
Ningrum merasa puas," itu hukuman bagi wanita murahan yang suka menjadi pelakor seperti dirimu. Hukuman yang aku berikan belum seberapa, itu masih termasuk ringan karena aku hanya menaburkan sedikit bubuk cabe ke area int*mmu."
Kini Ningrum beralih mendekati Broto, hal ini membuat Broto merasa ketakutan. Ningrum tersenyum sinis ke arah suaminya tersebut," kenapa kamu merasa ketakutan seperti itu mas Broto?"
"Tolong jangan lakukan kepadaku, apa yang kamu lakukan kepada Niken. aku minta maaf karena karena khilaf hingga melakukan hal seperti ini," ucap Broto tergagap.
Mendengar kata khilaf yang keluar dari mulut Broto, membuat Ningrum semakin kesal," khilaf kok berkali-kali, itu namanya bukan khilaf tetapi doyan. Dan kali ini aku sudah tidak bisa memberikan pintu maaf lagi kepadamu."
Ningrum meminta kedua anaknya untuk mencekal paksa Broto, dan ia pun menaburkan bubuk cabe juga ke arah burungnya terutama di lubangnya.
"Aaahhhh... jangan mah! masa iya aku juga di hukum."
Tetapi Ningrum tidak peduli sama sekali, begitu pula dengan kedua anak lelaki Broto yang merasa sudah sangat kecewa dengan perilaku tidak terpuji dari Broto.
"Masih untung cuma aku taburi bubuk cabe, tidak aku potong burungmu hingga habis! tapi setelah ini kamu dan gundikmu itu angkat kaki dari apartement ini! karena kamu membeli apartement dan mobil menggunakan uangku! apa kamu lupa, jika dulu saat kita menikah, kamu cuma orang desa yang sangat miskin."
"Aku justru menolong dirimu dan keluargamu mengangkat dari jurang kemiskinan, tetapi ternyata seperti ini balasan darimu! secepatnya aku akan mengurus perceraian kita! jijik aku punya suami tukang kawin, tukang selingkuh! cepat sekarang juga kalian kemasi semua pakaian kalian dan pergi dari sini!"
Ningrum murka, ia sudah tidak bisa mentolerir perbuatan Broto. Karena perbuatan Broto bukan yang pertama kalinya tapi sudah berkali-kali.
Ningrum lekas memerintahkan beberapa anak buahnya untuk segera masuk ke dalam apartement.
"Kalian berempat, awasi pasangan mesum itu! jika mereka tidak juga angkat kaki dari rumah ini, seret saja mereka. Pastikan mereka tidak membawa barang berharga atau uang bahkan mobilnya mobil. Jangan sampai lengah, karena aku ada urusan penting yang lain!" perintah Ningrum.
"Siap bos, laksanakan tugas!"
Keempat anak buah Ningrum segera mengawasi Niken dan Broto yang sedang memakai pakaian dan juga akan mengemasi semua pakaian mereka.
__ADS_1
"Naas banget sih nasibku? aku belum juga mendapatkan uang yang banyak untuk mengoperasi plastik wajahku, malah sudah apes seperti ini? tidak dapat apa-apa tapi yang aku dapatkan rasa malu!" batin Niken.
"Jika aku di ceraikan bagaimana nasib hidupku. Lagi pula kedua anakku juga nggak mau membantuku meyakinkan Ningrum," batin Broto.
Kedua anak lelaki Broto sudah tidak peduli lagi dengannya. Bahkan mereka sudah tidak mau menganggap Broto itu ayah mereka. Kedua anak Broto berlalu pergi bersama dengan Ningrum.
"Mah, maafkan kami ya? karena selama ini kami terlalu sibuk dengan urusan kantor kami tanpa peduli dengan permasalahan mamah," ucap Iko.
"Iko-Inu, kalian nggak perlu minta maaf. Justru mamah yang seharusnya minta maaf karena sudah tidak tahan lagi dengan ulah Papah kalian, hingga mamah terpaksa cerita pada kalian," mata Ningrum berkaca-kaca.
