Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Tiada Maaf


__ADS_3

Niken kini hidup terlantar di jalanan. Dia tidak menyangka sama sekali jika hidupnya akan berakhir tragis seperti itu. Ia juga sudah tidak bisa kembali ke rumah Deev," kenapa akhir hidupku tragis seperti ini ya? lantas aku harus bagaimana, dan apa yang harus perbuat?"


Niken melangkahkan kakinya entah kemana, ia sendiri juga tidak tahu. Pada saat dirinya melangkah dengan melamun dan tertunduk, ia menabrak seorang wanita.


"BRUG"


Tas koper yang ia bawa sempat terjatuh," maafkan say..... Cloe?"


"Kenapa terkejut seperti itu seperti melihat hantu saja? aku memang Cloe, ternyata kamu masih ingat juga ya?" oceh Cloe tersenyum sinis kearah Niken.


Tiba-tiba Niken menangkupkan kedua tangannya di dada," Cloe aku minta maaf atas segala kesalahanku padamu dimasa lalu. Kini aku sudah mendapatkan karma dari apa yang aku lakukan dulu kepadamu. Aku di usir oleh Deev padahal saat ini aku sedang hamil tiga bulan," ocehnya mengiba.


Cloe kali ini berpenampilan biasa saja, ia sengaja melepas rambut palsunya pada saat ia tidak sengaja melihat Niken sedang berjalan. Ia pun berinisiatif mendekati Niken dengan terlebih dahulu memarkirkan mobilnya.


"Kamu pikir semudah itu aku memaafkan dirimu hah? lagi pula untuk apa kamu meminta maaf padaku?" oceh Cloe sinis.


"Cloe, aku meminta maaf padamu supaya kamu juga berbelas hati membantu menolong diriku yang sedang susah," ucap Niken mengiba.


Cloe justru mencibir kondisi Niken, ia sama sekali tidak iba padanya. Justru ia ingin Niken lebih lagi merasakan sebuah penderitaan.


"Seenaknya saja minta tolong. Justru aku sangat senang melihat kondisi dirimu seperti itu. Semoga saja kamu mendapatkan karma yang lebih parah dari ini, Niken."


"Untuk apa aku menolong seekor ular yang sedang terjepit. Yang ada setelah aku tolong, justru ular itu mematuk atau menggigit diriku. Nikmati saja buah dari apa yang kamu tanam. Enak bukan?"

__ADS_1


Niken sampai menangis di hadapan Cloe,"aku mohon bantu aku Cloe. Setidaknya demi anak yang sedang aku kandung. Masa iya kamu tega melihat seorang anak yang tidak berdosa harus menanggung kesalahan ibunya? dimana letak hati nuranimu Cloe?"


Cloe semakin senang saja mendengar kata-kata Niken yang memohon-mohon," kamu pikir dirimu dulu punya hati nurani? padahal kamu tahu sendiri, waktu dulu aku sedang hamil besar bukan? kamu justru terus membujuk Deev untuk mengusir diriku. Kini Kamu merasakan juga apa yang pernah aku rasakan dulu. Kamu merasakan dari perbuatanmu sendiri bukan?"


"Sudahlah, nggak usah mengemis meminta maaf atau meminta tolong. Karena sampai kapan pun aku tidak sudi menolong wanita ular seperti dirimu. Jika beruntung kamu pasti akan mendapatkan pertolongan dari orang lain.Tetapi jika naas, nasibmu akan lebih parah dariku," ucap Cloe.


Setelah mengatakan kata-kata terakhir, Cloe berlalu pergi dari hadapan Niken," Maafkan aku ya Allah, bukan berarti aku kejam tidak bersedia membantunya. Tetapi ia harus mendapatkan suatu pembelajaran atau hukuman dari ala yang pernah ia perbuat padaku dahulu."


Cloe melenggang dengan sangat anggun menuju ke arah mobilnya. Sedangkan Niken terus saja menitikkan air matanya. Ia terus saja menatap kepergian Cloe. Dan ia sempat terperangah pada saat melihat Cloe masuk ke sebuah mobil dan mengemudikan mobil itu.


