Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Berpegang Teguh Pada Pendirian


__ADS_3

Nando sengaja menjelaskan panjang lebar kepada Inu supaya ia mau mengerti, tetapi masih saja keras kepala.


"Untuk apa sih mendengarkan omongan tetangga? lagi pula kita makan juga tidak minta mereka, tetapi kita berusaha bekerja keras sendiri."


"Seandainya memang hal itu terjadi padaku, dan aku diminta untuk menikahi Dini aku akan siap kok. Jujur saja aku malah senang jika diminta untuk menikahi Dini karena aku sangat cinta kepadanya."


Cloe terperangah mendengar perkataan dari Inu, di dalam hatinya bergumam," dasar otak batu, diberi nasehat, diberi penjelasan panjang lebar tidak juga mengerti malah dengan seenaknya mengatakan bersedia menikah denganku. Tetapi aku sama sekali tidak menginginkan menikah dengannya. Jika sudah seperti ini aku akan mengatakan sesuatu kepadanya, apa yang dia tidak salah paham dengan kebaikanku selama ini kepadanya."


Cloe memutuskan untuk menghadapi sikap Inu," Nando, sepertinya aku yang harus menghadapi sendiri orang yang keras kepala ini."


"Sebelumnya aku minta maaf, anda jangan salah paham dengan welcomenya aku kepadamu. Jangan hanya karena aku berbaik hati kepadamu, lantas kamu berpikir aku mempunyai rasa cinta kepadamu."


"Selama ini apakah kamu tidak merasakan jika sikapku ini sedikit berbeda bukan? seringkali aku beralasan banyak hal supaya kamu lekas pergi dari rumahku."


"Seharusnya kamu peka dengan sikapku terhadapmu, jika aku ini tidak mempunyai rasa cinta sedikitpun kepadamu. Seharusnya kamu tahu diri, melihat gelagatku yang selalu menghindarimu. Bukannya malah kamu sering ke sini."


"Aku sengaja tidak mengatakan hal ini secara langsung kepadamu, karena tidak ingin menyakitimu. Karena kamu adalah anak dari Bu Ningrum, seseorang wanita yang aku kenal baik dan sudah aku anggap teman."


"Aku tidak ingin kamu tersinggung jika aku mengatakan bahwa aku sama sekali tidak ada rasa cinta kepadamu, makanya aku selalu menghindarimu tetapi kamu tidak bisa berpikir secara jernih."


Setelah mengatakan banyak hal, Cloe terdiam ia ingin tahu apa reaksi dari Inu.

__ADS_1


"Aku bukannya tidak peka dengan apa yang kamu lakukan terhadapku Dini. Aku juga merasakan bahwa kamu selalu menghindariku. Tetapi aku mempunyai sifat yang tidak mudah menyerah."


"Hingga aku memutuskan untuk lebih sering datang kemari, karena aku mempunyai suatu keyakinan bahwa jika kita saling bertemu pasti akan tumbuh rasa cinta di dalam hatimu kepadaku."


"Satu hal yang selalu aku yakini bahwa di dunia ini tidak ada yang mustahil dan tidak ada yang tidak mungkin, makanya aku keras kepala selalu saja datang ke rumahmu."


"Dini, kenapa kamu tidak bisa membuka hatimu sedikit saja untukku? dan rasakan betapa tulusnya aku mencintaimu. Aku tidak peduli jika kamu seorang janda beranak satu. Aku akan memperlakukan dirimu seperti ratu dan aku juga akan memperlakukan anakmu seperti anak kandungku sendiri."


Cloe bukanlah seorang wanita yang gila dengan rayuan gombal dari seorang pria, apalagi dia pernah mengalami patah hati yang begitu dalam.


Cloe sama sekali tidak gampang tergoda, atau termakan dengan janji-janji manis seorang pria.


Cloe tetap berpegang teguh pada pendiriannya, bahwa untuk saat ini ia hanya ingin fokus dengan pekerjaannya serta fokus merawat anaknya.


