Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Kepergok


__ADS_3

Sore menjelang, pada saat Cloe sedang makan bersama dengan Nando dan kedua orang tuanya. Ia mendapatkan banyak pernyataan.


"Dini, bagaimana usahamu memulai ajang balas dendam?" tanya Papah Bisma.


Cloe menceritakan semuanya yang ia lakukan baik pada Niken maupun pada Deev. Saudara kembarnya merasa tidak puas dengan cara balas dendam Cloe," seharusnya kamu tidak perlu memakai cara halus untuk membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakiti dirimu hingga terlalu memakan waktu. Kalau aku menjadi dirimu akan langsung membalas dendam dengan cara kasar, sudah tidak ada kata maaf bagi mereka yang telah menyakiti."


Cloe menyunggingkan senyumnya," ternyata kembar itu tidak selalu identik ya mah-pah. Buktinya hal seperti ini saja, kita tidak sama, berbeda pemikiran."


Cloe menjelaskan pada Nando, ia ingin membuat musuh-musuhnya menderita secara perlahan-lahan. Itu justru sangat menyakitkan. Jika ia melakukan tindakan kasar seperti membunuh mereka. Menurutnya terlalu enak buat mereka. Karena mereka tidak alami penderitaan terlebih dahulu tetapi langsung mati.


Sementara Mamah Irene yang awalnya setuju dengan keputusan Cloe untuk membalas dendam, ini justru berubah pikiran," Dini, apa nggak sebaiknya kamu tidak usah melakukan ajang balas dendam."


Cloe memicingkan alisnya pada saat mendengar apa yang barusan dikatakan oleh mamahnya. Belum juga Cloe berkata kembali lagi Nando berkata," Mamah ini bagaimana, masa iya meminta Dini untuk tidak membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakitinya?"


Cloe pun ikut berbicara," iya Mah, kenapa melarangku untuk membalas segala kejahatan yang mereka lakukan kepadaku?"


Baik Cloe maupun Nando sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Mamah Irene.


"Nak, balas dendam itu tidak baik. Biarkan saja mereka mendapatkan balasan dari Allah. Kamu nggak perlu mengotori tanganmu itu dengan doda balas dendam. Itu justru akan membuat hidupmu tidak tenang. Jika kamu percaya karma, mending menjauh saja dari mereka. Kelak kamu juga akan melihat mereka menderita seperti apa yang pernah kamu rasakan karena ulah mereka."


Tetapi Cloe sudah bertekad didalam hatinya, ia akan tetap nakas dendam pada Deev dan Niken. Ia tidak Kdn tenang dan puas jika belum bisa membalas sakit hati pada Niken dan juga pada Deev. Hingga ia tetap pada keputusannya untuk balas dendam.


"Maafkan aku ya mah, aku tidak bisa menuruti nasehat mamah. Aku akan tetap melakukan balas dendam kepada Deev dan juga Niken."


Mamah Irene hanya bisa menghela napas panjang, dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Karena Cloe sudah bertumpu dengan keinginannya untuk balas dendam. Sementara Papsh Bia memberikan nasehat pada Mamah Irene, supaya tidak usah khawatir pada Cloe. Karena ia yakin, Cloe bisa menjaga diri untuk tidak berlaku kejam pada musuh-musuhnya.


Cloe sudah berjanji didalam hatinya untuk membalas semua sakit hatinya pada Niken dan Deev. Ia sama sekali tidak mempunyai rasa iba sedikitpun pada Deev, walaupun ia adalah ayah kandung dari Satria.


******


Esok harinya....

__ADS_1


Tanpa diduga, Deev datang ke kantor Cloe. Hal ini tentu saja membuat Cloe kaget," Tuan Deev, bukannya kita nggak ada janji untuk bertemu ya?"


Deev tersenyum," hehehe benar sekali Non Dini. Aku minta maaf jika tidak memberi tahu tentang kedatanganku ini. Aku ingin menanyakan banyak hal jadi kemari tanpa memberi tahumu terlebih dahulu. Dan aku ingin mengajakmu makan siang bersama sambil membicarakan tentang kerja sama kita."


Sebenarnya Cloe enggan, apa lagi bila melihat wajah Deev. Ia ingin sekali menamparnya, karena setiap melihat wajahnya ia selalu teringat akan sakit hatinya.


Tetapi ia tidak bisa menghindar begitu saja. Ia pun memutuskan untuk mengikuti kemauan Deev untuk makan siang bersama di sebuah cafe.


"Baiklah Tuan Deev, mari kita berangkat sekarang juga."


Saat itu juga Deev berangkat ke cafe bersama dengan Cloe. Didalam hati Deev sangat senang," yes, aku yakin pendekatanku dengan bidadari Dini akan berhasil. Secepatnya aku akan bisa memiliki dirinya, oh indahnya dunia ini jika hal ini benar-benar menjadi sebuah kenyataan."


Beberapa menit kemudian...


