perkataan Nando," memangnya aku melakukan kesalahan apa terhadapmu Nando?" Cloe benar-benar tidak ingat dengan apa yang dia lakukan pada Nando.
"Tolong jelaskan apakah kesalahanku terhadapmu, supaya aku bisa dengan mudah meminta maaf kepadamu," ucap Cloe.
"Kamu sama sekali tidak mengindahkan nasehatku. Perlu kamu tahu bahwa para pria bermasker itu adalah anak buahku. Aku sengaja memerintahkan beberapa anak buahku untuk selalu mengawasi dirimu bersama Mamah pada saat berada di pusat perbelanjaan. Karena aku tidak ingin terjadi hal buruk pada kalian. Terutama padamu Dini, aku tidak ingin mamah sakit lagi jika terjadi hal buruk padamu," ucap Nando.
Sontak saja hal ini membuat terharu Mamah Irene dan Cloe.
Cloe pun merasa sangat bersalah kepada Nando," aku minta maaf karena terlalu keras kepala dan egois. Aku juga minta maaf karena telah merepotkanmu Nando. Terima kasih atas segala perhatianmu, mulai detik ini aku akan mendengarkan segala nasehatmu."
Mata Cloe berkaca-kaca pada saat mengatakan hal itu kepada Nando. Ia baru menyadari akan sikap keras kepalanya tersebut.
Mamah Irene juga merasakan hal yang sama, ia sangat terharu dengan perhatian Nando," terima kasih, kamu memang seorang anak yang sangat baik. Dan kamu benar-benar memperhatikan keselamatan saudara kembarmu."
Nando pun mengulas senyuman," kita semua ini adalah satu keluarga. Aku juga tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada saudara kembarku, apalagi pada keponakanku. Makanya secara diam-diam aku memerintahkan beberapa anak buahku untuk selalu menjaga Dini dimanapun ia berada."
Papah Bisma juga bangga kepada anak lelakinya," terima kasih ya son, kamu telah mewakili papah untuk menjaga mamah dan saudara kembarmu serta keponakanmu. Papah benar-benar beruntung dan sangat bersyukur mempunyai seorang anak lelaki yang sangat peduli dengan keselamatan keluarga ini."
Papah Bisma beberapa kali menepuk bahu Nando seraya tersenyum sumringah.
__ADS_1
Nando hanya menanggapi dengan senyuman pula perkataan dari papah Bisma. Merekapun kemudian melanjutkan makannya, tanpa mengatakan apapun lagi.
Didalam hati Cloe sangat bersyukur karena dirinya di kelilingi oleh orang-orang yang sangat mengasihinya.