Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Semakin Tergoda


__ADS_3

Malam menjelang...


Deev sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, ia justru teringat akan wajah cantik Dini.


"Kira-kira bidadariku sudah tidur apa belum ya? kangen sekali diri ini, dan ingin mendengar suaranya."


Deev pun berinisiatif menelpon Cloe, tetapi sayangnya ponsel Cloe tidak bisa di hubungi. Cloe sengaja menon aktifkan nomor ponselnya yang satu, karena ia tidak ingin di ganggu oleh Deev.


Sementara Deev sangat kesal dan untuk mengurangi rasa kekesalan dirinya, ia pun melangkah keluar dari kamarnya. Dan tanpa sengaja ia mendengar suara deru mobil di depan pintu gerbang rumahnya dan bahkan beberapa kali membunyikan klaksonnya.


"Mobil siapa tengah malam berisik tepat sekali di depan pintu gerbang rumahku?"


Pada saat dirinya akan melangkah ke pelataran rumah, ia tak sengaja melihat Niken keluar dari kamarnya secara terburu-buru dengan penampilan yang sangat sek*i sekali.


Diam-diam Deev mengikuti langkah kaki Niken keluar rumah. Dan Deev bersandar di ambang pintu ruang tamu melihat kepergian Niken. Setelah Niken pergi, Deev meminta security untuk mengunci pintu gerbang dari dalam. Dan jika Niken pulang tidak usah dibukakan pintunya.


"Dasar wanita ******, tengah malam keluyuran mencari mangsa. Aku yakin sekali jika Niken hamil bukan anakku!" gumam Deev kesal.


Ia pun memutuskan untuk duduk sejenak di teras halaman sambil melamunkan wajah cantik Dini. Ia tersenyum sendiri dan mengucek matanya ketika ia melihat sosok wanita cantik yang ada di hadapannya sedang tersenyum padanya. Deev bangkit dari duduknya dan langsung memeluk wanita yang menyerupai Dini, tetapi yang ia peluk justru angin.


"Sialan, kenapa aku sampai seperti ini? jika begini aku bisa gila dibuatnya! untung saja di rumah sendiri, coba jika di muka umum, aku pasti akan ditertawakan oleh banyak orang dengan tingkahku barusan yang seperti orang gila!"


Deev memutuskan untuk ke dapur, karena ia tiba-tiba lapar dan memutuskan untuk merebus mie instan. Kembali lagi Deev melamunkan Dini. Dan kali ini ia melihat sosok Dini di depan pintu dapur.

__ADS_1


Ia menghampiri sosok tersebut dan memeluknya. Sosok tersebut tidak hilang," wahhhh ini benar-benar bidadariku?"


"Dennnnn lepaskan!!!! jangan perkosa sayaaaaaa...


Teriakan bibi terdengar hingga ke posko security. Sontak saja security langsung berlari menuju ke sumber suara.


"Astaghfirullah aladzim, Den Deev! apa yang Aden....


Belum juga security tersebut selesai berkata, Deev terhenyak kaget pada saat wanita yang ia peluk berkata lantang memekakkan telinga. Deev melepaskan pelukannya terhadap wanita tersebut, dan ia terperangah," Bi-bibi?"


"Iya den, ini bibi. Astaghfirullah aladzim, Aden kenapa sih? masa iya peluk-peluk bibi, Aden mau apain bibi?" sang asisten rumah tangga ketakutan.


"Den Deev, istighfar den. Masa iya Aden mau merko...


"Diam kamu, seenaknya saja kalau berkata!" Deev memotong perkataan security.


"Jika seperti ini terus, aku lama-lama bisa gila! astagaaaa..... Dini, apa yang telah kamu perbuat terhadapku hingga aku seperti ini?" Deev merasa sangat tersikda karena dirinya selalu terbayang wajah cantik Dini.


Sementara bibi sedang bengong sembari berjalan," astaghfirullah aladzim, Jik kat tidak segera datang mungkin aku sudah diperkosa oleh Den Deev. Ist...aku kok takut sekali."


