Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Keterlaluan


__ADS_3

"Apa maksud perkataanmu itu Niken?" tanya Deev heran.


"Masa kamu nggak tahu apa sengaja berpura-pura? jika kamu inginkan bayiku, kamu harus bayar mahal. Dan aku akan memberikannya padamu tapi tidak dengan cuma-cuma karena aku sedang butuh banyak uang," ucap Niken.


Deev benar-benar tidak menyangka jika Niken bisa bertindak kejam seperti itu. Dia ingin menjual bayinya sendiri," setega itu kamu pada bayimu sendiri? aku saja menyesal mengingat apa yang pernah aku lakukan dulu pada Cloe yang sedang hamil tua. Masa iya kamu sama sekali tidak ada rasa iba padanya?"


Niken justru tersenyum sinis," gara-gara aku hamil anakmu ini, aku alami kesialan yang bertubi-tubi. Makanya aku tidak ingin alami kesialan lagi. Aku sudah berniat jauh-jauh hari, Jumat aku sudah melahirkan, aku akan menjual bayiku ini dengan harga mahal. Aku yakin banyak yang berminat terutama pasangan suami istri yang sudah lama ingin keturunan tetapi tidak kesampaian," ucap Niken.


Deev benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Niken," astaga.... dimana hati nurani mu sebagai seorang ibu?"


"Aku memang sudah tidak mempunyai hati nurani sejak kamu mengatakan bahwa anak yang aku kandung bukanlah darah dagingmu. Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak merawat bayiku jika sudah lahir di dunia ini."


"Sembilan bulan aku mengandung dirinya itu sudah cukup. Karena selama sembilan bulan itu aku tersiksa olehnya."


"Aku tidak ingin terbenani oleh bayi itu selamanya, karena aku harus melangsungkan kehidupanku sendiri."


"Jika kamu menginginkan bayinya untukmu silakan saja. Tetapi tidak ada yang gratis di dunia ini. Sebagai ganti rugi aku hamil selama sembilan bulan kamu harus membayar bayi ini dengan harga yang sangat mahal.'


Deev menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ckckckckck.. kamu benar-benar luar biasa Niken. Seumur hidupku baru pertama kalinya aku bertemu dengan seorang ibu yang sangat kejam terhadap bayi yang baru dilahirkannya. Ibu kandung yang tega menjual anaknya hanya demi uang. Ya sudah katakan saja berapa aku harus bayar bayi ini. Tetapi aku ingin kita tanda tangan di atas materai..Dan aku tidak ingin suatu saat nanti kamu datang lagi untuk mengambil bayi ini," ucap Deev.


Niken sama sekali tidak tersinggung, ia justru tersenyum sinis," memang benar aku ingin jual bayiku sendiri, itu sudah aku pikirkan dari aku hamil. Alangkah kebetulan sekali jika kamu yang membelinya, ayah kandungnya sendiri. Niatku aku jual ke orang lain."


Niken benar-benar sudah hilang akal, yang ada di otak dia uang yang banyak untuk biaya operasi plastik wajahnya supaya lebih cantik seperti Dini. Ia benar-benar sudah tidak punya akal pikiran.


"Baiklah, berapa aku harus bayar anakku sendiri?" tanya Deev.


"Dua milyar saja, untuk jasa aku mengandung selama sembilan bulan dan untuk jasa melahirkan," jawab Niken dengan congkaknya.


Ety yang sempat mendengar hal itu begitu miris," astaghfirullah aladzim No Niken, istighfar Non! pikirkan lagi dengan pikiran jernih, jangan sampai Non menyesal dikemudian hari."


Setelah mendapatkan bentakan dari Niken, Ety sudah tidak berani bicara lagi. Ia sibuk menimang bayi mungil nan cantik tersebut.