Ningrum merasa heran dengan Broto, padahal dulu ia bukan apa-apa jika tidak menikah dengan Ningrum. Tetapi ia malah berbuat menjijikan. Kesedihan jelas terpancar di wajah Ningrum. Hal ini tentu saja membuat Iko dan Inu turut bersedih.
Selagi bersedih, tiba-tiba ponsel Ningrum berdering.
📱"Hello Nak Dini?"
📱"Benar sekali Nak Dini. Baru saja ibu membongkar perselingkuhan mereka. Terima kasih ya Nak Dini, berkatmu ibu jadi bisa menemukan tempat tinggal mereka."
📱" Sama-sama Bu, ya sudah jika begitu. Aku hanya ingin mendengar kabar terbarunya saja. Aku turut senang jika ibu sudah berhasil membongkar perselingkuhan wanita ****** itu."
Baik Dini dan Ningrum sama-sama mematikan panggilan telepon. Salah satu anaknya penasaran.
"Bu, siapa itu Dini?" tanya Inu.
"Dini adalah seorang pengusaha wanita yang sukses. Dia yang memberi tahu tentang perselingkuhan Papahmu dengan wanita ****** itu. Karena pada saat di sebuah cafe, suami di ****** yang tadinya akan bekerja sama dengan Dini, melihat kebersamaan istrinya dengan papahmu."
"Awalnya mamah sudah putus asa pada saat beberapa anak buah mamah kehilangan jejak dalam penyelidikan keberadaan si pelakor."
__ADS_1
"Memang awalnya mereka sudah menemukan jejak. Tetapi begitu mamah datangi alamat yang diberi tahu oleh salah satu anak buah mamah, mereka sudah pindah tempat."
"Berkat Dini, mamah bisa menemukan tempat persembunyian papahmu dan si ****** itu."
Setelah mendengar penjelasan dari Ningrum, entah kenapa Inu merasa tertarik dan ingin mengenal lebih lanjut dengan Dini.
"Mah, berikan nomor ponsel Dini padaku. Atau setidaknya kenalkan aku dengannya," ucap Inu.
"Jika urusan mamah sudah selesai pasti mamah akan memperkenalkanmu pada Dini, tapi tidak untuk saat ini. Mamah nggak berani memberikan nomor ponsel Dini, jika belum izin padanya."
Tetapi Inu terus saja memaksa hingga akhirnya Ningrum memberikan nomor telepon Dini pada Inu. Tetapi Ningrum memberikan nasehat cuma jangan bertindak macam-macam pada Dini.
Di lain tempat, Cloe sangat puas karena telah berhasil membongkar perselingkuhan Niken dan Broto kepada Ningrum.
"Hemmm syukurin kamu Niken! aku tidak akan membiarkan kamu hidup enak dengan mendapatkan fasilitas rumah mewah dan mobil mewah dari Broto. Aku yakin saat ini kamu pasti sudah hidup di jalanan!"
"Ini suatu balasan yang sangat tepat untuk wanita ****** seperti dirimu. Aku yakin setelah ini tidak ada lagi yang mau menjadi selingkuhan dirimu!"
Cloe tersenyum sendiri, apa lagi pada saat ia membaca chat pesan yang dikirimkan oleh Ningrum.
Chat pesan tersebut memberi tahu jika Ningrum telah menabur bubuk cabe alat kelam*n Niken dan Broto.
Cloe sampai cekikikan sendiri pada saat membaca beberapa chat pesan dari Ningrum.
"Wah, aku nggak bisa membayangkan bagaimana rasanya ya? pasti panas perih banget tuh. Apa lagi mereka tidak diberikan kesempatan untuk mencuci bagian alat v*tak mereka. Tetapi sudah diminta untuk berkemas pergi," gumamnya di dalam hati.
Ada rasa puas didalam hatinya mendengar kabar tentang Niken. Ia tidak usah membalas sakit hatinya dengan tangannya sendiri. Tetapi sudah ada yang membalaskan dendamnya itu.
__ADS_1
"Untuk Deev, aku belum puas sama sekali membalas dendam. Sebelum aku membuat dirinya menjadi gembel, barulah aku puas. Tetapi untuk saat ini aku harus menjauh darinya terlebih dahulu, karena saat ini dia sedang menggila."