"Takut apa takut sih bi? katakan saja jika bibi sangat senang bukan?" goda security.


"Jika aku senang dan mengharapkan di perkosa oleh Den Deev, mana mungkin aku teriak pada saat aku di peluk olehnya?" oceh bibi tidak terima dengan ucapan dari security.

__ADS_1


Deev terus saja merutuki dirinya sendiri, ia pun mengurungkan dirinya untuk merebus mie instan. Ia mematikan kompor dan segera ke kamar. Ia merasa jijik karena telah memeluk bibi. Ia memutuskan untuk segera mandi dan berganti pakaian.


"Astagaaaaa... kenapa wajah bibi bisa berubah menjadi wajah Dini? apakah Dini telah membuat guna-guna untuk diriku? apakah Dini mempunyai susuk pemikat hingga aku benar-benar tergila-gila seperti ini?" gumam Deev seraya menggosok tubuhnya berulang kali dengan sabun.


Sementara saat ini Niken sedang berada di kamar hotel dengan Broto. Ia benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan pernikahannya dengan Deev. Yang ada di otaknya saat ini adalah mendapatkan uang banyak untuk bisa mengoperasi plastik wajahnya ke luar negeri. Segala macam cara akan ia lakukan supaya keinginannya segera tercapai.


"Sayang, tadi aku sempat melihat suamimu ada di ambang pintu rumah, apakah iya menegurmu saat akan menemuiku?" ucap Broto sambil tangannya beraksi memainkan dua benda kenyal yang ada di dada Niken.


"Nggak om, aku juga mengetahuinya kok. Hanya saja aku pura-pura tidak melihatnya mengikuti langkah kakiku. Bagaimana dengan hubungan kita, om? karena aku sudah berkorban demi om, pernikahanku sebentar lagi akan hancur, suamiku akan menggugat cerai diriku."


Gerakan tangan Niken begitu nakal meraba sesuatu yang ada di balik celana Broto, membuatnya merem melek.


"Aahhhh....ssstttt... tenang saja sayang. Aku akan segera menikahi dirimu. Tetapi nggak apa-apa kan? jika kita cuma menikah siri saja? dan aku akan memberikan rumah mewah serta mobil mewah...ooohhhh.....yeesss....terus sayang..."


Niken pun sangat antusias melayani Broto setelah mendengar janji manis Broto. Ia sudah tidak peduli dengan kehidupan rumah tangganya bersama dengan Deev. Tipu muslihat Cloe benar-benar berhasil menghancurkan rumah tangga Deev dan Niken.


Niken dan Broto melakukan hubungan suami istri yang seharusnya tidak mereka lakukan. Karena masing-masing mempunyai pasangan.


Dan juga saat ini istri Broto juga sedang curiga dengan setiap gerak gerik suaminya tersebut.


"Ke mana suamiku pergi di tengah malam seperti ini ya? akhir-akhir ini aku melihat tingkah Mas Broto terasa aneh. Aku harus menyelidiki hal ini, karena aku tidak ingin kelakuan buruk Mas Broto yang telah lalu terulang kembali. Bilangnya insaf tidak akan selingkuh tetapi aku merasa Mas Broto selingkuh lagi.'


"Jika Mas Broto benar-benar selingkuh lagi, kali ini aku tidak akan memberikan pintu maaf kepadanya. Aku akan melakukan hal kejam kepadamu Mas Broto, jika benar kamu telah selingkuh di belakangku."

__ADS_1


Bu Ningrum adalah istri dari Broto, pernikahan mereka di karuniai dia anak laki-laki yang saat ini berada di luar negeri karena urusan pekerjaan.


Kekayaan Broto seutuhnya adalah milik dari Bu Ningrum. Warisan peninggalan dari mendiang orang tuanya. Hingga ia bisa melakukan segala macam cara untuk mendepak Broto, jika Broto ketahuan selingkuh. Ia saat ini memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyelidiki setiap gerak gerik Broto.


__ADS_2