Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Tes DNA


__ADS_3

Sejak pertemuan dirinya dengan Cloe, Deev terus saja memikirkan dirinya. Kini pikiran dia bercabang. Diantara mengejar Cloe kembali atau melanjutkan pengejarannya terhadap Dini. Hampir setiap hari dirinya dilanda gundah gulana tak karuan.


"Sebentar siapa wanita tua yang waktu itu bersaka dengan Cloe ya? aku yakin wanita itu yang telah menolong Cloe, hingga Cloe tidak hidup di jalanan lagi. Sepertinya wanita tua itu kaya raya. Aku baru ingat tentang hal ini. Karena tidak vaksn mungkin jika Cloe bisa berdiri dan berpijak di kaki sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain," gumam Deev.


Kegelisahan terus saja merasuk didalam diri Deev. Ia juga terbayang dengan wajah mungil bayi lelaki yang ada di gendongan Cloe," bayi itu, oh lucunya. Apakah bayi itu anakku ya? kenapa tiba-tiba wajah bayi itu ada di pelupuk mataku dan wajah Cloe bermain-main di otakku. Ada apa denganku?"


Deev juga tersiksa karena tangan kanannya sudah tidak berfungsi lagi. Ia mengalami kesulitan untuk beraktifitas. Seperti saat ini dirinya kesulitan untuk sarapan hingga emosi menjalar didalam tubuh.


"Nggak usah marah-marah, jika berkenan aku akan membantumu. Itupun jika kamu sudi dibantu olehku," ucap Niken seraya meraih piring yang berisi makanan dan menyuapi Deev, tetapi Deev justru memalingkan muka.


"Mas, nggak usah gengsi seperti itu donk. Aku berbuat seperti ini sebagai perwujudan rasa terima kasih padamu karena mengizinkan aku tinggal disini dan kamu juga masih peduli dengan memberikan nafkah lahir padaku. Nggak usah berpikiran buruk tentang diriku, lagi pula aku sudah tidak ada rasa sedikitpun padamu," ucap Niken meyakinkan Deev.


Niken mengulang menyuapi Deev lagi, dan kali ini ia bersedia walaupun tatapan mata Deev sengaja melihat kearah yang lain.


Niken menyuapinya hingga makanan yang dipiring habis bersih tidak tersisa.


'Terima kasih sudah bersedia menolong diriku. Nanti aku akan mencari perawat untuk merawatku supaya aku tidak lagi merepotkan dirimu," ucapnya ketus.


"Terserah apa maumu mas, karena aku tidak akan melarangnya kok," Niken tersenyum.


Deev selalu kesulitan melakukan segala hal, dan ia merasa adanya seorang perawat diperlukan bagi dirinya. Saat itu juga ia pergi ke rumah sakit ditemani oleh sopir pribadi.


Di rumah sakit ia segera mengangkatakan kepada bagian resepsionist bahwa dirinya ingin menyewa seorang perawat apakah bisa. Perawat yang di tugaskan untuk merawat dirinya dan yang bersedia tinggal di rumahnya. Karena tidak mungkin ia menyewa seorang perawat yang pulang pergi setiap harinya.

__ADS_1


Deev mendapatkan satu perawat yang direkomendasikan oleh pihak rumah sakit. Deev merasa lega dan ia segera mengajak perawat tersebut pulang ke rumah.


Untuk hari ini ia sengaja tidak pergi ke kantor karena ingin mengetes kinerja sang perawat tersebut.


"Ety, kamu pasti sudah tahu kan apa saja yang harus kamu lakukan? tolong diperhatikan dan di hapalkan ya, supaya tidak berkali-kali bertanya karena aku paling suka dengan sifat orang yang seperti itu," ucap Deev.


"Baiklah, Tuan Deeei. Saya sudah hapal semua tugas yang harus saya kerjakan dari pagi hingga malam hari. Dan saya pastikan tidak akan bertanya lagi pada anda," ucap Ety tegas.