Bahkan Cloe sempat melambaikan tangan dan kiss by kepada Niken sembari tersenyum mengejek.


"Bagaimana mungkin, hanya dalam waktu sekejap Cloe bisa bangkit dari keterpurukannya? padahal ia miskin dan hanya seorang yatim piatu. Ia juga hidup di panti asuhan dari bayi. Pendidikan juga cuma sampai SLTA, tetapi mana mungkin hanya dalam beberapa bulan sudah bisa membeli mobil mewah yang harganya ratusan juta? apakah ia menjadi simpanan orang? tapi itu juga tidak mungkin."


Terus saja Niken memikirkan kesuksesan Cloe saat ini. Ia masih saja belum percaya dengan apa yang ia lihat barusan. Hingga ia mencubit menampar pipi sendiri untuk membuktikan jika dirinya sedang tidak bermimpi di siang bolong.


Niken terus saja memikirkan Cloe. Ia terus saja ngoceh sendiri sepanjang dirinya melangkah.


Sementara saat ini Cloe sedang asyik mengemudi tiba-tiba ponselnya berdering. Hingga terpaksa Cloe mengehentikan laju mobilnya dan menepikannya sejenak untuk mengangkat telpon dari nomor asing.


📱"Hallo Nona Dini?"


📱"Iya benar ini saya, ada perlu apa ya mas?"

__ADS_1


📱"Mohon maaf sebelumnya, saya Inu anak bungsu dari Bu Ningrum. Bisakah kita bertemu sebentar saja. Karena ada pesan dari Mamah, yang harus aku sampaikan secara langsung padamu."


📱"Kenapa Bu Ningrum tidak menelpon atau bertemu sendiri dengan saya?"


📱"Mamah sedang sibuk jadi tidak bisa. Ia mewakilkan hal ini pada saya. Dan saya tidak enak dan merasa tidak sopan jika mengucapkan pesan dari Mamah lewat panggilan telepon. Please Dini, hanya beberapa menit saja kok."


Sejenak Cloe terdiam sejenak seolah sedang berpikir. Dan tak lama kemudian ia pun berkata kembali.


📱"Baiklah, mas. Tapi saya tidak bisa berlama-lama ya?"


Di dalam hati Ini sangat senang, ia akan bertemu dengan Cloe.


"Yes rencanaku berhasil. Aku penasaran juga dengan wajah Dini. Sepertinya ia sangat cantik karena suaranya saja sangat merdu," gumamnya kegirangan.


Saat itu juga baik Cloe dan Inu melajukan mobilnya menuju ke sebuah cafe. Dan mereka langsung memilih tempat duduk yang strategis pada saat bertemu.


"Masa Allah.... cantiknya. Ini sih bidadari surga yang turun ke bumi. Kenapa mamah nggak cerita punya kenakan secantik ini padaku ya?" batin Inu dan matanya tidak lepas menatap Cloe yang sedang memilih menu makanan yang akan ia pesan, hingga ia tidak tahu jika Inu terus saja menatap tak berkedip ke arahnya.


Tak berapa lama...


Cloe mulai berkata sambil menunggu pesanan makanan datang," coba katakan mas! pesan apa yang disampaikan oleh Bu Ningrum?"


"Begini Dini, ibu berpesan supaya aku mengucapkan terima kasih atas Pertolonganmu waktu itu hingga ibu berhasil membongkar keburukan Papah. Sudah hanya itu saja. Dan satu hal lagi, ibu ingin selalu bersahabat dengan dirimu," ucap Inu.

__ADS_1


"Oohh...aku pikir ada pesan apa. Padahal waktu itu Bu Ningrum sudah beberapa kali mengucapkan terima kasih. Jadi menurutku semua itu sudah lebih dari cukup," ucap Cloe.


Tak berselang lama, pesanan makanan sudah datang. Cloe yang sedang lapar langsung menyantap makanan tersebut. Jika saja dirinya sedang tidak lapar, ia tidak akan bersedia di ajak ke cafe. Mengingat dirinya memiliki riwayat penyakit magh kronis hingga tidak ingin telat makan.


__ADS_2