
Pagi sekali, Niken kembali ke rumah Deev. Tetapi sayangnya dia sama sekali tidak bisa masuk ke dalam rumah karena pintu gerbang tidak ada yang membukakan.
"Kenapa security sama sekali tidak bersedia membukakan pintu gerbangnya ya? apakah semua karena perintah dari Deev? jika seperti ini aku akan menelpon Deev."
Saat itu juga Niken mencoba menelpon nomor ponsel Deev tetapi sama sekali tidak aktif. Bahkan Niken juga mencoba menelepon nomor rumah Deev tetapi juga tidak ada yang mengangkatnya.
Niken pun terus mencet bel pintu gerbang supaya security segera membukanya. Tetapi security tidak bergeming dari poskonya karena ia sudah tahu siapa yang datang. Bel pintu gerbang terus saja berbunyi hingga memekakan telinga membuat Deev terbangun dari tidurnya.
"Siapa sih pagi-pagi sekali memencet bel pintu gerbang tidak ada hentinya. Menggangu waktu tidurku saja dech."
Dengan langkah malas Deev bangkit dari pembaringan dan ia segera melangkah ke pelataran rumah dan melotot kearah security. Security segera berlari," Non Niken, Den Deev. Sudah aku usir tapi tidak pergi juga."
Security melapor sembari tertunduk ketakutan.
Dengan terpaksa Deev melangkah ke pintu gerbang dan membukanya sedikit," untuk apa pulang? menjijikan sekali! pergi saja dengan pacsr gelapmu yang tua itu!"
Niken sama sekali tidak menghiraukan apa yang barusan dikatakan oleh Deev, ia malah ingin nyelonong masuk begitu saja tetapi gerakan Deev lebih cepat," heh, seenaknya saja kamu ingin masuk ke dalam rumahku. Nggak perlu masuk, nanti aku yang ambil kopermu dan segera pergi dari sini karena kamu benar-benar sudah tidak pantas untuk tinggal di rumahku! kamu ini wanita murahan dan kotor!"
Niken merasa kesal dengan perkataan dari Deev, tetapi ia ingat akan apa yang pernah dikatakan oleh Broto bahwa Broto akan memberinya rumah dan mobil mewah. Hingga pada saat Deev mengusir dirinya, ia sama sekali tidak merasa sedih. Ia malah tersenyum sinis," aku datang memang ingin mengambil tas koperku. Kamu nggak usah kepedean dech. Untuk apa lagi aku. tinggal dengan pria yang tidak bisa memenuhi semua yang aku butuhkan. Percuma saja, aku rugi dong!"
Deev meminta security untuk berjaga di depan pintu gerbang, karena ia akan mengambil semua pakaian milik Niken.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian...
Deeve melempar tas koper milik Niken yang berisikan pakaian kehadapannya," pergilah kamu dari rumahku sekarang juga!"
Niken berlalu pergi dari hadapan Deev, ia segera memesan taxi on line. Dan memutuskan untuk mencari tempat kost terlebih dahulu. Esok hari jika ia bertemu dengan Broto lagi, barulah ia akan mengatakan yang sejujurnya bahwa dirinya telah diusir dari Deev. Dan ia akan meminta rumah dan mobil yang pernah Broto janjikan padanya.
"Untuk satu malam saja aku tinggal di rumah kost. Esok harinya aku akan memiliki rumah mewah nan indah yang dilengkapi dengan mobil mewah keluaran terbaru."
Niken begitu berharap semua itu menjadi sebuah kenyataan. Ia pun mencari tempat kost untuk dirinya. Entah bagaimana nasib dirinya jika suatu saat nanti Bu Ningrum tahu tentang hubungan dirinya dengan Broto.
Hari berlalu begitu saja, Broto sudah memenuhi janjinya pada Niken dengan memberinya rumah mewah dan mobil mewah. Sontak saja Niken sangat bahagia sekali. Hanya saja ia belum mendapatkan uang yang banyak untuk bisa dirinya mengoperasi plastik wajahnya.