Didalam hati Ety begitu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini," bagaimana bisa seorang ibu kandung yang telah mengandung anaknya selama sembilan bulan begitu mudahnya memberikan anak itu dengan meminta imbalan yang begitu besar? seharusnya jika tidak berniat memiliki anak dari awal memakai alat kontrasepsi biar tidak hamil. Kasihan bayi mungil Ini yang tidak berdosa menjadi korban keegoisan ibu kandungnya sendiri."


Sementara Deev tidak langsung menyetujui permintaan Niken. Ia diam saja seolah sedang merenungi nasib hidup dirinya. Hingga membuat Niken sangat kesal harus menunggu begitu lama untuk mendapatkan uang sebesar dua miliar rupiah," jika kamu merasa keberatan dan tidak bisa menyanggupi atau memenuhi permintaanku untuk membayar anakmu sendiri seharga dua miliar rupiah, sebaiknya katakan saja tak usah mengulur waktuku dengan kamu hanya bengong seperti itu!"


Deev menatap tajam ke arah Niken," sabar sedikit kenapa? aku pasti bayar dua milyar, aku sedang menunggu pengacara pribadiku untuk membuat surat perjanjian hitam diatas putih. Aku tidak ingin suatu saat nanti kamu ambil anakku. Atau menyesali perbuatanmu dan ingin mendapatkan pengakuan dari si kecil."

__ADS_1


Tak berapa lama datanglah pengacara pribadi Deev dengan membawa segala yang diperlukan. Bahkan Deev juga meminta pengacaranya untuk membantu dirinya melakukan proses perceraian dengan Niken.


Sejenak pengacara bertanya terlebih dahulu pada Niken," Non Niken, apakah ana sudah yakin seyakin-yakinnya untuk memberikan anak anda psa Tuan Deev.Di luar sana banyak loh, seorang ibu yang ingin memiliki keturunan malah sulit. Kini anda sudah memiliki keturunan malah di jual pada suami sendiri. Apa nggak sebaiknya kalian berdua perbaiki saja rumah tangga kalian demi sang anak?"


Sang pengacara berusaha membuat Niken sadar, tetapi malah Niken marah-marah," hey pak pengacara, lakukan saja tugasmu sebagai seorang pengacara! nggak usah turut campur dan berusaha memberikan suatu nasehat kepadaku."


Deev menghela napas panjang," sudahlah Pak Roy, nggak usah menasehatinya. Lagi pula aku juga tidak ingin berbaikan dengannya. Aku tetap pada pendirian ingin bercerai darinya. Dan juga bantu aku membuat surat perjanjian hitam di atas putih untuk urusan anakku ini."


Pak Roy langsung mengikuti kemauan Deev. Saat itu juga ia mengurus surat-surat yang diperlukan untuk perceraian dan juga untuk perjanjian hitam di atas putih.


Deev menstransfer uang senilai dia milyar ke nomor rekening Niken saat itu juga," coba cek saldo rekeningmu sekarang juga karena aku baru saja menstransfer uang yang kamu inginkan!"


Niken lekas mengecek M-banking miliknya dan ia pun tersenyum puas," terima kasih, uang sudah ada di rekeningku sesuai dengan kesepakatan yakni dua milyar rupiah."


Tak lupa Niken dan Deev menandatangi surat perjanjian tersebut. Tetapi sebelumnya mereka diminta untuk membacanya dengan seksama isi surat perjanjian tersebut. Dimana Niken tidak diizinkan untuk bertemu dengan bayinya suatu saat nanti. Apa lagi untuk mendapatkan pengakuan ibu dari anak tersebut.


"Aku setuju kok, sebenarnya tanpa surat perjanjian pun aku tidak akan datang kemari untuk melihat atau meminta pengakuan dari bayi itu," ucap Niken begitu sombongnya.


Pengacara Roy begitu tidak mengerti dengan jalan pikiran Niken. Sebenarnya ia bisa saja melaporkan hal itu pada kepolisian dengan tuduhan jual beli anak. Tetapi Deev melarang karena ia yang merawat anaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2