Mereka sudah sampai di sebuah cafe yang telah di pesan Deev beberapa menit yang lalu. Akan tetapi pada saat Deev baru saja akan duduk, ia diam sejenak.


Tak sengaja matanya melihat ke meja yang tak jauh dari mejanya sendiri.


Deev langsung melangkah ke arah meja yang dari tadi menyita pandangannya. Sementara Cloe penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Deev. Cloe menatap ke arah dimana Deev melangkah.


"Wah, pucuk dicinta ulampun tiba. Ternyata oh ternyata..itu yang membuat Deev murung. Bakal terjadi perang nech, sungguh pemandangan yang sangat indah. Bisa untuk menghiburku yang sedang malas dan kesal karena harus makan siang dengan si brengs*k Deev!"


Cloe tersenyum sinis melihat kearah dnsna saat ini Deev melangkah.


BRAKKKK!!!!!


Tiba-tiba Deev menggebrak meja dimana seorang wanita dan seorang pria paruh baya sedang berpegangan tangan. Sontak saja pegangan tangan mereka terlepas karena kaget.


"Ddddeeeevvvv?"


Wanita tersebut ternyata adalah Niken, wajahnya terlihat pias dan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Waduhhhh...bshskna bisa Deev ada di cafe ini juga sih?" batin Niken panik.


Dengan napas memburu, Deev melotot kearah Niken seraya berkacak pinggang. Sementara pria paruh baya yang sedang bersama Niken menoleh ke arah Deev," hey...anda siapa dan kenapa tidak sopan?"


Deev pun mengalihkan pandangan ke arah Broto," perlu anda tahu, jika wanita yang ada dihadapan anda adalah istri sahku hey tua bangka yang bau tanah! sudah tua saja masih bergaya pacaran dengan istri orang!"


Broto sama sekali tidak ada rasa gentar, ia malah terkekeh," justru yang tua yang banyak santannya. Seharusnya anda itu mengoreksi diri donk? kenapa juga istri anda lebih nyaman denganku daripada dengan anda? pasti anda tidak bisa memberikan apa yang istri anda butuhkan atau inginkan."


Perang mulut pun terjadi, Cloe melihat hal itu dari jauh. Sontak dia tersenyum," bego amat aku, ini kesempatanku untuk pergi dari sini. Dari pada aku berlama-lama menunggu si brengs*k itu datang kembali kemari."


Saat itu juga Cloe berlalu pergi dari cafe tersebut, ia sengaja memilih keluar dari pintu belakang supaya Deev tidak melihatnya.


Deev disibukkan dengan pertengkarannya dengan Broto, hingga ia melupakan dirinya sat ini sedang bersama dengan Cloe. Niken merasa sangat malu karena Deev begitu lantang pada saat berbicara.. Padahal di cafe tersebut sedang ramai pengunjung.


"Deev, aku mohon berhenti mengumpat seperti ini. Lagi pula ini bukan sepenuhnya kesalahannya, atau kesalahanku. Karena kamu akhir-akhir ini pelit sekali padaku. Kamu sudah berubah tidak seperti dulu lagi. Jadi jangan salahkan aku jika aku mencari kenyamanan dengan pria lain yang bisa memberikan apapun yang aku inginkan," oceh Niken sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun.


Hal ini sontak saja membuat Deev semakin marah," itu bukan suatu alasan yang tepat! intinya kamu ini wanita murahan! jika memang kamu sudah yakin dengan pilihan hatimu padaku, kamu tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti ini!"


"Kamu hanya bisa berfoya-foya saja, kamu ini istri yang sangat egois. Sudah nggak pernah mengurusku! sebagai istri kamu itu bukan istri yang baik!"


Niken semakin bertambah malu, apa lagi semua orang yang ada di cafe tersebut menatap tak suka ke arahnya sambil berbisik-bisik.


"Baiklah Niken, kamu merasa tidak bahagia bersamaku bukan? silahkan kamu nikmati kebersamaanmu dengan selingkuhanmu itu! dan saat ini juga aku talak kamu!!!!!"


Deev berlalu pergi begitu saja dengan amarah yang membara. Sementara Niken tercengang mendengar kata-kata talak yang keluar dari mulut Deev. Ia benar-benar terhina karena Deev mengatakan talak di depan banyak orang.


"Sialan, aku ditalak! padahal aku masih butuh Deev. Jika seperti ini berkurang dong pendapatanku. Oh ya, aku kan sedang hamil. Jadi talak itu tidak berlaku, hhaaaa."


Sementara saat ini Deev sedang mencari keberadaan Cloe," astagaa... gara-gara aku fokus dengan Niken. Bidadariku pergi entah kemana! kurang ajar sekali!"


Deev sudah tidak berselera makan, ia justru melangkah pergi dari cafe tersebut. Sementara Broto terus saja menenangkan Niken yang sedang murung dan tidak ada satu katapun.

__ADS_1


__ADS_2