
Sementara apa yang dilihat oleh Cloe memang Niken. Ia saat ini memang hidup susah karena ulahnya sendiri. Saat ini Niken cuma bekerja sebagai pemulung dan tinggal di rumah kardus yang kerap kali di gusur oleh satpol PP.
Niken berhasil melakukan operasi plastik wajahnya, setelah usaha yang pertama gagal. Ia pun tidak menyerah begitu saja, melainkan mencari informasi kembali hingga akhirnya ia mendapatkan rekomendasi dari teman.
Namun operasinya gagal, hingga ia mengalami gatal-gatal pada wajah dan memerah. Rasa gatal yang teramat sangat hingga membuat ia tidak bisa menahannya dan memutuskan untuk ke dokter spesialis kulit.
Sudah diberikan salep san obat antibiotik, tetapi wajah Niken tidak kunjung sembuh.
"Malunya aku bertemu dengan Cloe dalam kondisi wajahmu seperti monster. Aku sudah berobat bukan hanya ke satu dokter kulit san bahkan uangku sudah habis, tetapi kenapa justru wajahku malah semakin menyeramkan seperti ini?"
__ADS_1
"Memang wajahku sudah tidak gatal lagi, hanya saja sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Aku sendiri melihat wajahku di dalam cermin merasa jijik dan malu sendiri seperti ini."
Niken terus saja merenungi nasibnya sendiri, dan ia pun tiba-tiba menangis.
"Apakah ini karma buatku? aku jahat bukan hanya pada Cloe dan anaknya, tapi aku juga jahat pada anak kandungku sendiri. Apakah ini pembalasan untukku? kini aku hidup sengsara seorang diri tanpa seorang anak ataupun seorang suami. Bahkan aku tidak punya rumah sama sekali. Miris sekali akhir hidupku ini ya Allah."
Kini Niken baru menyadari akan semua kesalahan dan dosa. Hanya saja satu yang belum bisa ia lakukan yakni meminta maaf pada Cloe dan juga pada Alya. Ia hanya bisa menyesali semua kesalahan di masa lalu.
Rasa sesal kian mendera, tetapi semua penyesalan Niken sudah tidak ada gunanya sama sekali. Karena semua yang sudah terjadi sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
__ADS_1
Berbeda situasi di kantor Deev,ia pun sedang melamun.
"Apakah sebaiknya aku minta Etty untuk menjadi ibu sambung Alya saja ya? karena selama ini Alya juga sudah dekat sekali dengan Etty. Tetapi aku nggak percaya diri dengan kondisi tubuhku yang seperti ini. Tanganku lumpuh satu, aku malu jika ingin mengatakan niatku ini."
"Tetapi kasihan juga Alya karena kerap kali mengeluh dirinya tidak punya seorang ibu. Aduhhh..apa yang harus aku lakukan ya?"
Deev terus saja berpikir dan berpikir, tiba-tiba dirinya teringat dengan Cloe," jika saja aku bisa bertemu dengan Cloe dan meminta maaf padanya serta mengajaknya rujuk kembali. Pasti keadaannya akan berbeda."
Deev berpikir ingin pula bertemu dengan Cloe dan meminta maaf padanya serta mengajaknya rujuk kembali. Tetapi pemikiran itu kerap kali juga sirna," sepertinya Cloe tidak akan sudi memaafkanku apa lagi rujuk denganku."
__ADS_1
Hampir setiap hari, Deev diliputi rasa dilema gundah gulana karena memikirkan Ayla yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Dan ia juga memikirkan anaknya yang dari Cloe. Hidup hanya sebatas jalani hidup biasa saja tanpa ada harapan dan impian untuk masa depan.