Ety bekerja sangat cekatan dan disiplin. Ia juga sangat fokus hingga wajahnya juga tidak ada senyuman sama sekali. Ia sama persis dengan Deev yang jarang sekali tersenyum.


********


Waktu berjalan cepat sekali, hingga tidak terasa Ety sudah bekerja beberapa bulan di rumah Deev. Dan kehamilan Niken juga sudah memasuki hari perkiraan lahir.


Niken saat ini sedang berada di rumah sakit untuk proses melahirkan. Di dalam hatinya sangat lega," akhirnya sekian lama, aku melahirkan juga. Setelah sembilan bulan tersiksa."


"Niken, kenapa sikapmu seperti ini pada bayimu sendiri? bahkan kamu enggan memberinya ASI? padahal ASi itu baik untuk anakmu loh," tegur Deev yang menemani ke rumah sakit bersama dengan Ety.


"Ya Non Niken, ini bayinya pengen nete."


Ety meletakkan bayi cantik itu di pangkuan Niken, tetapi Niken justru menolak dan meminta Ety menggendong bayinyae tersebut.


"Aku tidak ingin bayi itu tergantung pada hidupku," ucap singkat Niken.

__ADS_1


Sontak saja Deev dan Ety kaget. Deev pun berkata," setiap bayi atau anak pasti akan ketergantungan pada ibunya. Kenapa kamu seperti ini Niken? apakah kamu tidak merasa iba sama sekali melihat wajah tidak bersalah sang bayi?" ucap Deev.


"Diam kamu Deev, nggak usah turut campur dengan urusanku toh selama ini kamu juga tidak pernah menginginkan bayiku padahal dia anakmu. Sejak adanya bayi ini di dalam perutku, hidupku tidak pernah bahagia. Bayi ini pembawa sial bagiku!" ucap Niken marah besar.


Niken sudah memiliki rencana untuk bayi tersebut, tetapi ia sengaja tidak mengatakannya pada Deev.


"Deev, kamu tenang saja. Sekarang juga aku akan angkat kaki dari rumahmu sesuai dengan janjiku waktu itu," ucap Niken.


Dia tidak ingin meminta belas kasih lagi pada Deev. Ia juga sudah memilki uang dari ia menabung setiap pemberian jatah bulanan dari Deev.


Entah kenapa sejak Deev melihat bayi mungil itu, ia iba. Walaupun ia sudah berencana untuk menalak Niken setelah melahirkan. Karena talak yang ia ucap dulu tidak berguna posisi Niken sedang hamil.


"Sebenarnya aku nggak tega jika Niken pergi dari rumah dengan bayi itu.Oh ya, sebaiknya aku minta Niken untuk cek DNA, bayi cantik itu. Karena aku penasaran apakah ia anakku atau bukan," batin Deev.


Tanpa sepengetahuan Niken, Deev meminta tolong pada Ety untuk membantu dirinya mengecek tes DNA bayi tersebut.


Apa lagi Niken belum di izinkan pulang untuk beberapa hari. Dan pada esok harinya, hadimy tes DNA membuktikan bahwa bayi mungil itu adalah anak kandung dari Deev.


Deev mengatakan pada Niken jika ia akan memberikan nafkah pada bayi tersebut. Karena ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan pada bayi Cloe.


"Niken, jika kamu ingin pergi tolong jangan bawa bayimu. Biarkan bayimu tinggal di rumahku," pinta Deev.


Niken terpengarah pada saat mendengar apa barusan dikatakan oleh Deev," untuk apa kamu meminta bayi ini tinggal denganmu?" tanyanya heran.

__ADS_1


"Karena aku sudah tes DNA bayimu dan membuktikan bahwa bayi ini darah dagingku," ucap Deev.


Niken tersenyum sinis," kamu pikir aku berbohong hingga sampai kamu melakukan tes DNA pada bayi ini tanpa sepengetahuan diriku. Aku tidak akan membiarkan bayi ini begitu saja untuk tinggal di rumahmu," ucap Niken.


__ADS_2