Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Berkenalan Dengan Alya


__ADS_3

Pada saat Cloe sedang terburu-buru, ia hampir saja menabrak seorang wanita yang tiba-tiba nyelonong saja menyeberang jalan.


Tttttttinnnnnnnn!


Cloe reflek memencet klaso dan juga menginjak rem mobilnya," astaghfirullah aladzim, hampir saja aku menabrak orang."


Wanita tersebut menoleh ke arah Cloe," maaf...kamu?"...


Wanita tersebut langsung berlari ketakutan, pada saat melihat Cloe. Sejenak Cloe mengingat wajah wanita yang tak asing lagi baginya," sepertinya aku kok pernah ketemu dengan wanita tadi ya? astaghfirullah aladzim, kok aku bisa menjadi pelupa seperti ini ya?"


Selagi pikirannya terus berusaha mengingat siapa wanita yang hampir saja tertabrak olehnya, Satria menegur dirinya hingga lamunannya buyar saat itu juga," mah, kenapa malah bengong? ayo buruan jalan lagi nanti aku terlambat loh."


"Baiklah Satria, maaf ya. Tadi mamah kaget dan deg-degan jadi berhenti sejenak," ucap Cloe segera melajukan mobilnya lagi.


Kali ini Cloe fokus dengan kemudinya, karena ia tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan kembali. Hingga tidak terasa mobil yang dikemudikan Cloe telah sampai di depan pagar sekolah.

__ADS_1


Cloe segera keluar dari mobil begitu pula dengan Satria. Selagi mereka akan masuk kedalam pagar sekolah, sejenak Satria menghentikan langkahnya dan ia tersenyum kearah seorang gadis kecil memakai seragam Taman kanak-kanak.


Karena kebetulan sekolah tersebut lengkap dari Play group, Taman Kanak-kanak, SD, SLTP hingga SLTA.


"Ada apa Satria, kok berhenti?" Cloe ikut menatap ke arah gadis kecil nan cantik tersebut.


"Mah, itu teman kecilku namanya Alya. Kasihan mah, dia nggak punya mamah. Sedangkan aku nggak punya papah," ucap Satria dengan pasang wajah sedih.


Etty yang sudah mengenal Satria segera menghampiri sembari menuntun Alya," Hay Satria, tumben sama mamahnya ya? biasa sama kakek atau neneknya."


"Iya Mbak Etty, lagi ingin diantar oleh Mamah," ucap Satria.


Tante cantik sekali."


Si kecil Alya mengulurkan tangannya ingin menyalami Cloe.

__ADS_1


Dengan senang hati Cloe menerima uluran tangan Alya sembari mensejajarkan tubuhnya setara dengan Alya," kamu juga cantik banget sayang. Ia, Tante mamahnya Kak Satria."


Hanya beberapa detik Cloe menyapa Alya karena jam masuk sekolah sudah berbunyi, Alya dan Satria saling bergandengan tangan mereka berlari masuk ke dalam pagar sekolah.


"Oh ya Mbak Etty, apakah mau sekalian saya antar pulang?" Cloe menawarkan diri.


Tetapi Etty menolak," nggak usah Mbak, kebetulan saya bersama dengan pak sopir. Mari mbak, saya pamit pulang dulu karena di rumah masih banyak pekerjaan."


Sebelum pergi, Etty menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Baiklah, Etty. Hati-hati ya, sampai bertemu di lain waktu," ucap Cloe tersenyum ramah.


Etty melangkah masuk kedalam mobil yang tidak jauh dari dirinya berdiri, sang sopir segera melajukan arah pulang. Sementara Cloe juga masuk ke dalam mobil. Sejenak ia diam, dan teringat dengan wanita yang hampir saja tertabrak olehnya.


"Ya Allah, aku sekarang ingat. Bukannya wanita tadi adalah Niken? setelah bertahun-tahun tidak bertemu kok penampilannya berubah ya? astaghfirullah aladzim, wajahnya juga sangat menyeramkan sekali. Walaupun wajah berubah, aku masih bisa mengenalinya. Pantas saja dia barusan ketakutan atau malu, karena ia juga masih ingat padaku," gumam Cloe.

__ADS_1


"Ah bodoh amat, mungkin saat ini Niken sedang merasakan karma dari perbuatan jahatnya dulu."


Cloe segera melajukan mobilnya arah ke kantor, karena ia sudah kesiangan.


__ADS_2