Sementara kerja sama Deev dan Cloe juga sudah mulai berjalan.. Rencana selanjutnya di jalankan oleh Nando, ia sengaja mencuri semua emas yang akan di kirim oleh jasa expedisi milik Deev.
"Non Dini, silahkan duduk! datang kok nggak memberi kabar? apakah sengaja memberikan surprise pada saya?"
Dengan genit Deev menaik turunkan alisnya menatap ke arah Cloe.
Hal ini membuat Cloe semakin bertambah benci padanya," saya kemari bukan untuk urusan pribadi, jadi anda jangan GeEr ya? saya datang kemari untuk urusan pekerjaan. Saya minta anda tanggung jawab karena kinerja tim anda tidak benar!"
Deev memicingkan alisnya," apa maksudmu Non Dini?"
__ADS_1
"Halahhhhh nggak usah berpura-pura lagi! jika anda tidak juga mengembalikan semua emas saya, akan saya laporkan ke aparat hukum!" ucap lantang Cloe.
Deev semakin tidak mengerti dengan apa yang barusan dikatakan oleh Cloe," Non Dini, saya sama sekali tidak mencuri emas anda. Kok anda meminta saya untuk mengembalikannya?"
Cloe semakin kesal," anda ini berpura-pura pikun hanya untuk mengelabui saya bukan? diajak bekerja sama malah semua emas yang akan saya kirim ke pelanggan saya yang ada di luar negeri hilang semua, masa anda tidak tahu? justru saya tahu hal ini juga dari salah satu karyawan anda yang mengirimkan emas saya! anda sengaja merekayasa dengan perampokan. Anda pikir saya akan percaya saja pada anda?"
Deev terperangah seraya terus menatap kearah Cloe," Non Dini, saya sama sekali tidak mengetahui hal ini karena tidak bisa satupun dari karyawan saya yang memberi tahu hal ini. Sebentar, saya akan mencari tahu pada bagian pengiriman barang."
Saat itu juga Deev menelpon bagian pengiriman barang. Dan ia pun terkejut setelah mendengar berita buruk tersebut.
"Sialan, ternyata apa yang dikatakan oleh Nona Dini benar adanya. Jika seperti ini aku harus mengganti semua emas yang telah dirampok orang. Ah tetapi ini bukan kesalahan dari pihak pengiriman barang. Ini adalah kecelakaan," batin Deev.
Cloe tersenyum sinis," bagaimana, sudah percaya bukan? karena salah satu karyawanmu mengatakan sendiri padaku. Ia beralasan takut padamu hingga ia tidak berani mengatakan secara jujur padamu."
"Sekarang aku minta ganti rugi untuk semua barangku yang hilang itu!"
Tetapi Deev merasa enggan," Maaf Nona Dini, barang anda tidak hilang tapi di rampok berarti itu suatu musibah. Jafit saya..
"Ohhh... begini kinerja anda? jadi anda tidak bersedia menggantinya? berarti anda sama sekali tidak mempunyai rasa tanggung jawab. Baiklah kalau begitu, siap-siap saja untuk menerima panggilan dari aparat kepolisian!"
Cloe membalikkan tubuhnya dan ia akan melangkah pergi dari ruang kerja, tetapi Deev menahan dirinya,' tunggu sebentar Nona Dini, jangan terbawa emosi! semua kan bisa dibicarakan secara baik-baik."
__ADS_1
Cloe menoleh ke arah Deev," bukankah barusan saya membicarakannya secara baik-baik tapi anda tidak bisa menerimanya bukan? makanya saya akan menempuh dengan jalur hukum."
Akhirnya Deev pun menyerah, karena ia tidak ingin berakhir di dalam jeruji besi. Ia bersedia mengganti semua kerugian dari musibah perampokan tersebut, saat itu juga.