Cloe mendengus kesal, dia pun menghentakkan langkah kakinya melangkah pergi dari hadapan Inu, masuk ke dalam rumahnya. Karena ia sudah muak menghadapi sikap dan perilaku Inu. Selama ini dia sudah cukup sabar menahan rasa kesal dan sebal jika Ibu datang ke rumah.


Nando tersenyum mengejek ke arah Inu," sudah lihat kan dan sudah mengerti? jika selama ini sama sekali tidak cinta padamu Jadi janganlah terus menyodorkan dirimu dihadapan saudara kembarku, karena semua yang kamu lakukan itu percuma saja. Dini itu sifatnya keras dan tidak gila dengan segala rayuan gombal. Jadi hentikan dirimu untuk terus menerus datang ke rumah ini, karena itu hanya membuang waktumu saja. Carilah wanita yang lebih baik dari Dini. Anggap saja jika Dini itu bukan wanita yang terbaik untukmu, makanya kalian tidak berjodoh."


Setelah mengatakan seperti itu, Nandi juga melangkah masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan Ibu yang masih saja diam mematung menatap kepergian Nando dengan mengepalkan tinjunya.


"Kalian pikir aku akan tinggal diam dengan penghinaan kalian berdua? lihat saja aku akan membalas semua penghinaan ini! aku tidak akan membiarkan kalian berdua hidup bahagia setelah menghina diriku habis-habisan. Kalian harus membayar mahal semua hinaan ini!" gumam Inu seraya melangkah pergi dari rumah mewah tersebut.

__ADS_1


Inu benar-benar marah besar kepada Nando dan Dini.


Sementara saat ini Dini sedang menelpon Bu Ningrum.


📱"Halo Bu Ningrum, mohon maaf jika saya mengganggu waktu anda."


📱"Memangnya ada apa Dini? katakan saja tidak usah sungkan, karena ibu malah senang jika kamu menelpon ibu."


Sebelum Cloe mengatakan banyak hal kepada Bu Ningrum, ia terlebih dulu menata dirinya dengan menghela napas panjang. Setelah itu barulah dia mengatakan tentang Inu kepada Bu Ningrum.


Cloe mengatakan semuanya secara halus dan perlahan-lahan supaya tidak terjadi kesalahpahaman terhadap Bu Ningrum.


📱"Bu Ningrum, sekali lagi aku minta maaf karena sikapku terhadap Mas Inu. Jujur saja, aku saat ini sedang fokus dengan pekerjaan dan anakku. Tidak ingin memikirkan tentang pernikahan. Lagi pula aku juga sama sekali tidak ada rasa cinta sedikitpun pada mas Inu. Aku mohon bantuan dari ibu untuk memberikan penjelasan kepada Mas Inu supaya ia tidak salah paham terhadapku."


📱" Astaghfirullah aladzim, ibu malah sama sekali tidak mengetahui jika selama ini Inu sering datang ke rumahmu Dini. Justru ibu yang minta maaf kepadamu atas ketidak nyamanan yang dibuat oleh Inu. Kamu tenang saja, Inu biar menjadi urusan ibu."


📱"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan ibu dan mohon maaf pula jika keputusanku mengecewakan anak ibu."


📱"Sama sekali kamu tidak bersalah jadi tidak perlu minta maaf Dini."


Cloe merasa lega setelah mengatakan semuanya kepada Bu Ningrum.

__ADS_1


"Alhamdulilah, ternyata sifat Bu Ningrum bijaksana tidak seperti sifat Mas Inu. Sempat aku cemas, Bu Ningrum akan salah paham atau keras kepala seperti Mas Inu, ternyata pemikiranku salah. Atau sifat Mas Inu seperti bapaknya yang selingkuh itu ya? hheee kok aku jadi berprasangka buruk pada Mas Inu? Hatiku lega rasanya, semoga saja setelah mendapatkan penjelasan atau nasehat dari Bu Ningrum, Mas Inu sadar diri nggak seperti tadi," gumam Cloe.


Sementara di rumah, Bu Ningrum merasa kesal setelah mendapatkan telpon dari Cloe.


__ADS_2